• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, May 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in News
0
Israeli Tetapkan Sebagian Besar Tepi Barat Sebagai Tanah Negara, Dikecam Sebagai Aneksasi De Facto

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Israel memajukan proses pendaftaran wilayah di Tepi Barat yang diduduki sebagai tanah negara, dalam langkah yang dikecam Palestina sebagai bentuk “aneksasi de facto”.

Untuk pertama kalinya sejak Israel menduduki wilayah tersebut pada 1967, pemerintah akan membentuk mekanisme resmi guna mendaftarkan sebagian besar lahan atas nama negara.

Kementerian Luar Negeri Israel membela kebijakan itu sebagai “langkah administratif” yang bertujuan “menertibkan” sistem pendaftaran tanah. Namun, sejumlah menteri pemerintah secara terbuka menyatakan bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk memperluas permukiman dan memperkuat kendali Israel atas wilayah tersebut.

Menteri Keuangan sayap kanan, Bezalel Smotrich, menyebut registrasi tanah itu akan melanjutkan “revolusi permukiman dan tata kelola di seluruh bagian tanah kami,” merujuk pada istilah Yudea dan Samaria, sebutan alkitabiah untuk Tepi Barat.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Yariv Levin menyatakan Israel “berkomitmen memperkuat cengkeramannya atas seluruh bagian tanah kami, dan keputusan ini menegaskan komitmen tersebut.”

Kebijakan baru pemerintah ini akan berlaku di Area C Tepi Barat, yang mencakup sekitar 60% wilayah tersebut. Area ini dihuni sekitar 180.000–300.000 warga Palestina serta sedikitnya 325.500 pemukim Israel, menurut kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem.

Kepresidenan Palestina menyatakan keputusan tersebut melanggar hukum internasional dan merupakan “aneksasi de facto atas wilayah Palestina yang diduduki.” Dalam pernyataannya, kantor presiden memperingatkan bahwa langkah itu adalah deklarasi rencana aneksasi yang bertujuan memperkuat pendudukan melalui aktivitas permukiman ilegal.

Israel merebut Tepi Barat dari Yordania dalam perang 1967 dan kemudian mulai membangun permukiman Yahudi di wilayah tersebut. Permukiman itu dianggap ilegal menurut hukum internasional oleh United Nations dan sebagian besar komunitas internasional. PBB juga memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan yang diinginkan Palestina untuk menjadi bagian dari negara masa depan mereka.

Organisasi pemantau permukiman Israel, Peace Now, menyebut langkah pemerintah sebagai “perampasan tanah besar-besaran di Tepi Barat yang sepenuhnya bertentangan dengan kehendak rakyat dan kepentingan terbaik Israel.”

Pemerintah Israel menyetujui kebijakan tersebut meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan penolakannya terhadap aneksasi Tepi Barat.

“Kami memperingatkan Presiden Trump Netanyahu menipu Anda! Anda mengatakan tidak akan mengizinkan aneksasi, tetapi ia melakukannya tepat di depan mata Anda,” ujar Peace Now. Mereka menambahkan bahwa kebijakan ini dapat menyebabkan ribuan warga Palestina kehilangan tanah mereka.

Menurut Peace Now, proses tersebut mengharuskan pemilik tanah membuktikan kepemilikan dengan cara yang hampir mustahil dipenuhi sebagian besar warga Palestina. Jika gagal, lahan tersebut otomatis akan terdaftar sebagai tanah negara.

Langkah terbaru ini menyusul keputusan kabinet keamanan Israel pekan lalu yang memperluas aturan dan tata kelola Israel atas Tepi Barat. Kebijakan tersebut menuai kecaman internasional, dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, sementara Uni Eropa menilainya sebagai “langkah ke arah yang salah.”

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download intex firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
Tags: Aneksasicobisnis.comisraelIsraelPalestinaTepiBarattimurtengah

Related Posts

Heboh Dana Tabungan Anak Hilang, Suami Nasabah BCA Bogor Akui Main Judol

Heboh Dana Tabungan Anak Hilang, Suami Nasabah BCA Bogor Akui Main Judol

by Hidayat Taufik
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dodi Agustian akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait kasus tabungan anak yang sempat viral di Bogor. Ia mengakui menggunakan...

Komdigi Blokir 3.000 Nomor Scam Call yang Ngaku Anggota DPR

Prabowo Minta Pindad Buat Mobil Presiden Berkaca Khusus agar Tetap Bisa Sapa Warga

by Dwi Natasya
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden RI Prabowo Subianto meminta PT Pindad membuat mobil khusus kepresidenan berbahan kaca agar dirinya tetap bisa...

Komdigi Blokir 3.000 Nomor Scam Call yang Ngaku Anggota DPR

Komdigi Blokir 3.000 Nomor Scam Call yang Ngaku Anggota DPR

by Desti Dwi Natasya
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkap maraknya kasus scam call yang mencatut nama anggota DPR. Modus...

Herbalife Libatkan 36.000 Peserta di 130 Kota dalam PESAN 2026

Netzme dan Ruangguru Luncurkan “Gang Dagang” untuk Dorong Literasi Digital UMKM

by Rizki Meirino
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Netzme dan Ruangguru resmi meluncurkan program “Gang Dagang” di Balai Kota DKI Jakarta. Program ini hadir dengan...

Q-Day Bisa Picu Krisis Keamanan Siber Terbesar pada 2029

Q-Day Bisa Picu Krisis Keamanan Siber Terbesar pada 2029

by Zahra Zahwa
May 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia menghadapi ancaman baru yang disebut Q-Day. Istilah ini merujuk pada saat komputer kuantum mampu memecahkan sistem...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Nasabah Gegerkan BCA Cimanggu, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Nasabah Gegerkan BCA Cimanggu, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

May 17, 2026
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Digelar di Sejumlah Provinsi, Ini Daftarnya

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Digelar di Sejumlah Provinsi, Ini Daftarnya

May 17, 2026
Kronologi Kasus Erin Taulany Dilaporkan Eks ART hingga Tuai Kritik DPR

OpenAI Luncurkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT, Bisa Hubungkan Rekening Bank

May 17, 2026
SpaceX Siap IPO dengan Valuasi Rp 3.200 Triliun, Musk Pastikan Tidak Akan Lepas Satu Saham pun

SpaceX Siap IPO dengan Valuasi Rp 3.200 Triliun, Musk Pastikan Tidak Akan Lepas Satu Saham pun

May 17, 2026
Teknologi Treatment Skin XERF Telah Hadir Klinik Aestheglow

Teknologi Treatment Skin XERF Telah Hadir Klinik Aestheglow

May 18, 2026
Heboh Dana Tabungan Anak Hilang, Suami Nasabah BCA Bogor Akui Main Judol

Heboh Dana Tabungan Anak Hilang, Suami Nasabah BCA Bogor Akui Main Judol

May 18, 2026
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Scam Call yang Ngaku Anggota DPR

Prabowo Minta Pindad Buat Mobil Presiden Berkaca Khusus agar Tetap Bisa Sapa Warga

May 18, 2026
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Scam Call yang Ngaku Anggota DPR

Komdigi Blokir 3.000 Nomor Scam Call yang Ngaku Anggota DPR

May 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved