JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie melaporkan kontribusi dunia usaha terhadap program Makan Bergizi Gratis di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Kadin mengklaim telah membangun 866 dapur untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Dari total dapur yang dibangun, sebanyak 128 berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Langkah ini disebut sebagai bentuk dukungan dunia usaha terhadap pemerataan akses program MBG.
Anindya mengatakan Satgas MBG Gotong Royong menjadi salah satu dari empat program cepat atau quick win yang dijalankan Kadin. Program tersebut mulai digerakkan setelah mendapat arahan dari Presiden Prabowo pada awal 2025.
Menurutnya, MBG dipilih karena dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang besar. Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga diyakini dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Program cepat berikutnya adalah Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis atau PKG. Dalam kesempatan itu, Kadin juga meluncurkan white paper bertajuk Health is the New Wealth yang menyoroti pentingnya investasi di sektor kesehatan.
Anindya menyebut setiap dana yang dialokasikan untuk sektor kesehatan dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Karena itu, kesehatan dinilai menjadi salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kadin juga menjalankan program perlindungan dan peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia. Sebanyak 208.000 calon pekerja migran akan difasilitasi melalui pelatihan dan sertifikasi agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Menurut Anindya, sektor pekerja migran menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas tenaga kerja dinilai penting untuk memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian.
Selain itu, Kadin kembali menegaskan dukungannya terhadap program pembangunan tiga juta rumah. Organisasi tersebut menilai sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar, termasuk potensi menciptakan jutaan lapangan kerja.












