• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, June 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Komnas Anak Minta BPOM Labeli “Berpotensi Mengandung Etilon Glikol” Untuk Kemasan Galon Sekali Pakai

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
October 19, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Komnas Anak Minta BPOM Labeli “Berpotensi Mengandung Etilon Glikol” Untuk Kemasan Galon Sekali Pakai

JAKARTA,Cobisnis.com – Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan peringatan berupa pelabelan “Berpotensi Mengandung Etilen Glikol” terhadap kemasan-kemasan pangan berbahan etilon glikol. Hal itu untuk mengantisipasi apa yang telah terjadi di Gambia, Afrika Barat, di mana banyak anak yang meninggal akibat mengkonsumsi obat batuk sirup yang mengandung etilen glikol. Meski masih dicari penyebabnya, namun bila dipastikan ada kaitannya dengan zat berbahaya Etelin Glikol, IDAI harus rekomendasikan BPOM untuk lakukan penelitian.

“Saya kira kalau memang sudah positif WHO mengatakan yang di Afrika itu bahwa sirup obat batuk itu mengandung etilen glikol dan itu mengakibatkan banyak anak di Afrika meninggal karena gagal ginjal, itu kan sebuah data yang dikeluarkan oleh badan dunia tentang kesehatan,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Arist, meski di Indonesia belum ditemukan sirup obat batuk seperti yang digunakan di Afrika, namun etilen glikol juga banyak digunakan untuk kemasan pangan, salah satunya adalah produk air minum dalam kemasan. “Karena itu, saya kira Badan POM perlu melakukan penelitian terhadap produk-produk yang mengandung etilen glikol itu, seperti pada air minum kemasan galon sekali pakai,” katanya.

Menurutnya, penelitian itu wajib dilakukan negara dalam hal ini pemegang regulasi Badan POM supaya jauh-jauh sebelumnya bisa diantisipasi supaya masyarakat memahami betul bahaya etilen glikol itu. “Karena plastik-plastik yang dipakai seperti galon sekali pakai, ketika dia mengandung etilen glikol maka isi dari kemasan itu bisa bermigrasi dan berbahaya bagi kesehatan anak,” tukasnya.

Arist menegaskan Komnas PA sangat konsen terhadap air minum atau makanan yang berbahaya bagi anak-anak seperti halnya etilen glikol yang disebutkan bisa mengakibatkan gagal ginjal. Dia mengatakan Komnas PA sangat prihatin terhadap kondisi anak-anak di Indonesia yang saat ini banyak yang menderita gagal ginjal.

Berdasarkan laporan yang diterima Komnas PA dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Arist mengungkapkan ada sekitar 152 anak yang dinyatakan positif gagal ginjal. Sementara, IDAI Jawa Timur dan Malang melaporkan dari 13 anak gagal ginjal, 10 di antaranya yang berada di Surabaya meninggal dunia. Di Malang dari 6 anak yang ditemukan gagal ginjal 2 meninggal dunia. Di Jogja, ada 5 anak yang berumur di bawah 5 tahun meninggal dunia. Di Rumah Sakit Adam Malik Sumatera, dari 11 anak gagal ginjal 6 di antaranya meninggal dunia.

“Ini masih dicari penyebabnya. Kalau memang itu nanti ada dampak dari etilen glikol, saya kira ini harus menjadi perhatian IDAI untuk merekomendasikan kepada Badan POM sebagai pemegang regulasi untuk mengadakan penelitian terhadap kemasan air galon sekali pakai yang mengandung etilen glikol,” ujarnya.

Komnas Perlindungan Anak melihat banyaknya produk plastik atau galon sekali pakai yang dikonsumsikan oleh anak-anak, baik bayi dan balita. misalnya airnya kan nah itu kan bermigrasi itu artinya kan berpindah dan bisa menjadi bahaya kesehatan itu saya kira sikap Komnas perlindungan anak. “Kami juga akan terus mengkampanyekan bahaya etilen glikol ini ke masyarakat. Semua produk yang digunakan oleh rumah tangga dalam bentuk plastik termasuk galon sekali pakai itu harus ada peringatan bahwa kemasan itu mengandung etilen glikol pada labelnya,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nabil Haroen juga meminta BPOM harus bekerja cepat untuk meneliti ulang kandungan etilen glikol pada bahan kemasan pangan, seperti plastik kemasan air galon yang berbahan PET serta produk lainnya. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya keracunan etilen glikol pada anak-anak seperti yang terjadi di Gambia, Afrika Barat.

“Ini (bahan kimia etilen glikol) sangat berbahaya. Jadi, perlu ada tindakan serius dan cepat dari BPOM terkait zat kimia berbahaya ini. Jangan sampai kasus yang terjadi di Gambia-Afrika terjadi di Indonesia, di mana anak-anak meninggal dan keracunan akibat konsumsi bahan makanan yang mengandung etilen glikol di atas ambang batas,” katanya.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download intex firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: bpomcobisnis.comEtilon glikolKomnas Anak

Related Posts

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aryna Sabalenka mengaku ingin berhenti bermain tenis setelah tersingkir dari French Open 2026. Petenis nomor satu dunia...

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – SpaceX mengumumkan rencana penawaran saham perdana atau IPO terbesar dalam sejarah pasar modal. Perusahaan milik Elon Musk...

Keputusan Mahkamah Agung AS Bisa Picu Krisis Lebih Dalam di Haiti

Mahkamah Agung AS Beri Kemenangan Baru bagi Partai Republik dalam Sengketa Peta Pemilu Alabama

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mahkamah Agung Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah mendukung peta distrik kongres Alabama yang kontroversial. Putusan tersebut...

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayoritas warga Amerika Serikat menginginkan tindakan lebih tegas terhadap makanan ultra-proses atau ultraprocessed foods (UPF). Hasil survei...

Bareskrim: Nitrous Oxide dalam Whip Pink Belum Masuk Kategori Narkotika

Bareskrim: Nitrous Oxide dalam Whip Pink Belum Masuk Kategori Narkotika

by Hidayat Taufik
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyatakan bahwa gas nitrous oxide dalam produk Whip Pink belum masuk...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

June 3, 2026
Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

June 3, 2026
Piala Dunia 2026: Manchester City Pimpin Daftar Klub Penyumbang Pemain

Piala Dunia 2026: Manchester City Pimpin Daftar Klub Penyumbang Pemain

June 3, 2026
Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

June 4, 2026
IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

June 4, 2026
Keputusan Mahkamah Agung AS Bisa Picu Krisis Lebih Dalam di Haiti

Mahkamah Agung AS Beri Kemenangan Baru bagi Partai Republik dalam Sengketa Peta Pemilu Alabama

June 4, 2026
Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

June 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved