• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kinerja Campuran Emiten LQ45 Kuartal I-2025: Perbankan Tumbuh, Energi Tertekan

Saeful Imam by Saeful Imam
May 5, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
IHSG Turun Tipis di Awal Perdagangan, IDX Transportasi dan Logistik Menguat

Laba Perbankan Naik, Energi dan Tambang Terpukul di LQ45

JAKARTA, COBISNIS.COM – Mayoritas emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 telah merilis laporan keuangan kuartal I-2025. Namun, tidak semua mencatatkan hasil menggembirakan. Beberapa emiten, khususnya dari sektor energi dan pertambangan, justru mengalami penurunan kinerja, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Data dari Kontan menunjukkan bahwa emiten sektor energi dan pertambangan dalam LQ45 mayoritas mengalami pelemahan. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), misalnya, mencatat penurunan pendapatan sebesar 22,33% secara tahunan menjadi US$ 381,62 juta, dan laba bersihnya turun 52,27% menjadi US$ 76,70 juta.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mengalami penurunan laba bersih sebesar 50,50% secara tahunan menjadi Rp 391,45 miliar. Meskipun demikian, pendapatan PTBA justru naik tipis sebesar 5,84% menjadi Rp 9,96 triliun.

Di sisi lain, sektor perbankan menunjukkan hasil lebih baik. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 14,1 triliun, naik 9,80% dari tahun sebelumnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatat kenaikan laba sebesar 3,94% menjadi Rp 13,20 triliun.

Namun, tidak semua bank mengalami peningkatan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) justru mengalami penurunan laba bersih sebesar 13,92% menjadi Rp 13,67 triliun.

Sektor barang konsumsi cepat saji (FMCG) dan ritel menunjukkan performa yang cukup positif. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sama-sama membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih dua digit di kuartal I-2025.

INDF mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,20% menjadi Rp 2,72 triliun, sedangkan ICBP mencatatkan kenaikan laba sebesar 12,95% menjadi Rp 2,65 triliun. Namun, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan kinerja dengan pendapatan turun 6,09% dan laba bersih anjlok 14,60%.

Emiten ritel dari Grup MAP juga menunjukkan kinerja positif. PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) mencatat kenaikan laba bersih 14,07%, sedangkan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) tumbuh 20,81%. Pendapatan keduanya juga meningkat masing-masing 5,82% dan 16,95%.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart, mencatat pertumbuhan pendapatan 11,75% menjadi Rp 32,77 triliun dan kenaikan laba 9,52% menjadi Rp 975,11 miliar.

Sementara itu, sektor telekomunikasi belum menunjukkan perbaikan. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat penurunan pendapatan sebesar 2,11% dan laba bersih turun 4,01% menjadi Rp 5,81 triliun.

CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo, menyampaikan bahwa kinerja emiten LQ45 masih dalam tekanan, meskipun masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Menurutnya, harga komoditas yang melemah serta nilai tukar rupiah yang lemah turut memperkecil margin keuntungan, terutama di sektor energi.

Faktor global seperti kebijakan tarif Amerika Serikat dan pelemahan daya beli di dalam negeri juga menjadi tantangan. VP Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menambahkan bahwa depresiasi rupiah dan tingginya suku bunga turut menambah beban emiten.

Audi menilai bahwa performa keuangan emiten memiliki pengaruh terhadap harga sahamnya. Ia menyebut sektor perbankan mengalami capital outflow terbesar, yang berdampak langsung pada indeks LQ45 karena bobot sektor ini cukup besar.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menyampaikan bahwa rilis laporan keuangan bisa menimbulkan fluktuasi harga saham dalam jangka pendek. Namun, pengaruh terhadap IHSG harus dilihat secara menyeluruh, karena ada beberapa emiten besar seperti ANTM dan BBCA yang mencatat pertumbuhan dan menyeimbangkan kinerja indeks.

Ekky juga menyebut valuasi IHSG saat ini relatif murah dan menyentuh level seperti saat pandemi. Oleh karena itu, tekanan dari laporan keuangan kuartal I-2025 diperkirakan hanya bersifat sementara, dan kinerja emiten LQ45 ke depan akan sangat bergantung pada situasi makroekonomi.

Tags: EnergiLQ45perbankansaham hari ini

Related Posts

Indonesia dan Thailand Sepakat Genjot Perdagangan hingga Rp360 Triliun

Indonesia dan Thailand Sepakat Genjot Perdagangan hingga Rp360 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai US$20 miliar atau...

Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

by Hidayat Taufik
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang efektif mulai 1...

700 Karyawan BP Kena PHK saat Perusahaan Putar Haluan ke Migas

700 Karyawan BP Kena PHK saat Perusahaan Putar Haluan ke Migas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perusahaan migas asal Inggris, BP, berencana memangkas sekitar 700 pekerja non frontline di berbagai negara sebagai bagian...

Standard Chartered Indonesia Borong Dua Penghargaan Euromoney Awards 2026

Standard Chartered Indonesia Borong Dua Penghargaan Euromoney Awards 2026

by Rizki Meirino
July 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Standard Chartered Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih dua penghargaan pada Euromoney Awards for...

Larangan Ekspor Diesel Rusia Berpotensi Tekan Pasar Energi Global

by Zahra Zahwa
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Rusia melarang seluruh ekspor diesel setelah serangan drone Ukraina menghantam sejumlah kilang minyak. Kebijakan itu diambil...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tito Karnavian Dorong Digitalisasi Data agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

Tito Karnavian Dorong Digitalisasi Data agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

August 4, 2026
Selebrasi XL Raih Predikat Jaringan Terbaik

Selebrasi XL Raih Predikat Jaringan Terbaik

August 3, 2026
Frank Lampard Ingin Reuni dengan Mykhailo Mudryk di Coventry City

Gianni Infantino Disorot Usai Skandal Komersialisasi Piala Dunia FIFA

August 4, 2026
Usai Dikritik Pramono, Pagar Mal Kota Kasablanka Resmi Dibongkar

Usai Dikritik Pramono, Pagar Mal Kota Kasablanka Resmi Dibongkar

August 3, 2026
sengketa merek Denza

Denza Tak Tampil di GIIAS 2026, Sengketa Merek Kembali Jadi Sorotan

August 4, 2026
#BeliLokal IFW 2026

#BeliLokal di IFW 2026 Dorong Pertumbuhan Brand Fesyen Lokal

August 4, 2026
Ariana Grande Akan Mengurangi Penampilan Publik Setelah Menyelesaikan Tur

Alexandra Eala Menangi DC Open dan Ukir Sejarah bagi Tenis Filipina

August 4, 2026
Auto Draft

Ariana Grande Akan Mengurangi Penampilan Publik Setelah Menyelesaikan Tur

August 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved