• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Kasus Virus Nipah di Bengala Barat Meningkat, WHO Ungkap Tujuh Fakta Penting

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
February 3, 2026
in Nasional
0
Perlukah Waspada? Super Flu Subclade K Disebut Bukan Ancaman Pandemi Baru

JAKARTA, Cobisnis.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terbaru Disease Outbreak News (DONs) terkait kemunculan kembali kasus infeksi virus Nipah di Bengala Barat, India. Laporan yang diterbitkan pada 30 Januari 2026 itu memuat tujuh temuan utama yang kini menjadi perhatian serius komunitas kesehatan global.

Pakar Kesehatan dari Universitas Griffith Australia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa kasus virus Nipah di India secara resmi telah masuk dalam laporan DONs WHO. Menurutnya, tujuh poin yang disampaikan WHO penting untuk dipahami sebagai dasar penanggulangan penyakit menular tersebut.

“Per 30 Januari 2026, kejadian infeksi virus Nipah di Bengala Barat telah masuk dalam laporan DONs WHO. Ada tujuh hal penting yang disampaikan WHO terkait kasus ini dan perlu diketahui bersama untuk upaya pengendalian,” ujar Prof. Tjandra di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, dua kasus terbaru melibatkan tenaga kesehatan, yakni seorang perawat pria dan seorang perawat wanita berusia antara 20 hingga 30 tahun yang bekerja di rumah sakit swasta di wilayah Barasat. Keduanya mulai mengalami gejala berat pada akhir Desember 2025 dan baru dipastikan positif virus Nipah setelah menjalani pemeriksaan laboratorium lanjutan pada Januari 2026.

Prof. Tjandra, yang juga pernah menjabat Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, menyoroti peran India National Institute of Virology dalam proses identifikasi virus tersebut. Ia menyebut lembaga tersebut memiliki reputasi yang sangat baik dalam penanganan penyakit menular dan berharap Indonesia dapat memiliki institusi serupa.

Kondisi kedua pasien hingga kini masih menjadi perhatian. Perawat perempuan dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang ICU dengan bantuan ventilator. Sementara itu, perawat pria mengalami gangguan neurologis berat, meskipun secara bertahap menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan setempat belum berhasil mengungkap sumber awal penularan virus Nipah yang menginfeksi kedua tenaga medis tersebut. Ketidakjelasan asal penularan ini dinilai menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian kasus.

“Selama sumber penularan awal belum diketahui, penanganan kasus ini belum bisa dikatakan sepenuhnya tuntas,” tegas Prof. Tjandra.

WHO sendiri menilai risiko kesehatan akibat kasus virus Nipah ini masih berada pada tingkat rendah, baik secara regional maupun global. Meski demikian, virus Nipah tetap dimasukkan dalam daftar patogen prioritas dunia. Langkah tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan alat deteksi, pengobatan, serta langkah-langkah medis antisipatif guna menghadapi potensi wabah di masa mendatang.

Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: Bengala Baratcobisnis.comindiaVirus NipahWHO

Related Posts

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah campak di Bangladesh kembali menjadi perhatian setelah menewaskan puluhan anak sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, wabah...

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

by Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program KUR Syariah BSI menunjukkan akselerasi signifikan di awal tahun dengan penyaluran mencapai Rp1,65 triliun. Pembiayaan tersebut telah...

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

by Zahra Zahwa
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Keputusan Colorado larang penangkapan yang hanya memakai hasil tes narkoba cepat kini menjadi perhatian nasional di United...

72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Pramono Sebut Hampir Semua Sudah Pulih

72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Pramono Sebut Hampir Semua Sudah Pulih

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keracunan MBG di Jakarta Timur menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Oleh karena itu,...

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Tolak Kekerasan dan Dominasi

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Tolak Kekerasan dan Dominasi

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Paus Leo XIV serukan perdamaian dunia di tengah konflik global yang terus meningkat. Oleh karena itu, paus leo...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

April 6, 2026
Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

April 6, 2026
ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

April 6, 2026
Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved