• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, May 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Konon Kini Terperosok ke Jurang Kemiskinan, Mari Mengenal Kelompok Kelas Menengah Indonesia

Saeful Imam by Saeful Imam
September 6, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Konon Kini Terperosok ke Jurang Kemiskinan, Mari Mengenal Kelompok Kelas Menengah Indonesia

Kelas menengah di Indonesia

JAKARTA, COBISNIS.COM – Kelas menengah di Indonesia memiliki posisi unik dalam struktur sosial, berada di antara kelompok miskin dan kelas atas.

Mereka tidak sekaya pemilik modal, tetapi hidup dalam kecukupan. Meskipun ada banyak laporan dan studi tentang kelas menengah, parameter untuk mendefinisikan kelas ini sangat bervariasi.

Estimasi jumlah mereka berkisar antara 30 juta hingga ratusan juta orang, bergantung pada kriteria yang digunakan.

Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2010 mendefinisikan kelas menengah Indonesia berdasarkan pengeluaran harian sebesar US$2 hingga US$20. Berdasarkan kriteria tersebut, sebanyak 46,58% atau 102,7 juta jiwa penduduk Indonesia tergolong dalam kelas menengah.

Sementara itu, laporan Global Wealth Report (2015) menggunakan standar kekayaan Amerika Serikat, yaitu memiliki aset senilai US$50.000 hingga US$500.000. Dengan kriteria ini, hanya 4,4% penduduk Indonesia yang termasuk kelas menengah.

Bank Dunia, dalam laporan “Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class” (2020), mendefinisikan kelas menengah berdasarkan tingkat economic security, yaitu mereka yang terbebas dari risiko kemiskinan dengan kemungkinan kurang dari 10%.

Kelas ini juga mampu membeli barang di luar kebutuhan dasar, seperti hiburan, kendaraan, dan asuransi kesehatan. Menurut Bank Dunia, pendekatan ini lebih relevan karena disesuaikan dengan kondisi ekonomi lokal.

Rodrigo A. Chaves, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, menyatakan bahwa kelas menengah di Indonesia terus tumbuh. Lebih dari 50 tahun yang lalu, Indonesia adalah salah satu negara termiskin di dunia.

Namun, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,6% per tahun, Indonesia telah mencapai status middle-income. Chaves menambahkan bahwa kelas menengah memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Dunia memperkirakan bahwa jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 52 juta orang, atau sekitar satu dari lima penduduk. Kelas ini terus berkembang dengan pertumbuhan tahunan mencapai 10%, meskipun masih lebih lambat dibandingkan negara-negara Asia lainnya seperti Thailand, Cina, dan Vietnam. Namun, batas pengeluaran bulanan minimal Rp1,2 juta dinilai cukup rendah, bahkan di bawah upah minimum provinsi di Jawa Tengah.

Sebagian besar kelas menengah di Indonesia masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Sekitar 90% dari mereka menghabiskan kurang dari US$20 per hari, dan hanya 1% yang mengeluarkan lebih dari US$38 per hari atau Rp6 juta per bulan. Porsi terbesar pengeluaran mereka adalah untuk kebutuhan pangan, yang mencapai 44%, meskipun 20% dari mereka mampu membeli kendaraan pribadi.

Meski demikian, menjadi bagian dari kelas menengah tidak berarti sepenuhnya terbebas dari masalah. Sebagian besar kelas ini masih kesulitan dalam mengakses sanitasi yang layak, air bersih, serta kualitas hunian yang memadai. Bank Dunia mencatat bahwa hanya 11% dari kelas menengah yang kebutuhan non-moneternya terpenuhi dengan baik.

Bank Dunia mengidentifikasi lima kelas konsumsi di Indonesia, yaitu kelas miskin, rentan, aspiring middle class (AMC), kelas menengah, dan kelas atas. Kelas miskin memiliki pendapatan di bawah Rp354 ribu per bulan, sementara kelas rentan berada di antara Rp354 ribu hingga Rp532 ribu. AMC, yang merupakan kelas sebelum kelas menengah, memiliki pengeluaran Rp532 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan.

Sebagian besar penduduk Indonesia masih berada di kategori miskin, rentan, dan AMC. Sekitar 35% penduduk Indonesia masih terjebak dalam kemiskinan, sementara 45% tergolong AMC, kelompok yang bebas dari kemiskinan namun belum mencapai economic security. Hanya sekitar 25% dari AMC yang berhasil naik ke kelas menengah dalam dua dekade terakhir, sementara 44% dari kelas miskin mampu mencapai AMC.

Kesulitan AMC untuk naik ke kelas menengah disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kejadian-kejadian tak terduga yang mengikis sumber daya rumah tangga. Bencana alam, kehilangan pekerjaan, atau masalah kesehatan dapat mengurangi pendapatan dan membuat mereka rentan jatuh ke bawah. Oleh karena itu, Bank Dunia menekankan pentingnya sistem proteksi sosial yang komprehensif, seperti asuransi hari tua dan pensiun.

Sistem BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang sudah ada di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Program ini harus lebih berkelanjutan dalam jangka panjang dan dapat mengakomodasi pekerja informal dan formal. Selain itu, kualitas layanan BPJS perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Bank Dunia juga mengkritik alokasi anggaran kesehatan Indonesia yang dinilai masih rendah dibandingkan negara-negara lain dengan pendapatan serupa. Akibatnya, fasilitas kesehatan seringkali mengalami masalah, seperti staf yang tidak memadai, keterbatasan alat, hingga overkapasitas pasien. Menurut Vivi Alatas, pemimpin proyek laporan Bank Dunia ini, komitmen pemerintah untuk meningkatkan layanan publik, termasuk kualitas pendidikan dan kesehatan, sangat penting untuk memperbesar kelas menengah di Indonesia.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
lynda course free download
download samsung firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: kelas menengah indonesiapenghasilan kelas menengah

Related Posts

Mandiri Institute: Kelas Menengah Dorong Lonjakan Belanja Ramadan 2026

Mandiri Institute: Kelas Menengah Dorong Lonjakan Belanja Ramadan 2026

by Dwi Natasya
April 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mandiri Institute mencatat konsumsi masyarakat meningkat selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Peningkatan ini menunjukkan ketahanan daya beli...

Livin’ by Mandiri Hadirkan QR Antar Negara di Korea Selatan

Mandiri Institute: Lapangan Kerja Berkualitas Jadi Kunci Perkuat Kelas Menengah

by Dwi Natasya
April 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mandiri Institute lapangan kerja berkualitas kelas menengah menjadi kunci dalam menjaga resiliensi ekonomi nasional. Oleh karena itu,...

Kelas Menengah Mulai Beralih ke Mode Survival, Pemerintahan Prabowo Harus Lakukan Apa?

Kelas Menengah Mulai Beralih ke Mode Survival, Pemerintahan Prabowo Harus Lakukan Apa?

by Farida Ratnawati
September 28, 2024
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kelas menengah selama ini dianggap sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun dalam data terakhir oleh LPS dan...

Gen Alpha dan Gen Z Mendominasi Kelas Menengah Indonesia

Gen Alpha dan Gen Z Mendominasi Kelas Menengah Indonesia

by Saeful Imam
September 1, 2024
0

JAKARTA, COBISNIS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepertiga dari total masyarakat kelas menengah di Indonesia pada tahun 2024...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp43,6 Triliun pada Kuartal I 2026

Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp43,6 Triliun pada Kuartal I 2026

May 10, 2026
Harga Buket Hari Ibu 2026 Naik karena Biaya Bahan Bakar dan Tarif Impor

Harga Buket Hari Ibu 2026 Naik karena Biaya Bahan Bakar dan Tarif Impor

May 10, 2026
Fortabise Padel Championship 2026 Pererat Relasi Media dan Korporasi

Fortabise Padel Championship 2026 Pererat Relasi Media dan Korporasi

May 10, 2026
Fortabise Pererat Relasi Media dan Korporasi

Fortabise Pererat Relasi Media dan Korporasi

May 10, 2026
Jemaah Haji Diimbau Jaga Stamina dan Hindari Memaksakan Ibadah saat Masjidil Haram Padat

Jemaah Haji Diimbau Jaga Stamina dan Hindari Memaksakan Ibadah saat Masjidil Haram Padat

May 11, 2026
Tenda Haji di Arafah Ditarget Rampung Lima Hari Sebelum Puncak Haji

Pindapata Nasional Waisak 2570 B.E Jadi Simbol Kebajikan dan Kepedulian Sosial

May 11, 2026
Tenda Haji di Arafah Ditarget Rampung Lima Hari Sebelum Puncak Haji

Tenda Haji di Arafah Ditarget Rampung Lima Hari Sebelum Puncak Haji

May 11, 2026
Tenda Haji di Arafah Ditarget Rampung Lima Hari Sebelum Puncak Haji

Prakiraan Cuaca 11–12 Mei 2026, Jawa Barat hingga Maluku Berpotensi Hujan Lebat

May 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved