• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, February 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Ketakutan Dan Kebingungan Melanda Desa Nigeria Usai Serangan AS, Warga Sebut Tak Ada Riwayat ISIS

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 28, 2025
in News
0
Ketakutan Dan Kebingungan Melanda Desa Nigeria Usai Serangan AS, Warga Sebut Tak Ada Riwayat ISIS

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketakutan dan kebingungan menyelimuti warga Desa Jabo di Nigeria barat laut setelah serpihan rudal yang ditembakkan Amerika Serikat jatuh hanya beberapa meter dari satu-satunya fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Insiden itu terjadi sehari setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang diklaim menargetkan militan ISIS.

Suleiman Kagara, warga Desa Jabo yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan menggantungkan hidup dari pertanian di Distrik Tambuwal, Negara Bagian Sokoto mendengar ledakan keras sekitar pukul 22.00 waktu setempat pada Kamis malam. Ia melihat cahaya api saat sebuah proyektil melintas di udara sebelum akhirnya jatuh dan meledak di tanah.

“Kami tidak bisa tidur semalaman. Kami belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya,” ujar Kagara.

Saat itu, Kagara tidak menyadari bahwa yang ia saksikan merupakan bagian dari serangan Amerika Serikat yang kemudian oleh Presiden Donald Trump disebut sebagai “hadiah Natal” bagi para teroris. Tak lama setelah kejadian di Jabo, Trump mengumumkan bahwa AS telah melakukan serangan “kuat dan mematikan” terhadap militan ISIS di wilayah tersebut. Ia menuduh kelompok itu telah “menargetkan dan membunuh secara kejam, terutama warga Kristen yang tidak bersalah, pada tingkat yang belum pernah terlihat selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad.”

Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM) menyatakan bahwa operasi tersebut berhasil melumpuhkan sejumlah militan ISIS. Namun, penjelasan itu justru menimbulkan kebingungan di kalangan warga Jabo.

Meski beberapa wilayah di Sokoto memang menghadapi masalah banditisme, penculikan, serta serangan kelompok bersenjata seperti Lakurawa yang diklasifikasikan Nigeria sebagai organisasi teroris karena dugaan afiliasi dengan ISIS warga menegaskan bahwa Jabo tidak dikenal sebagai basis aktivitas teroris. Mereka juga menekankan bahwa warga Kristen hidup berdampingan secara damai dengan mayoritas Muslim.

“Di Jabo, kami menganggap umat Kristen sebagai saudara. Kami tidak punya konflik agama, jadi kami tidak pernah menduga hal seperti ini akan terjadi,” kata Kagara.

Bashar Isah Jabo, anggota parlemen Negara Bagian Sokoto yang mewakili Distrik Tambuwal, menggambarkan Jabo sebagai “komunitas yang damai” dan menegaskan tidak ada riwayat keberadaan ISIS, Lakurawa, atau kelompok teroris lain di wilayah tersebut. Ia mengatakan proyektil itu jatuh di sebuah ladang sekitar 500 meter dari Pusat Kesehatan Primer desa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden itu memicu kepanikan di masyarakat.

Kementerian Informasi Nigeria kemudian menyatakan bahwa pemerintah Nigeria, bekerja sama dengan Amerika Serikat, telah melakukan “operasi serangan presisi” yang menargetkan tempat persembunyian ISIS di hutan Distrik Tangaza, Sokoto. Namun, kementerian juga mengakui bahwa serpihan amunisi jatuh di Jabo dan satu wilayah lain di Negara Bagian Kwara, meskipun dipastikan tidak ada korban sipil.

Serangan ini menyusul pernyataan berulang Trump terkait ancaman terhadap umat Kristen di Nigeria, yang mendorongnya memerintahkan Pentagon untuk menyiapkan kemungkinan aksi militer. Menteri Luar Negeri Nigeria, Yusuf Tuggar, mengatakan kepada CNN bahwa ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelum serangan dilakukan, dan Presiden Nigeria Bola Tinubu telah memberikan persetujuan.

Meski demikian, Tuggar menegaskan bahwa operasi tersebut tidak bermotif agama, melainkan bertujuan melindungi warga sipil di kawasan tersebut. Para analis menilai bahwa persoalan keamanan di Nigeria dipicu oleh berbagai faktor, termasuk konflik etnis dan komunal, serta persaingan antara petani dan penggembala terkait sumber daya lahan dan air yang semakin terbatas.

Penasihat senior International Crisis Group, Nnamdi Obasi, mengatakan bahwa meskipun serangan udara AS dapat melemahkan beberapa kelompok bersenjata dan menandai eskalasi signifikan, langkah tersebut kecil kemungkinan menghentikan kekerasan kompleks yang terjadi di berbagai wilayah Nigeria, yang sebagian besar dipicu oleh kegagalan tata kelola pemerintahan.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download huawei firmware
Premium WordPress Themes Download
free online course
Tags: cobisnis.comISISNigeriaSeranganAmerika

Related Posts

Indonesia Kutuk Serangan Israel di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Indonesia Kutuk Serangan Israel di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

by Hidayat Taufik
February 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras serangan Israel ke Jalur Gaza yang terjadi saat...

Polisi Tetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan di Tangerang

Polisi Tetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan di Tangerang

by Hidayat Taufik
February 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan yang terjadi di wilayah Tangerang....

BSI Resmi Hadirkan Hasanah Card Contactless, Transaksi Lebih Cepat dan Aman

BSI Resmi Hadirkan Hasanah Card Contactless, Transaksi Lebih Cepat dan Aman

by Dwi Natasya
February 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat transformasi digital layanan perbankan syariah dengan meluncurkan fitur terbaru BSI Hasanah...

Riza Chalid Masuk Red Notice Interpol, Ditetapkan sebagai Buronan Internasional

Riza Chalid Masuk Red Notice Interpol, Ditetapkan sebagai Buronan Internasional

by Hidayat Taufik
February 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kepolisian Republik Indonesia melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri mengonfirmasi bahwa Mohammad Riza Chalid (MRC) kini berstatus...

NBA Jatuhkan Sanksi Larangan 25 Gim Kepada Paul George Akibat Pelanggaran Kebijakan Anti-Narkoba

NBA Jatuhkan Sanksi Larangan 25 Gim Kepada Paul George Akibat Pelanggaran Kebijakan Anti-Narkoba

by Zahra Zahwa
February 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – NBA resmi menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 25 pertandingan kepada bintang Philadelphia 76ers, Paul George, karena melanggar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

January 30, 2026
Guncangan Kuat Gempa M 7,2 di Nias Barat Dirasakan Masyarakat Sumbar dan Sumut

BMKG Mutakhirkan Gempa Nias Barat Jadi M 6.7 dan Ada Gempa Susulan M 5.2

May 14, 2021
Pemerintah Perbolehkan Freeport Indonesia Ekspor Konsentrat setelah Juni 2023

Perpanjangan IUPK Freeport Rampung Sebelum Pemerintahan Baru

July 12, 2024
Dino Patti Djalal: Indonesia Tak Perlu Bayar Rp 16 Triliun, Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza Sudah Lebih dari Cukup

Dino Patti Djalal: Indonesia Tak Perlu Bayar Rp 16 Triliun, Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza Sudah Lebih dari Cukup

January 31, 2026
Indonesia Kutuk Serangan Israel di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Indonesia Kutuk Serangan Israel di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

February 1, 2026
Polisi Tetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan di Tangerang

Polisi Tetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan di Tangerang

February 1, 2026
BSI Resmi Hadirkan Hasanah Card Contactless, Transaksi Lebih Cepat dan Aman

BSI Resmi Hadirkan Hasanah Card Contactless, Transaksi Lebih Cepat dan Aman

February 1, 2026
Riza Chalid Masuk Red Notice Interpol, Ditetapkan sebagai Buronan Internasional

Riza Chalid Masuk Red Notice Interpol, Ditetapkan sebagai Buronan Internasional

February 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved