JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM-K) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sepanjang 2025, Jamkrindo Kantor Wilayah Semarang mencatat volume penjaminan mencapai Rp35,8 triliun dengan total 577.454 UMKM-K terjamin. Dukungan tersebut turut berkontribusi pada penyerapan sekitar 2,3 juta tenaga kerja.
Pemimpin Wilayah Semarang Jamkrindo, Sugiyono, menyampaikan bahwa capaian tersebut menegaskan posisi Jamkrindo sebagai mitra strategis bagi pelaku UMKM-K di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Area kerja Kanwil Semarang mencakup sejumlah kantor cabang dan unit layanan di Semarang, Tegal, Purwokerto, Kudus, Solo, Yogyakarta, Magelang, Cilacap, dan Pekalongan.
“Kami percaya bahwa UMKM-K adalah fondasi utama perekonomian nasional. Melalui penjaminan, Jamkrindo membantu UMKM-K di Jawa Tengah dan DIY agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan. Dengan akses permodalan yang lebih inklusif, para pelaku UMKM-K dapat meningkatkan skala usaha, memperluas lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sugiyono, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, kontribusi Jamkrindo tidak hanya berasal dari penjaminan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga dari berbagai produk non-program. Layanan tersebut meliputi penjaminan kredit umum dan mikro, surety bond, customs bond, kontra bank garansi, hingga penjaminan distribusi barang. Portofolio yang beragam ini menjadikan Jamkrindo sebagai katalis dalam membangun sistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sugiyono menegaskan, Jamkrindo berperan lebih dari sekadar perusahaan penjaminan. “Keberadaan Jamkrindo di Jawa Tengah dan DIY bukan hanya sebagai penyedia layanan penjaminan semata, tetapi juga sebagai mitra yang menjembatani sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha,” katanya.
Sebagai bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo berkomitmen terus menghadirkan inovasi produk guna mendukung pertumbuhan UMKM-K di berbagai sektor.
Salah satu contoh nyata dampak dukungan tersebut terlihat pada usaha GBOB Snack and Catering milik Narista Hastarini di Semarang. Usaha kuliner yang dirintis saat pandemi itu awalnya menghadapi kendala permodalan dan belum siap mengakses pembiayaan perbankan. Melalui Program Pinjaman Kemitraan sebesar Rp20 juta, Jamkrindo membantu Narista meningkatkan fasilitas produksi dan peralatan usaha.
Selain dukungan modal, Narista juga memperoleh pendampingan berupa pelatihan manajemen usaha, pengelolaan produksi, keamanan pangan, hingga pemasaran digital. Berkat penguatan tersebut, pada 2025 ia berhasil mengakses KUR dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang dijamin oleh Jamkrindo, sekaligus menandai peningkatan kapasitas usahanya menjadi lebih bankable.
Di sektor konstruksi, Jamkrindo juga berperan dalam membantu pelaku usaha mengikuti tender proyek pemerintah melalui produk penjaminan seperti surety bond dan kontra bank garansi. Direktur PT Valentara Sarana Raya, Triyanto Dwi Hastanto, mengakui dukungan tersebut sangat membantu perusahaannya dalam mengikuti berbagai proyek infrastruktur.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, kami membutuhkan jaminan yang kredibel untuk dapat dipercaya mitra dan pemberi kerja. Bagi kami, pelayanan Jamkrindo selama ini sangat responsif dan mampu mendukung kelancaran bisnis kami,” ujar Triyanto.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Jamkrindo mempertegas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat di Jawa Tengah dan DIY.













