• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Kamper Barus Buka Jalur Dagang Arab dan Awal Islamisasi di Sumatra

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
February 22, 2026
in Nasional
0
Raja Salman Kucurkan Rp 13 Triliun untuk Bantuan Ramadan, Kepala Keluarga Terima 1.000 Riyal

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejak berabad-abad lalu, para pedagang Arab tercatat datang ke Nusantara untuk mencari tanaman yang disebut dalam Al-Quran, yakni kafur atau kamper. Tanaman ini diyakini sebagai salah satu bahan yang disebut dalam Surah Al-Insan ayat 5, yang menggambarkan minuman bercampur air kafur bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

Kafur yang dimaksud bukanlah kapur barus sintetis seperti yang dikenal saat ini. Produk modern tersebut umumnya berasal dari senyawa kimia naphtalene. Sementara kamper yang dimaksud dalam teks klasik merujuk pada pohon bernama latin Dryobalanops aromatica, tanaman beraroma khas yang bernilai tinggi dan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan dan ritual.

Karena bukan tanaman asli Jazirah Arab, para pedagang harus mencarinya hingga ke wilayah timur yang kala itu belum banyak dikenal. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pusat kamper berkualitas tinggi berada di Pulau Sumatra, tepatnya di kawasan Barus yang dahulu dikenal sebagai Fansur.

Arkeolog Edward McKinnon dalam bukunya Ancient Fansur: Aceh’s Atlantis (2013) menyebutkan bahwa jaringan perdagangan kuno membuat bangsa Arab mengetahui lokasi penghasil kamper terbaik tersebut. Barus kemudian dikenal sebagai pelabuhan penting yang mengekspor berbagai komoditas bernilai tinggi.

Sejumlah catatan kuno turut memperkuat hal ini. Ibn Al-Faqih pada tahun 902 M telah menulis tentang Fansur sebagai penghasil kapur barus, cengkih, pala, dan kayu cendana. Sementara Ibn Sa’id al-Maghribi secara spesifik menyebut kamper Sumatra sebagai komoditas unggulan. Bahkan, ahli geografi Romawi Claudius Ptolemy sudah mencatat nama Barus sejak abad ke-1 Masehi.

Sejarawan Claude Guillot dalam buku Barus Seribu Tahun yang Lalu (2008) menjelaskan bahwa pedagang Arab biasanya berlayar dari Teluk Persia, melewati Sri Lanka, lalu tiba di pantai barat Sumatra. Mereka menggunakan kapal besar untuk mengangkut kamper dalam jumlah besar, yang kemudian dijual dengan harga tinggi di pasar internasional.

Seiring waktu, kamper Barus dikenal memiliki kualitas unggul dibandingkan kamper dari wilayah lain seperti Malaya dan Kalimantan. Hal ini semakin mengukuhkan posisi Barus sebagai pusat perdagangan penting di Sumatra.

Kedatangan para pedagang Arab ke Barus tidak hanya berdampak pada perdagangan, tetapi juga pada penyebaran agama Islam. Para pedagang Muslim yang singgah bahkan menetap di kawasan tersebut berperan dalam proses islamisasi di wilayah Barus, Lamri (Thobri), dan Haru. Bukti arkeologis berupa kompleks makam kuno Mahligai di Barus menunjukkan jejak awal Islam yang diduga telah hadir sejak abad ke-7 Masehi.

Terlepas dari perdebatan mengenai teori awal masuknya Islam ke Indonesia, tak dapat dipungkiri bahwa perdagangan kamper telah membuka jalur interaksi antara dunia Arab dan Nusantara sejak masa lampau. Dari komoditas harum inilah, Sumatra menjadi salah satu titik penting dalam jaringan perdagangan global kuno.

Tags: cobisnis.comDryobalanops aromaticaFansur Acehkamper Sumatrakapur barus Barusperdagangan Arab Sumatra

Related Posts

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah campak di Bangladesh kembali menjadi perhatian setelah menewaskan puluhan anak sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, wabah...

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

by Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program KUR Syariah BSI menunjukkan akselerasi signifikan di awal tahun dengan penyaluran mencapai Rp1,65 triliun. Pembiayaan tersebut telah...

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

Colorado Larang Tes Narkoba Cepat Sebagai Dasar Tunggal Penangkapan

by Zahra Zahwa
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Keputusan Colorado larang penangkapan yang hanya memakai hasil tes narkoba cepat kini menjadi perhatian nasional di United...

72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Pramono Sebut Hampir Semua Sudah Pulih

72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Pramono Sebut Hampir Semua Sudah Pulih

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keracunan MBG di Jakarta Timur menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Oleh karena itu,...

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Tolak Kekerasan dan Dominasi

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Tolak Kekerasan dan Dominasi

by Desti Dwi Natasya
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Paus Leo XIV serukan perdamaian dunia di tengah konflik global yang terus meningkat. Oleh karena itu, paus leo...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

April 6, 2026
Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

April 6, 2026
ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

April 6, 2026
Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved