JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Lebanon menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Israel yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Langkah ini diharapkan mampu meredakan ketegangan yang selama ini terjadi antara Israel dan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyampaikan terima kasih kepada sejumlah negara yang terlibat dalam proses mediasi, seperti Amerika Serikat, Prancis, Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania.
Kesepakatan tersebut diumumkan setelah Trump melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Gencatan senjata ini direncanakan berlangsung selama 10 hari sebagai upaya awal menciptakan stabilitas di kawasan.
Konflik sebelumnya telah menimbulkan dampak besar, mulai dari kerusakan infrastruktur, lebih dari satu juta warga mengungsi, hingga jatuhnya ribuan korban jiwa.
Trump juga menyebut bahwa pertemuan antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington menjadi momen penting, karena merupakan pertemuan pertama dalam beberapa dekade terakhir.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog antara kedua pihak demi tercapainya perdamaian yang lebih berkelanjutan di kawasan tersebut.













