• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Komunitas

Kolaborasi YYDA Hingga Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Untuk Advokasi Dan Edukasi Daur Ulang Di Bali

Nina Karlita by Nina Karlita
August 25, 2022
in Komunitas
0
Kolaborasi YYDA Hingga Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Untuk Advokasi Dan Edukasi Daur Ulang Di Bali

Workshop dan Deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS).

BALI, Cobisnis.com – Kualitas lingkungan yang saat ini dinilai masih buruk akibat belum terkelolanya sampah plastik dengan baik meninggalkan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama-sama. Perilaku pola lama pengelolaan sampah yaitu kumpul, angkut, dan buang terbukti tidak menyelesaikan sampah secara komprehensif.

Program advokasi dan edukasi daur ulang sampah plastik yang diinisiasi oleh PT Trinseo Materials Indonesia, Yok Yok Ayok Daur Ulang turut memeriahkan acara deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS).

Hadir sebagai narasumber, Hanggara Sukandar selaku Sustainability Director dari Responsible Care Indonesia bersama-sama dengan Danone Indonesia, Bali Waste Cycle, dan Serikat Media Siber Indonesia yang menyampaikan pentingnya tata kelola sampah, khususnya sampah plastik melalui sinergitas dari tiap-tiap institusi.

Hadir juga Wakil Gubernur Bali, Dr. Ir. Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, M.Si yang berkesempatan memberikan kata sambutan.

“Deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Provinsi Bali sebagai wujud komitmen penanggulangan kompleksitas masalah sampah di Provinsi Bali secara khusus dan di tanah air pada umumnya,” ucap Agustinus Apollonaris Klas Daton, Ketua J2PS Bali.

Komitmen dan konsistensi produsen terhadap sampah plastik ini dianggap sudah sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Pergub ini dianggap sebagai kebijakan daerah yang memiliki tujuan merubah paradigma “Kumpul, Angkut, Buang” dengan mewajibkan sumber penghasil sampah melakukan pemilahan dan pengelolaan dari sumber dengan prinsip 3R, reduce, reuse, recycle.

Dalam menyikapi permasalahan sampah yang kompleks, kolaborasi dari berbagai pihak termasuk produsen, pelaku daur ulang, hingga pemerintah menjadi sangat penting. Hal ini sejalan dengan fungsi dan tujuan Yok Yok Ayok Daur Ulang sebagai sebuah program advokasi daur ulang yang selalu berusaha mempertemukan berbagai institusi dengan fokus yang berbeda-beda untuk saling bersinergi.

“YYADU ingin terus mengajak masyarakat, produsen, konsumen, asosiasi, dan pemerintah juga untuk mengkampanyekan kegiatan daur ulang, khususnya sampah plastik yang tidak dapat dihindari. Sosialisasi dan edukasi perlu terus dijalankan untuk memudahkan setiap pihak dalam menjalankan fungsinya sesuai porsi masing-masing,” Hanggara Sukandar menjelaskan.

Proses pengelolaan sampah dari hulu ke hilir selalu dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang timbul dalam pelaksanaannya. Dimulai dari kendala teknis saat pengumpulan sampah itu sendiri, hingga ketidaktahuan pelaku kelola sampah terhadap off taker atau pihak pengambil sampah yang sudah dikelola untuk didaur ulang.

“Tugas kami adalah untuk mengelola sampah yang sudah dikumpulkan oleh rumah tangga. Namun kami memerlukan pihak yang mengambil sampah yang sudah dikelola tersebut, terutama sampah plastik kerasan seperti multilayer, PS, dan mika,” jelas Anastasia Olivia.

Namun demikian, teknologi yang terus berkembang sudah memungkinkan proses daur ulang terhadap jenis-jenis plastik yang hingga saat ini dianggap sulit untuk diproses, seperti salah satunya plastik jenis PS atau polistirena. Melalui proses yang disebut depolymerization (depolimerisasi), setiap produk dengan bahan utama polistirena akan mampu didaur ulang menjadi bahan bakunya kembali.

“Teknologinya sudah tersedia meskipun saat ini masih di Amerika Serikat dan dalam proses pembangunan di Belgia. Kami berharap dalam waktu dekat dapat hadir di Asia, terutama Indonesia. Sekarang hanya bagaimana kita semua bersinergi menyambut teknologi tersebut ketika hadir nantinya,” tambah Hanggara.

Acara deklarasi Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Provinsi Bali ini juga menjadi kesempatan bagi YYADU dalam mengambil peran dan fungsinya sebagai program advokasi daur ulang sampah plastik untuk meningkatkan literasi jurnalis serta masyarakat secara luas.

Tags: Balidaur ulangJ2PSJaringan Jurnalis Peduli SampahPT Trinseo Materials IndonesiaSampah plastikYok Yok Ayok Daur UlangYYADU

Related Posts

Pemutihan Pajak Kendaraan Berlaku di Tiga Provinsi Awal 2026

Pemutihan Pajak Kendaraan Berlaku di Tiga Provinsi Awal 2026

by Hidayat Taufik
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sejumlah pemerintah provinsi mulai memberlakukan program pemutihan serta keringanan pajak kendaraan bermotor sejak Januari 2026. Kebijakan ini...

Bali Sepi Turis Lokal dan Asing, Lebih Pilih ke Sini

Bali Sepi Turis Lokal dan Asing, Lebih Pilih ke Sini

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 24, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, sektor pariwisata Bali justru menghadapi keluhan sepinya pengunjung. Kondisi ini...

India Jadi Negara Pemulung Terbanyak karena Populasi Besar dan Sampah Tinggi

India Jadi Negara Pemulung Terbanyak karena Populasi Besar dan Sampah Tinggi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 17, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – India tercatat sebagai negara dengan jumlah pemulung terbanyak di dunia. Diperkirakan lebih dari 1,5 juta orang menggantungkan...

Sistem Bayar Sampah di Swiss Bikin Hidup Lebih Teratur

Sistem Bayar Sampah di Swiss Bikin Hidup Lebih Teratur

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 9, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Di Swiss, membuang sampah rumah tangga tidak semudah di negara lain. Setiap kantong sampah harus dibeli dengan...

Negara dengan Sampah Terbanyak Ternyata China, Volumenya Terus Naik

Negara dengan Sampah Terbanyak Ternyata China, Volumenya Terus Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 9, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China jadi sorotan dunia sebagai negara dengan produksi sampah terbesar, mencapai ratusan juta ton per tahun. Lonjakan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Purbaya Sebut Coretax Masih Banyak Masalah, Perbaikan 1 Bulan Belum Cukup

Purbaya Tegas: Rokok Ilegal Harus Masuk Sistem atau Ditindak

January 14, 2026
Diplomasi Drumstick Warnai Pertemuan Jepang dan Korea Selatan Saat Pemimpin Mainkan Lagu K-Pop

Diplomasi Drumstick Warnai Pertemuan Jepang dan Korea Selatan Saat Pemimpin Mainkan Lagu K-Pop

January 14, 2026
OJK

OJK Laporkan Temuan Fraud Dana Syariah Indonesia (DSI) ke Polisi

January 15, 2026
Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

Yusril: Pilkada Melalui DPRD Sah secara Konstitusi dan Lebih Mudah Diawasi

January 15, 2026
Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

Grok Milik Elon Musk Tak Lagi Bisa Menelanjangi Gambar Orang Asli Di X

January 15, 2026
BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

BTS Dongkrak K-pop Jadi Fenomena Global. Hampir Empat Tahun Kemudian, Mereka Kembali

January 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved