JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang ustaz membagikan pengalaman saat menghadapi masalah ekonomi hingga hampir menutup restoran yang dikelolanya. Ia mengaku sempat mendapat berbagai tawaran pinjaman berbunga, namun memilih menolaknya.
Dalam video yang diunggah di YouTube, ia mengatakan restoran tersebut telah berjalan selama dua tahun delapan bulan. Namun, pendapatan yang diperoleh tidak mampu menutup biaya sewa dan service charge restoran yang berada di dalam mal.
Kondisi tersebut membuatnya merasa restoran yang dikelola hampir tiga tahun itu tidak memberikan keuntungan. Ia bahkan sempat berpikir untuk menjual restoran karena tidak memiliki dana untuk mempertahankan operasionalnya.
Situasi semakin sulit setelah restoran berhenti beroperasi selama sekitar tiga bulan. Ia juga menghadapi tunggakan sewa sekitar Rp168 juta dan khawatir tempat usaha tersebut dibongkar karena tidak kunjung beroperasi.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah tawaran pinjaman berbunga mulai masuk melalui ponselnya. Nilainya disebut berkisar Rp250 juta hingga Rp750 juta, tetapi seluruh tawaran tersebut ia tolak.
“Godaan luar biasa, ada pinjaman yang berbunga, ada yang begini, ada yang begitu. Tetap saya tolak, saya komitmen,” ujarnya, dikutip dari kanal Youtube MuslimClips, Kamis (20/08/2026).
Ia kemudian memilih mencari jalan keluar dengan berdoa dan menawarkan kesempatan investasi kepada orang yang dikenalnya. Hingga suatu hari, seorang jemaah asal Indonesia yang tinggal di Paris datang menghadiri pengajiannya.
Jemaah tersebut sebelumnya memang kerap mengikuti berbagai program sosial yang dijalankan sang ustaz. Saat berbincang, ia mengetahui kondisi restoran dan kebutuhan dana untuk kembali menjalankan usaha.
Ustaz tersebut menyebut kebutuhan awalnya sekitar Rp250 juta. Jemaah itu kemudian mengatakan akan membicarakan rencana tersebut bersama istrinya setelah kembali ke Paris.
Tidak lama kemudian, jemaah tersebut mengirim pesan dan menyatakan kesediaannya mengirim Rp250 juta untuk modal usaha. “Selesai musyawarah sama istri saya, saya akan transfer ke Ustaz dengan jumlah Rp250 juta supaya bisa bergulir,” katanya.
Namun, rencana membuka kembali restoran di lokasi lama ternyata tidak dapat dilakukan karena tempat tersebut sudah tidak bisa digunakan setelah tiga bulan vakum. Ia akhirnya kembali mencari lokasi baru untuk menjalankan usaha.
Ustaz tersebut kemudian menemukan ruko tiga lantai di kawasan Condet yang sebelumnya digunakan untuk usaha perjalanan haji dan umrah. Lokasi itu dinilai sesuai dengan kebutuhan usaha dan dana yang tersedia.
Cerita tersebut kembali berlanjut ketika ia menghubungi jemaah yang berada di Paris. Dari pembicaraan itu, jemaah tersebut kembali berdiskusi dengan istrinya dan menyatakan memiliki dana Rp650 juta untuk bergabung dalam usaha tersebut.
“Besok di SMS lagi ke saya, Ustaz saya sudah musyawarah dengan istri saya, saya punya dana cukup Rp650 juta. Kami yang pegang semua saham itu,” ujarnya.
Menurut penuturannya, dana tersebut kemudian ditransfer dengan dasar kepercayaan meski hubungan keduanya tidak dekat. Ia menyebut pengalaman itu sebagai pelajaran bahwa jalan keluar dari masalah bisa datang dari arah yang tidak disangka.
“Saya melihat Allah berikan jalan keluar yang sangat dimudahkan. Yang penting nikmati prosesnya dan yakin kepada Allah semata,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya tetap berusaha dan tidak mengambil tawaran yang dianggap bertentangan dengan prinsipnya. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat untuk tetap sabar menjalani proses dan tidak khawatir berlebihan mengenai rezeki.












