• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, June 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Komnas Anak Minta BPOM Labeli “Berpotensi Mengandung Etilon Glikol” Untuk Kemasan Galon Sekali Pakai

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
October 19, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Komnas Anak Minta BPOM Labeli “Berpotensi Mengandung Etilon Glikol” Untuk Kemasan Galon Sekali Pakai

JAKARTA,Cobisnis.com – Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan peringatan berupa pelabelan “Berpotensi Mengandung Etilen Glikol” terhadap kemasan-kemasan pangan berbahan etilon glikol. Hal itu untuk mengantisipasi apa yang telah terjadi di Gambia, Afrika Barat, di mana banyak anak yang meninggal akibat mengkonsumsi obat batuk sirup yang mengandung etilen glikol. Meski masih dicari penyebabnya, namun bila dipastikan ada kaitannya dengan zat berbahaya Etelin Glikol, IDAI harus rekomendasikan BPOM untuk lakukan penelitian.

“Saya kira kalau memang sudah positif WHO mengatakan yang di Afrika itu bahwa sirup obat batuk itu mengandung etilen glikol dan itu mengakibatkan banyak anak di Afrika meninggal karena gagal ginjal, itu kan sebuah data yang dikeluarkan oleh badan dunia tentang kesehatan,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Arist, meski di Indonesia belum ditemukan sirup obat batuk seperti yang digunakan di Afrika, namun etilen glikol juga banyak digunakan untuk kemasan pangan, salah satunya adalah produk air minum dalam kemasan. “Karena itu, saya kira Badan POM perlu melakukan penelitian terhadap produk-produk yang mengandung etilen glikol itu, seperti pada air minum kemasan galon sekali pakai,” katanya.

Menurutnya, penelitian itu wajib dilakukan negara dalam hal ini pemegang regulasi Badan POM supaya jauh-jauh sebelumnya bisa diantisipasi supaya masyarakat memahami betul bahaya etilen glikol itu. “Karena plastik-plastik yang dipakai seperti galon sekali pakai, ketika dia mengandung etilen glikol maka isi dari kemasan itu bisa bermigrasi dan berbahaya bagi kesehatan anak,” tukasnya.

Arist menegaskan Komnas PA sangat konsen terhadap air minum atau makanan yang berbahaya bagi anak-anak seperti halnya etilen glikol yang disebutkan bisa mengakibatkan gagal ginjal. Dia mengatakan Komnas PA sangat prihatin terhadap kondisi anak-anak di Indonesia yang saat ini banyak yang menderita gagal ginjal.

Berdasarkan laporan yang diterima Komnas PA dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Arist mengungkapkan ada sekitar 152 anak yang dinyatakan positif gagal ginjal. Sementara, IDAI Jawa Timur dan Malang melaporkan dari 13 anak gagal ginjal, 10 di antaranya yang berada di Surabaya meninggal dunia. Di Malang dari 6 anak yang ditemukan gagal ginjal 2 meninggal dunia. Di Jogja, ada 5 anak yang berumur di bawah 5 tahun meninggal dunia. Di Rumah Sakit Adam Malik Sumatera, dari 11 anak gagal ginjal 6 di antaranya meninggal dunia.

“Ini masih dicari penyebabnya. Kalau memang itu nanti ada dampak dari etilen glikol, saya kira ini harus menjadi perhatian IDAI untuk merekomendasikan kepada Badan POM sebagai pemegang regulasi untuk mengadakan penelitian terhadap kemasan air galon sekali pakai yang mengandung etilen glikol,” ujarnya.

Komnas Perlindungan Anak melihat banyaknya produk plastik atau galon sekali pakai yang dikonsumsikan oleh anak-anak, baik bayi dan balita. misalnya airnya kan nah itu kan bermigrasi itu artinya kan berpindah dan bisa menjadi bahaya kesehatan itu saya kira sikap Komnas perlindungan anak. “Kami juga akan terus mengkampanyekan bahaya etilen glikol ini ke masyarakat. Semua produk yang digunakan oleh rumah tangga dalam bentuk plastik termasuk galon sekali pakai itu harus ada peringatan bahwa kemasan itu mengandung etilen glikol pada labelnya,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nabil Haroen juga meminta BPOM harus bekerja cepat untuk meneliti ulang kandungan etilen glikol pada bahan kemasan pangan, seperti plastik kemasan air galon yang berbahan PET serta produk lainnya. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya keracunan etilen glikol pada anak-anak seperti yang terjadi di Gambia, Afrika Barat.

“Ini (bahan kimia etilen glikol) sangat berbahaya. Jadi, perlu ada tindakan serius dan cepat dari BPOM terkait zat kimia berbahaya ini. Jangan sampai kasus yang terjadi di Gambia-Afrika terjadi di Indonesia, di mana anak-anak meninggal dan keracunan akibat konsumsi bahan makanan yang mengandung etilen glikol di atas ambang batas,” katanya.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download xiomi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: bpomcobisnis.comEtilon glikolKomnas Anak

Related Posts

MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

TikTok GO Bantu Wujudkan Inspirasi Wisata dari Konten ke Dunia Nyata

by Rizki Meirino
June 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – TikTok GO resmi memperkenalkan kampanye “Discover Your Next GO” untuk membantu pengguna mengubah inspirasi perjalanan yang ditemukan...

MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

by Rizki Meirino
June 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) bersama Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menggelar UMKM Connect 2026 di Jakarta...

Pelemahan Rupiah Picu Minat Diversifikasi Aset Berbasis Dolar AS

Pelemahan Rupiah Picu Minat Diversifikasi Aset Berbasis Dolar AS

by Rizki Meirino
June 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Diversifikasi aset semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi berbagai negara, termasuk Indonesia. Strategi...

BSI dan APPI Perkuat Ekosistem Emas dan Industri Perhiasan Nasional

BSI dan APPI Perkuat Ekosistem Emas dan Industri Perhiasan Nasional

by Rizki Meirino
June 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) resmi menjalin kerja sama strategis untuk...

Spanyol Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026 Menurut Model Prediksi Ilmuwan Fisika

Spanyol Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026 Menurut Model Prediksi Ilmuwan Fisika

by Hidayat Taufik
June 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persaingan di Piala Dunia 2026 masih berlangsung pada fase grup. Meski demikian, sejumlah prediksi mengenai tim yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Dieselindo Terima Program Offset Kemhan dan Fincantieri untuk Perkuat Industri Pertahanan

Dieselindo Terima Program Offset Kemhan dan Fincantieri untuk Perkuat Industri Pertahanan

June 24, 2026
Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

June 25, 2026
SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

June 25, 2026
MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

TikTok GO Bantu Wujudkan Inspirasi Wisata dari Konten ke Dunia Nyata

June 25, 2026
MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

MTF dan APPI Gelar UMKM Connect 2026 untuk Perkuat Pengelolaan Keuangan Usaha

June 25, 2026
Pelemahan Rupiah Picu Minat Diversifikasi Aset Berbasis Dolar AS

Pelemahan Rupiah Picu Minat Diversifikasi Aset Berbasis Dolar AS

June 25, 2026
BSI dan APPI Perkuat Ekosistem Emas dan Industri Perhiasan Nasional

BSI dan APPI Perkuat Ekosistem Emas dan Industri Perhiasan Nasional

June 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved