• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, June 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Kapal Selam AS Kalah Jumlah di Pasifik, Korea Selatan Siapkan Rencana untuk Membantu

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 22, 2025
in Teknologi
0
Kapal Selam AS Kalah Jumlah di Pasifik, Korea Selatan Siapkan Rencana untuk Membantu

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat menghadapi tantangan serius di bawah laut kawasan Indo-Pasifik, di mana jumlah kapal selamnya kalah dibandingkan rival regional. Korea Selatan kini muncul dengan sebuah rencana ambisius: bergabung ke jajaran elite negara pemilik kapal selam bertenaga nuklir, sekaligus membantu meringankan beban Angkatan Laut AS di kawasan strategis tersebut.

Dengan restu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Korea Selatan berpeluang menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir, menyusul Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan India. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi saling menguntungkan. Seoul bisa meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bawah laut Korea Utara dan China, sementara AS dapat mengalihkan kapal selam serang bertenaga nuklirnya ke titik panas lain seperti Laut China Selatan dan perairan sekitar Taiwan.

“Bagi Korea Selatan, ini akan menjadi pengubah permainan dalam menghadapi ancaman bawah laut Korea Utara,” ujar Yu Jihoon, peneliti di Korea Institute for Defense Analyses sekaligus mantan perwira kapal selam Angkatan Laut Korea Selatan.

Kapal selam bertenaga nuklir memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kapal selam diesel-listrik, seperti kemampuan menyelam dalam waktu sangat lama, kecepatan lebih tinggi, serta tingkat kebisingan yang lebih rendah. Namun, ambisi ini bukan tanpa hambatan. Selama puluhan tahun, Korea Selatan terikat perjanjian nuklir dengan AS yang melarangnya memproses ulang bahan bakar nuklir bekas, meski secara teknologi mampu melakukannya.

Isu tersebut mencuat ke publik ketika Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara terbuka meminta Presiden Trump mencabut larangan tersebut dalam pertemuan Oktober lalu. Sehari setelahnya, Trump menyatakan persetujuannya melalui Truth Social, menyebut bahwa Korea Selatan diizinkan membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk menggantikan armada diesel yang dinilai kurang lincah.

Lee menegaskan, langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelacakan kapal selam China dan Korea Utara, sekaligus “mengurangi beban signifikan bagi pasukan AS” di sekitar Semenanjung Korea.

Dari sisi AS, kebutuhan bantuan memang nyata. Data Angkatan Laut AS menunjukkan bahwa per Juli 2025, AS hanya memiliki 49 kapal selam serang yang harus mencakup seluruh lautan dunia. Sementara itu, ratusan kapal selam asing terutama milik China, Rusia, dan Korea Utara beroperasi di kawasan Indo-Pasifik.

Meski para pejabat Korea Selatan menyatakan negaranya sudah memiliki kemampuan teknis membangun kapal selam besar, tantangan terbesar ada pada lokasi produksi dan transfer teknologi. Trump sempat menyebut pembangunan akan dilakukan di galangan kapal Philadelphia yang baru diakuisisi perusahaan Korea Selatan, Hanwha. Namun, Seoul menekankan keinginan agar pembangunan dilakukan di dalam negeri demi transfer teknologi dan dampak industri nasional.

Para ahli memperkirakan, meskipun mendapat persetujuan politik, Korea Selatan masih membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk benar-benar mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Proses ini juga berpotensi memicu perlombaan senjata di kawasan, terutama dengan reaksi keras dari Korea Utara dan kekhawatiran China terkait stabilitas regional.

Meski demikian, Seoul menilai langkah ini krusial untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Timur. Dengan ancaman bawah laut yang terus berkembang, rencana Korea Selatan berpotensi menjadi faktor penentu dalam dinamika keamanan Pasifik di masa depan.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download xiomi firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
Tags: cobisnis.comKapalSelamNuklirKeamananPasifikMiliterKoreaSelatan

Related Posts

Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Harga BBM di Malaysia Turun per 1 Juli, Ini Rinciannya

by Desti Dwi Natasya
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar bersubsidi yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut...

Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

by Rizki Meirino
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar meluncurkan program SIGAP (Satu...

Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

by Zahra Zahwa
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chris Evert mengumumkan tidak akan menghadiri Wimbledon 2026 setelah kanker ovarium yang dideritanya kembali kambuh. Kondisi tersebut...

Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Song Hye Kyo Siapkan Langkah Baru Usai Berpisah dengan UAA

by Desti Dwi Natasya
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Korea Selatan Song Hye Kyo dikabarkan akan memulai babak baru dalam perjalanan kariernya setelah mengakhiri kerja...

Gerindra Respons Dukungan Jokowi untuk Prabowo-Gibran Dua Periode, Pemerintah Fokus Kerja pada 2026

Gerindra Respons Dukungan Jokowi untuk Prabowo-Gibran Dua Periode, Pemerintah Fokus Kerja pada 2026

by Hidayat Taufik
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Partai Gerindra merespons pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

June 25, 2026
SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

June 25, 2026
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Bridgestone Indonesia Raih Sertifikat AEO dari Bea Cukai, Perkuat Daya Saing Global

Bridgestone Indonesia Raih Sertifikat AEO dari Bea Cukai, Perkuat Daya Saing Global

June 25, 2026
Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Harga BBM di Malaysia Turun per 1 Juli, Ini Rinciannya

June 26, 2026
Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

June 26, 2026
Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

June 26, 2026
Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Song Hye Kyo Siapkan Langkah Baru Usai Berpisah dengan UAA

June 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved