• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Startup Center

Kampung Coklat UMKM Binaan BRI dari Blitar Menuju Global

Gilang Praditya by Gilang Praditya
December 10, 2020
in Startup Center
0
Kampung Coklat UMKM Binaan BRI dari Blitar Menuju Global

Cobisnis.com – Berawal dari keinginan untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para petani kakao di Indonesia, Kampung Coklat kini menjelma menjadi produsen produk cokelat lokal yang mengincar pasar ekspor. Kampung Coklat merupakan salah satu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan BRI di Blitar, Jawa Timur.

Kampung Coklat menjadi satu dari 400 UMKM terpilih hasil seleksi ketat yang diikutsertakan dalam pameran BRI UMKM EXPO[RT] BRILIANPRENEUR 2020, sebuah expo yang diselenggarakan oleh BRI untuk memberdayakan dan mengembangkan UMKM di industri kreatif yang berorientasi ekspor. Kegiatan ini dimulai 1–15 Desember 2020, dengan puncak acara yang akan berlangsung pada 10–13 Desember 2020.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Kampung Coklat Blitar, Akhsin Al Fata mengungkapkan cikal bakal bisnis Kampung Coklat berawal dari budidaya kakao, lalu pada 2013 memutuskan untuk memproduksi sendiri produk cokelat lokal.

“Kita ini (Indonesia) produsen kakao terbesar ketiga di dunia, sayangnya negara lain yang mengklaim punya produk cokelat lezat, seperti Swiss, Belgia dan lainnya. Kami gemas melihat, selama ini hanya menghasilkan raw material saja. Di situlah kita tergelitik untuk memproduksi produk lokal, sembari memberikan value yang lebih banyak kepada para petani,” ujar Akhsin dalam talkshow BRI UMKM EXPO[RT] BRILIANPRENEUR 2020, Rabu (2/12).

Kampung Coklat saat ini memiliki tiga core business. Pertama, bisnis trading (jual beli) raw material cokelat. Kedua, memproduksi produk cokelat, mulai dari cokelat bubuk, cokelat bar, dan candydengan berbagai varian rasa. Produk cokelat yang khas dari Kampung Coklat adalah cokelat crispy. Produk ini memadukan opak gambir atau kue semprong yang dihancurkan menjadi remah-remah, lalu dipadukan dengan cokelat.

Core business ketiga dari Kampung Coklat adalah wisata edukasi berbasis cokelat yang dilengkapi dengan akomodasi, wahana permainan anak dan fasilitas penunjang lainnya. Menurut Akhsin, pengembangan wisata edukasi berbasis cokelat yang dikembangkan merupakan strategi pemasaran yang ditempuh Kampung Coklat, sembari terus mengembangkan produk cokelat. Luas area wisata edukasi yang dikelola mencapai 3,8 hektar.

Kebutuhan kakao sebagai bahan mentah produksi cokelat dipasok dari berbagai daerah di Tanah Air seperti Madiun, Gunung Kidul (Yogyakarta), dan Batang (Pekalongan). Dengan memproduksi sendiri produk cokelat, pihaknya berharap semakin banyak pengusaha di dalam negeri yang terinspirasi untuk memproduksi produk cokelat, lanjut Akhsin.

Harapannya, secara bersama-sama dapat mengedukasi pasar bahwa kalau berbicara cokelat tidak lagi merujuk ke Swiss atau Belgia, tetapi Indonesia. “Raw material kita (Indonesia) masih banyak sekali yang belum terserap di dalam negeri untuk diproduksi secara lokal.”

Merebaknya pandemi Covid-19, diakui oleh Akhsin, menjadi momentum bagi Kampung Coklat untuk terus melakukan pengembangan, sehingga ke depan diharapkan produk yang dihasilkan dapat dijual di pasar nasional dan internasional.

Saat ini, Kampung Coklat masuk dalam tahap business matching untuk menggarap pasar ekspor ke sejumlah negara. Untuk menggarap pasar ekspor, Kampung Coklat telah melakukan business matching ke Azerbaijan dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah termasuk Mesir.

Akhsin mengakui untuk menembus pasar internasional ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha, salah satunya regulasi yang berbeda-beda di setiap negara.

“Bicara cokelat, kita masih dikomparasikan dengan produk asal Eropa. Di situlah kita bisa menyakinkan bahwa cokelat yang kita produksi sangat dekat dengan sumber raw material, sehingga minim kontaminasi dan kualitas bahan baku lebih terjaga. Ini valueyang kami tawarkan sehingga memberikan diferensiasi,” jelas Akhsin

Sebagai sebuah produk yang hadir dari lokalitas yang sangat kental, Kampung Coklat melihat bahwa lokal wisdom sebagai kekuatan. Namun, diakui oleh Akhsin, bahwa hal ini masih membutuhkan edukasi ke masyarakat terutama generasi muda betapa produk lokal mengambil peranan penting. Ini menjadi sebuah pekerjaan besar yang menuntut partisipasi seluruh pihak untuk ikut serta mendorong agar masyarakat Indonesia mencintai produk buatan dalam negeri.

“Itu yang kami pikirkan, bagaimana Kampung Coklat akan sustain, dapat terus memberikan manfaat dan semakin dikenang, dan kita akan menjadi salah satu brandyang bisa mendorong Indonesia menjadi bagian dari penghasil cokelat dunia,” tutup Akhsin.

Related Posts

Mahfud MD Tetap Kritis Meski Di Luar Pemerintahan

Mahfud MD Tetap Kritis Meski Di Luar Pemerintahan

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mahfud MD menepis anggapan bahwa sikap kritisnya kepada pemerintah baru muncul setelah dirinya tidak lagi berada dalam...

MEGA SHOW Hong Kong 2026

MEGA SHOW Hong Kong 2026 Siap Hadirkan 3.000 Eksibitor

by Rizki Meirino
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - MEGA SHOW Hong Kong 2026 kembali digelar untuk edisi ke-33 pada Oktober mendatang dengan menghadirkan lebih dari...

Harry Kane Bayern Munich

Kane Prioritaskan Bayern Ketimbang Pulang Inggris

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyerang Bayern Munich sekaligus kapten Timnas Inggris, Harry Kane, mengisyaratkan dirinya masih membuka peluang untuk memperpanjang kontrak...

BNI bantu korban bencana NTT

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Korban Bencana NTT

by Rizki Meirino
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menyalurkan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa...

KPK Temukan Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Silmy

KPK Temukan Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Silmy

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp150 miliar dalam proses penyidikan dugaan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

August 19, 2026
3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

August 19, 2026
Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

August 19, 2026
Netanyahu Bela Serangan Israel ke Suriah, AS Justru Kritik Keras

Netanyahu Bela Serangan Israel ke Suriah, AS Justru Kritik Keras

August 19, 2026
Mahfud MD Tetap Kritis Meski Di Luar Pemerintahan

Mahfud MD Tetap Kritis Meski Di Luar Pemerintahan

August 20, 2026
MEGA SHOW Hong Kong 2026

MEGA SHOW Hong Kong 2026 Siap Hadirkan 3.000 Eksibitor

August 20, 2026
Harry Kane Bayern Munich

Kane Prioritaskan Bayern Ketimbang Pulang Inggris

August 20, 2026
BNI bantu korban bencana NTT

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Korban Bencana NTT

August 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved