JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi rencana penutupan TPA Bantar Gebang pada Agustus 2026. Persiapan ini menjadi penting karena Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah setiap hari.
Upaya tersebut menjadi salah satu topik utama dalam diskusi publik bertajuk “Blak-Blakan Bareng Tenaga Ahli: Ngomongin Jakarta” yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
Tenaga Ahli Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Fariz Gamal, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif dalam menciptakan solusi lingkungan yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, mengajak warga untuk memberikan ide dan inovasi dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di masa depan. Ia menilai momentum menuju usia 500 tahun Jakarta harus dimanfaatkan untuk membangun kota yang lebih maju dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Sosial, Reinhard Sirait, menyoroti pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan Jakarta sebagai kota global.
Pendiri Aspirasi Jakarta, Budhi Haryadi, menambahkan bahwa kolaborasi lintas komunitas perlu diperkuat, terutama untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam proses pembangunan.
Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Ketua ILUNI FH Universitas Atma Jaya, Arthur Sanger, menyatakan kesiapan organisasinya untuk memperkuat kerja sama dan memberikan kontribusi dalam berbagai program pembangunan Jakarta.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Jakarta diharapkan mampu menghadapi tantangan pasca-penutupan TPA Bantar Gebang sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.













