• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Kamper Barus Buka Jalur Dagang Arab dan Awal Islamisasi di Sumatra

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
February 22, 2026
in Nasional
0
Raja Salman Kucurkan Rp 13 Triliun untuk Bantuan Ramadan, Kepala Keluarga Terima 1.000 Riyal

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejak berabad-abad lalu, para pedagang Arab tercatat datang ke Nusantara untuk mencari tanaman yang disebut dalam Al-Quran, yakni kafur atau kamper. Tanaman ini diyakini sebagai salah satu bahan yang disebut dalam Surah Al-Insan ayat 5, yang menggambarkan minuman bercampur air kafur bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.

Kafur yang dimaksud bukanlah kapur barus sintetis seperti yang dikenal saat ini. Produk modern tersebut umumnya berasal dari senyawa kimia naphtalene. Sementara kamper yang dimaksud dalam teks klasik merujuk pada pohon bernama latin Dryobalanops aromatica, tanaman beraroma khas yang bernilai tinggi dan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan dan ritual.

Karena bukan tanaman asli Jazirah Arab, para pedagang harus mencarinya hingga ke wilayah timur yang kala itu belum banyak dikenal. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pusat kamper berkualitas tinggi berada di Pulau Sumatra, tepatnya di kawasan Barus yang dahulu dikenal sebagai Fansur.

Arkeolog Edward McKinnon dalam bukunya Ancient Fansur: Aceh’s Atlantis (2013) menyebutkan bahwa jaringan perdagangan kuno membuat bangsa Arab mengetahui lokasi penghasil kamper terbaik tersebut. Barus kemudian dikenal sebagai pelabuhan penting yang mengekspor berbagai komoditas bernilai tinggi.

Sejumlah catatan kuno turut memperkuat hal ini. Ibn Al-Faqih pada tahun 902 M telah menulis tentang Fansur sebagai penghasil kapur barus, cengkih, pala, dan kayu cendana. Sementara Ibn Sa’id al-Maghribi secara spesifik menyebut kamper Sumatra sebagai komoditas unggulan. Bahkan, ahli geografi Romawi Claudius Ptolemy sudah mencatat nama Barus sejak abad ke-1 Masehi.

Sejarawan Claude Guillot dalam buku Barus Seribu Tahun yang Lalu (2008) menjelaskan bahwa pedagang Arab biasanya berlayar dari Teluk Persia, melewati Sri Lanka, lalu tiba di pantai barat Sumatra. Mereka menggunakan kapal besar untuk mengangkut kamper dalam jumlah besar, yang kemudian dijual dengan harga tinggi di pasar internasional.

Seiring waktu, kamper Barus dikenal memiliki kualitas unggul dibandingkan kamper dari wilayah lain seperti Malaya dan Kalimantan. Hal ini semakin mengukuhkan posisi Barus sebagai pusat perdagangan penting di Sumatra.

Kedatangan para pedagang Arab ke Barus tidak hanya berdampak pada perdagangan, tetapi juga pada penyebaran agama Islam. Para pedagang Muslim yang singgah bahkan menetap di kawasan tersebut berperan dalam proses islamisasi di wilayah Barus, Lamri (Thobri), dan Haru. Bukti arkeologis berupa kompleks makam kuno Mahligai di Barus menunjukkan jejak awal Islam yang diduga telah hadir sejak abad ke-7 Masehi.

Terlepas dari perdebatan mengenai teori awal masuknya Islam ke Indonesia, tak dapat dipungkiri bahwa perdagangan kamper telah membuka jalur interaksi antara dunia Arab dan Nusantara sejak masa lampau. Dari komoditas harum inilah, Sumatra menjadi salah satu titik penting dalam jaringan perdagangan global kuno.

Tags: cobisnis.comDryobalanops aromaticaFansur Acehkamper Sumatrakapur barus Barusperdagangan Arab Sumatra

Related Posts

Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

by Dwi Natasya
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana sejak resmi melantai di...

Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

by Zahra Zahwa
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Maskapai penerbangan global berupaya mempertahankan harga tiket tinggi meski biaya bahan bakar mulai turun. Kenaikan tarif awalnya...

Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

by Hidayat Taufik
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menjelaskan alasan instansi masih meminta fotokopi e-KTP pada 2026. Menurutnya,...

CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

by Zahra Zahwa
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Popularitas pasar prediksi di Amerika Serikat melonjak tajam dalam setahun terakhir. Namun, jumlah staf Comm,odity Futures Trading...

Thom Tillis Dukung Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed di Tengah Isu Independensi

Thom Tillis Dukung Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed di Tengah Isu Independensi

by Zahra Zahwa
April 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Senator Thom Tillis menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve. Ia menyebut Warsh berpotensi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
BNI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terbitkan AT – 1 Bond

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

April 26, 2026
Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

April 26, 2026
Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

April 27, 2026
Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

April 27, 2026
Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

April 27, 2026
CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

April 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved