• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kinerja Campuran Emiten LQ45 Kuartal I-2025: Perbankan Tumbuh, Energi Tertekan

Saeful Imam by Saeful Imam
May 5, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
IHSG Turun Tipis di Awal Perdagangan, IDX Transportasi dan Logistik Menguat

Laba Perbankan Naik, Energi dan Tambang Terpukul di LQ45

JAKARTA, COBISNIS.COM – Mayoritas emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 telah merilis laporan keuangan kuartal I-2025. Namun, tidak semua mencatatkan hasil menggembirakan. Beberapa emiten, khususnya dari sektor energi dan pertambangan, justru mengalami penurunan kinerja, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Data dari Kontan menunjukkan bahwa emiten sektor energi dan pertambangan dalam LQ45 mayoritas mengalami pelemahan. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), misalnya, mencatat penurunan pendapatan sebesar 22,33% secara tahunan menjadi US$ 381,62 juta, dan laba bersihnya turun 52,27% menjadi US$ 76,70 juta.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mengalami penurunan laba bersih sebesar 50,50% secara tahunan menjadi Rp 391,45 miliar. Meskipun demikian, pendapatan PTBA justru naik tipis sebesar 5,84% menjadi Rp 9,96 triliun.

Di sisi lain, sektor perbankan menunjukkan hasil lebih baik. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 14,1 triliun, naik 9,80% dari tahun sebelumnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatat kenaikan laba sebesar 3,94% menjadi Rp 13,20 triliun.

Namun, tidak semua bank mengalami peningkatan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) justru mengalami penurunan laba bersih sebesar 13,92% menjadi Rp 13,67 triliun.

Sektor barang konsumsi cepat saji (FMCG) dan ritel menunjukkan performa yang cukup positif. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sama-sama membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih dua digit di kuartal I-2025.

INDF mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,20% menjadi Rp 2,72 triliun, sedangkan ICBP mencatatkan kenaikan laba sebesar 12,95% menjadi Rp 2,65 triliun. Namun, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan kinerja dengan pendapatan turun 6,09% dan laba bersih anjlok 14,60%.

Emiten ritel dari Grup MAP juga menunjukkan kinerja positif. PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) mencatat kenaikan laba bersih 14,07%, sedangkan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) tumbuh 20,81%. Pendapatan keduanya juga meningkat masing-masing 5,82% dan 16,95%.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart, mencatat pertumbuhan pendapatan 11,75% menjadi Rp 32,77 triliun dan kenaikan laba 9,52% menjadi Rp 975,11 miliar.

Sementara itu, sektor telekomunikasi belum menunjukkan perbaikan. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat penurunan pendapatan sebesar 2,11% dan laba bersih turun 4,01% menjadi Rp 5,81 triliun.

CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo, menyampaikan bahwa kinerja emiten LQ45 masih dalam tekanan, meskipun masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Menurutnya, harga komoditas yang melemah serta nilai tukar rupiah yang lemah turut memperkecil margin keuntungan, terutama di sektor energi.

Faktor global seperti kebijakan tarif Amerika Serikat dan pelemahan daya beli di dalam negeri juga menjadi tantangan. VP Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menambahkan bahwa depresiasi rupiah dan tingginya suku bunga turut menambah beban emiten.

Audi menilai bahwa performa keuangan emiten memiliki pengaruh terhadap harga sahamnya. Ia menyebut sektor perbankan mengalami capital outflow terbesar, yang berdampak langsung pada indeks LQ45 karena bobot sektor ini cukup besar.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menyampaikan bahwa rilis laporan keuangan bisa menimbulkan fluktuasi harga saham dalam jangka pendek. Namun, pengaruh terhadap IHSG harus dilihat secara menyeluruh, karena ada beberapa emiten besar seperti ANTM dan BBCA yang mencatat pertumbuhan dan menyeimbangkan kinerja indeks.

Ekky juga menyebut valuasi IHSG saat ini relatif murah dan menyentuh level seperti saat pandemi. Oleh karena itu, tekanan dari laporan keuangan kuartal I-2025 diperkirakan hanya bersifat sementara, dan kinerja emiten LQ45 ke depan akan sangat bergantung pada situasi makroekonomi.

Tags: EnergiLQ45perbankansaham hari ini

Related Posts

Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang nasabah MNC Bank menangis setelah mengetahui surat berharga dan mata uang asing miliknya yang disimpan di...

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 11 bank telah ditutup sepanjang 2026 hingga Agustus. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai pencabutan izin...

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Ungkap Daftarnya

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Ungkap Daftarnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat sebanyak 11 bank telah dicabut izin usahanya hingga Agustus 2026. Seluruh...

Indonesia dan Thailand Sepakat Genjot Perdagangan hingga Rp360 Triliun

Indonesia dan Thailand Sepakat Genjot Perdagangan hingga Rp360 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai US$20 miliar atau...

Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

by Hidayat Taufik
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang efektif mulai 1...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

ASABRI Perkuat Layanan Peserta di Bulan Dana Pensiun 2026

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

Pokémon Siapkan Kolaborasi Wayang hingga Pokémon RUN

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

September 15, 2026
Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved