• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Kapal Selam AS Kalah Jumlah di Pasifik, Korea Selatan Siapkan Rencana untuk Membantu

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 22, 2025
in Teknologi
0
Kapal Selam AS Kalah Jumlah di Pasifik, Korea Selatan Siapkan Rencana untuk Membantu

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat menghadapi tantangan serius di bawah laut kawasan Indo-Pasifik, di mana jumlah kapal selamnya kalah dibandingkan rival regional. Korea Selatan kini muncul dengan sebuah rencana ambisius: bergabung ke jajaran elite negara pemilik kapal selam bertenaga nuklir, sekaligus membantu meringankan beban Angkatan Laut AS di kawasan strategis tersebut.

Dengan restu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Korea Selatan berpeluang menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir, menyusul Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan India. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi saling menguntungkan. Seoul bisa meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bawah laut Korea Utara dan China, sementara AS dapat mengalihkan kapal selam serang bertenaga nuklirnya ke titik panas lain seperti Laut China Selatan dan perairan sekitar Taiwan.

“Bagi Korea Selatan, ini akan menjadi pengubah permainan dalam menghadapi ancaman bawah laut Korea Utara,” ujar Yu Jihoon, peneliti di Korea Institute for Defense Analyses sekaligus mantan perwira kapal selam Angkatan Laut Korea Selatan.

Kapal selam bertenaga nuklir memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kapal selam diesel-listrik, seperti kemampuan menyelam dalam waktu sangat lama, kecepatan lebih tinggi, serta tingkat kebisingan yang lebih rendah. Namun, ambisi ini bukan tanpa hambatan. Selama puluhan tahun, Korea Selatan terikat perjanjian nuklir dengan AS yang melarangnya memproses ulang bahan bakar nuklir bekas, meski secara teknologi mampu melakukannya.

Isu tersebut mencuat ke publik ketika Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara terbuka meminta Presiden Trump mencabut larangan tersebut dalam pertemuan Oktober lalu. Sehari setelahnya, Trump menyatakan persetujuannya melalui Truth Social, menyebut bahwa Korea Selatan diizinkan membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk menggantikan armada diesel yang dinilai kurang lincah.

Lee menegaskan, langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelacakan kapal selam China dan Korea Utara, sekaligus “mengurangi beban signifikan bagi pasukan AS” di sekitar Semenanjung Korea.

Dari sisi AS, kebutuhan bantuan memang nyata. Data Angkatan Laut AS menunjukkan bahwa per Juli 2025, AS hanya memiliki 49 kapal selam serang yang harus mencakup seluruh lautan dunia. Sementara itu, ratusan kapal selam asing terutama milik China, Rusia, dan Korea Utara beroperasi di kawasan Indo-Pasifik.

Meski para pejabat Korea Selatan menyatakan negaranya sudah memiliki kemampuan teknis membangun kapal selam besar, tantangan terbesar ada pada lokasi produksi dan transfer teknologi. Trump sempat menyebut pembangunan akan dilakukan di galangan kapal Philadelphia yang baru diakuisisi perusahaan Korea Selatan, Hanwha. Namun, Seoul menekankan keinginan agar pembangunan dilakukan di dalam negeri demi transfer teknologi dan dampak industri nasional.

Para ahli memperkirakan, meskipun mendapat persetujuan politik, Korea Selatan masih membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk benar-benar mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Proses ini juga berpotensi memicu perlombaan senjata di kawasan, terutama dengan reaksi keras dari Korea Utara dan kekhawatiran China terkait stabilitas regional.

Meski demikian, Seoul menilai langkah ini krusial untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Timur. Dengan ancaman bawah laut yang terus berkembang, rencana Korea Selatan berpotensi menjadi faktor penentu dalam dinamika keamanan Pasifik di masa depan.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download redmi firmware
Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: cobisnis.comKapalSelamNuklirKeamananPasifikMiliterKoreaSelatan

Related Posts

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keterlibatan Le Minerale dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung pada 29 Oktober 2026 menjadi perbincangan di...

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan gedung baru SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat...

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mulai mematangkan pembahasan mengenai kemungkinan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mengembangkan usaha di sektor...

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sosok pria beralmamater Universitas Dian Nusantara (Undira) yang hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 bersama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

October 29, 2026
Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

October 30, 2026
Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

October 30, 2026
Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Bahlil Klaim Indonesia Tak Langgar Kontrak

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Bahlil Klaim Indonesia Tak Langgar Kontrak

October 30, 2026
OJK Respons Penilaian MSCI, Reformasi Pasar Modal Indonesia Terus Dipercepat

Kasus Dana PT DSI Berlanjut, OJK Telusuri Aset Pemegang Saham dan Pengurus

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Pecat 33 Pejabat Tinggi dalam Pembersihan Besar-besaran

October 30, 2026
Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Tuduh Filipina Halangi Menteri Pertahanan Hadiri Pertemuan ASEAN

October 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved