• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 17, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kinerja Campuran Emiten LQ45 Kuartal I-2025: Perbankan Tumbuh, Energi Tertekan

Saeful Imam by Saeful Imam
May 5, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
IHSG Turun Tipis di Awal Perdagangan, IDX Transportasi dan Logistik Menguat

Laba Perbankan Naik, Energi dan Tambang Terpukul di LQ45

JAKARTA, COBISNIS.COM – Mayoritas emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 telah merilis laporan keuangan kuartal I-2025. Namun, tidak semua mencatatkan hasil menggembirakan. Beberapa emiten, khususnya dari sektor energi dan pertambangan, justru mengalami penurunan kinerja, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Data dari Kontan menunjukkan bahwa emiten sektor energi dan pertambangan dalam LQ45 mayoritas mengalami pelemahan. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), misalnya, mencatat penurunan pendapatan sebesar 22,33% secara tahunan menjadi US$ 381,62 juta, dan laba bersihnya turun 52,27% menjadi US$ 76,70 juta.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mengalami penurunan laba bersih sebesar 50,50% secara tahunan menjadi Rp 391,45 miliar. Meskipun demikian, pendapatan PTBA justru naik tipis sebesar 5,84% menjadi Rp 9,96 triliun.

Di sisi lain, sektor perbankan menunjukkan hasil lebih baik. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 14,1 triliun, naik 9,80% dari tahun sebelumnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatat kenaikan laba sebesar 3,94% menjadi Rp 13,20 triliun.

Namun, tidak semua bank mengalami peningkatan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) justru mengalami penurunan laba bersih sebesar 13,92% menjadi Rp 13,67 triliun.

Sektor barang konsumsi cepat saji (FMCG) dan ritel menunjukkan performa yang cukup positif. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sama-sama membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih dua digit di kuartal I-2025.

INDF mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,20% menjadi Rp 2,72 triliun, sedangkan ICBP mencatatkan kenaikan laba sebesar 12,95% menjadi Rp 2,65 triliun. Namun, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan kinerja dengan pendapatan turun 6,09% dan laba bersih anjlok 14,60%.

Emiten ritel dari Grup MAP juga menunjukkan kinerja positif. PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) mencatat kenaikan laba bersih 14,07%, sedangkan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) tumbuh 20,81%. Pendapatan keduanya juga meningkat masing-masing 5,82% dan 16,95%.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart, mencatat pertumbuhan pendapatan 11,75% menjadi Rp 32,77 triliun dan kenaikan laba 9,52% menjadi Rp 975,11 miliar.

Sementara itu, sektor telekomunikasi belum menunjukkan perbaikan. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat penurunan pendapatan sebesar 2,11% dan laba bersih turun 4,01% menjadi Rp 5,81 triliun.

CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo, menyampaikan bahwa kinerja emiten LQ45 masih dalam tekanan, meskipun masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Menurutnya, harga komoditas yang melemah serta nilai tukar rupiah yang lemah turut memperkecil margin keuntungan, terutama di sektor energi.

Faktor global seperti kebijakan tarif Amerika Serikat dan pelemahan daya beli di dalam negeri juga menjadi tantangan. VP Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menambahkan bahwa depresiasi rupiah dan tingginya suku bunga turut menambah beban emiten.

Audi menilai bahwa performa keuangan emiten memiliki pengaruh terhadap harga sahamnya. Ia menyebut sektor perbankan mengalami capital outflow terbesar, yang berdampak langsung pada indeks LQ45 karena bobot sektor ini cukup besar.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menyampaikan bahwa rilis laporan keuangan bisa menimbulkan fluktuasi harga saham dalam jangka pendek. Namun, pengaruh terhadap IHSG harus dilihat secara menyeluruh, karena ada beberapa emiten besar seperti ANTM dan BBCA yang mencatat pertumbuhan dan menyeimbangkan kinerja indeks.

Ekky juga menyebut valuasi IHSG saat ini relatif murah dan menyentuh level seperti saat pandemi. Oleh karena itu, tekanan dari laporan keuangan kuartal I-2025 diperkirakan hanya bersifat sementara, dan kinerja emiten LQ45 ke depan akan sangat bergantung pada situasi makroekonomi.

Tags: EnergiLQ45perbankansaham hari ini

Related Posts

Bahlil gaspol konversi 120 juta motor ke listrik tapi kesiapan infrastruktur masih bikin orang ragu

Bahlil Ungkap Rencana Storage Minyak ASEAN, Sumatera Disiapkan Jadi Pusat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Negara negara ASEAN mulai memperkuat kerja sama sektor energi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan storage...

Ramai Tagihan Listrik Naik, Bahlil dan PLN Bantah Ada Kenaikan Tarif

Ramai Tagihan Listrik Naik, Bahlil dan PLN Bantah Ada Kenaikan Tarif

by Hidayat Taufik
May 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, merespons keluhan warga soal tagihan listrik yang meningkat. Ia menegaskan pemerintah belum menaikkan...

Pemerintah Kembangkan CNG Pengganti LPG 3 Kg, Ini Penjelasannya

Pemerintah Kembangkan CNG Pengganti LPG 3 Kg, Ini Penjelasannya

by Desti Dwi Natasya
May 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah tengah mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg. Langkah ini disampaikan oleh Bahlil...

Mulai 4 Mei 2026, Harga BBM Pertamina Naik, Dex Jadi Rp27.900 per Liter

Mulai 4 Mei 2026, Harga BBM Pertamina Naik, Dex Jadi Rp27.900 per Liter

by Hidayat Taufik
May 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi mulai Senin, 4 Mei 2026. Kebijakan ini berlaku di berbagai wilayah Indonesia....

RUPST Bank Mandiri Setujui Dividen Jumbo, Buyback, dan Perombakan Pengurus

RUPST Bank Mandiri Setujui Dividen Jumbo, Buyback, dan Perombakan Pengurus

by Dwi Natasya
April 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri menyetujui pembagian dividen sebesar Rp44,47 triliun. Keputusan ini diambil dalam RUPST sebagai bagian dari kinerja solid...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Koelnmesse dan AMARA Expo Dirikan PT Nine Koeln Indonesia

Koelnmesse dan AMARA Expo Dirikan PT Nine Koeln Indonesia

May 16, 2026
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niat Arab dan Artinya

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Niat Arab dan Artinya

May 16, 2026
Timwas DPR Pantau Pelayanan Jemaah Haji di Makkah dan Madinah

Timwas DPR Pantau Pelayanan Jemaah Haji di Makkah dan Madinah

May 16, 2026
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
FIFA Umumkan Lisa BLACKPINK Akan Meriahkan Opening Piala Dunia 2026

FIFA Umumkan Lisa BLACKPINK Akan Meriahkan Opening Piala Dunia 2026

May 17, 2026
Arus Keluar Jabotabek Capai 487 Ribu Kendaraan Selama Libur Panjang 2026

Arus Keluar Jabotabek Capai 487 Ribu Kendaraan Selama Libur Panjang 2026

May 16, 2026
Polisi Amankan 11 Anggota Jaringan Narkoba Samarinda, Langsung Dibawa ke Jakarta

Polisi Amankan 11 Anggota Jaringan Narkoba Samarinda, Langsung Dibawa ke Jakarta

May 16, 2026
Trump Terapkan Prosedur Ketat, Semua Barang dari China Dibuang Sebelum Pulang

Trump Terapkan Prosedur Ketat, Semua Barang dari China Dibuang Sebelum Pulang

May 16, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved