JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah negara di kawasan Teluk melaporkan adanya gelombang serangan drone dan rudal pada Minggu (8/3/2026). Serangan yang diduga berasal dari Iran tersebut dilaporkan menargetkan beberapa lokasi strategis, di antaranya Bandara Internasional Kuwait, kawasan diplomatik di Arab Saudi, serta wilayah Qatar.
Berdasarkan laporan kantor berita AFP dan Al Jazeera, pemerintah Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar menyatakan sebagian besar serangan berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara masing-masing negara.
Meski demikian, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih memanas karena konflik yang terjadi telah memasuki pekan kedua.
Di Kuwait, serangan drone dilaporkan mengenai salah satu tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait sehingga memicu kebakaran. Api tersebut berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran. Pihak berwenang setempat menyebut tidak ada korban luka serius dalam peristiwa tersebut.
Militer Kuwait menyatakan serangan tersebut merupakan upaya yang secara langsung menargetkan infrastruktur penting negara. Mereka juga mengungkapkan bahwa beberapa drone serta tiga rudal balistik yang mengarah ke wilayah Kuwait berhasil dicegat dan dihancurkan.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan minyak nasional Kuwait memutuskan untuk mengurangi produksi minyak mentah sementara waktu. Di sisi lain, dua personel keamanan perbatasan dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas, meskipun penyebab pasti kematian keduanya belum dijelaskan secara detail.
Sementara itu di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan melaporkan telah berhasil menembak jatuh sedikitnya 15 drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut.
Beberapa di antaranya diketahui mengarah ke kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh. Tidak lama setelah itu, tiga drone lainnya juga berhasil dihancurkan di sekitar wilayah yang sama.
Serangan terbaru ini terjadi meskipun sebelumnya Presiden Iran sempat menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menjadikan negara-negara Teluk sebagai target kecuali jika ada serangan yang diluncurkan dari wilayah mereka terlebih dahulu.













