• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, September 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ini Alasan BI Tak Mau Naikkan Suku Bunga Acuan

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
October 13, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Wamenkeu: Referensi Suku Bunga Miliki Pengaruh Panjang Terhadap Utang Pemerintah

JAKARTA,Cobisnis.com – Bank Indonesia (BI) diketahui cenderung moderat dalam menetapkan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian global yang berlanjut saat ini.

Tercatat, sejak memberlakukan suku bunga terendah sepanjang masa 3,50 persen pada 2020 lalu, otoritas moneter hingga hari ini baru menaikkan BI rate sebesar 75 basis points (bps) menjadi 4,25 persen.

Hal ini terbilang kontras dengan langkah bank sentral AS, yakni The Federal Reserve (The Fed), yang sudah mengerek rate interest-nya sebesar 300 bps pada sepanjang 2023 menjadi 3,0-3,5 persen.

Atas kondisi itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan.

Menurut dia, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara kebijakan BI dengan The Fed.

“Kalau di Amerika inflasinya sangat tinggi dan ekonominya cukup kuat, itu kenapa sangat agresif menaikan fed fund rate,” ujarnya di sela-sela pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral anggota G20 (FMCBG) di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu 12 Oktober waktu setempat.

Untuk diketahui, inflasi di negara Paman Sam pada Agustus 2022 tercatat sebesar 8,3 persen year on year (yoy). Angka tersebut jauh di atas torehan inflasi Indonesia yang sebesar 4,69 persen di Agustus dan 5,95 persen pada September.

Asal tahu saja, sebelum pandemi pola inflasi di banyak negara maju cenderung lebih rendah dibandingkan dengan negara berkembang seperti Indonesia. Situasi itu terjadi lantaran negara maju lebih mengutamakan stabilitas perekonomian ketimbang emerging countries yang memerlukan pertumbuhan agresif.

Oleh karena itu, Perry menilai jiak RI tidak bisa serta merta mengikuti laju kenaikan suku bunga cepat meski tetap sejalan dengan tren global.

“Inflasi kita tidak setinggi negara lain sehingga respon suku bunganya juga tidak terlalu tinggi. Ini juga penting untuk mendorong perekonomian,” tuturnya.

Aspek lain yang dijelaskan oleh bos BI adalah pengaruh rate interest terhadap kekuatan mata uang nasional.

“Kalau di negara maju tentu saja tidak memerlukan intervensi stabilisasi nilai tukar. Tapi di Indonesia kami terus menyuarakan bahwa respon kebijakan moneter saja tidak cukup dengan suku bunga. Maka perlu juga stabilisasi untuk nilai tukar. Demikian pula untuk stabilisasi di bidang pasar keuangan,” katanya.

Untuk itu, dia terus menyatakan komitmen agar dapat terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

“Jadi secara pendekatan konsep pemikiran bagaimana merumuskan kebijakan itu sudah ada kesepakatan, yaitu perlunya ada suatu bauran kebijakan ekonomi nasional baik dari fiskal maupun moneter,” tutup Perry.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: bank indonesiacobisnis.comSuku Bunga Acuan

Related Posts

Pakar: Banyak Perempuan Kompeten Ikut Seleksi KPU dan Bawaslu

Pakar: Banyak Perempuan Kompeten Ikut Seleksi KPU dan Bawaslu

by Hidayat Taufik
September 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pakar hukum pemilu Titi Anggraini mengatakan perempuan dengan kemampuan yang memadai tidak kesulitan untuk masuk dalam proses...

Pelatih Tottenham Hotspur, De Zerbi. (Foto/doc. Spurs)

Richarlison Sepakat Gabung Trabzonspor

by Desti Dwi Natasya
September 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Striker Tottenham Hotspur Richarlison dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan klub Turki, Trabzonspor. Namun, transfer pemain asal...

Federico Dimarco mengakui belum ada pembicaraan kontrak baru dengan Inter Milan, meski masa baktinya akan berakhir pada musim panas 2027.

Dimarco Ungkap Belum Bahas Kontrak Baru

by Desti Dwi Natasya
September 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bek kiri Inter Milan Federico Dimarco mengungkapkan belum ada pembicaraan mengenai kontrak baru bersama klub yang dibelanya....

Menang Meyakinkan, Sabar/Reza Melaju ke 16 Besar China Masters

Menang Meyakinkan, Sabar/Reza Melaju ke 16 Besar China Masters

by Hidayat Taufik
September 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar China...

Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

Karhutla Kalimantan Ancam Flora dan Satwa Endemik Indonesia

by Hidayat Taufik
September 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Stok Beras 5 Kg Langka di Ritel, Bulog Diminta Perluas Pasokan

Stok Beras 5 Kg Langka di Ritel, Bulog Diminta Perluas Pasokan

September 2, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan NYAM Awards 2026 untuk mengapresiasi pelaku F&B lokal sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis melalui #BeliLokal.

NYAM Awards 2026 Dorong Bisnis F&B Lokal Makin Berkembang

September 2, 2026
Kasus Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 566 Orang, Kepala SPPG Buka Suara

Kasus Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 566 Orang, Kepala SPPG Buka Suara

September 2, 2026
Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

August 30, 2026
Pakar: Banyak Perempuan Kompeten Ikut Seleksi KPU dan Bawaslu

Pakar: Banyak Perempuan Kompeten Ikut Seleksi KPU dan Bawaslu

September 3, 2026
Pelatih Tottenham Hotspur, De Zerbi. (Foto/doc. Spurs)

Richarlison Sepakat Gabung Trabzonspor

September 3, 2026
Federico Dimarco mengakui belum ada pembicaraan kontrak baru dengan Inter Milan, meski masa baktinya akan berakhir pada musim panas 2027.

Dimarco Ungkap Belum Bahas Kontrak Baru

September 3, 2026
Gaet Wisman Taiwan, Kemenpar Perluas Promosi Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission

Gaet Wisman Taiwan, Kemenpar Perluas Promosi Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission

September 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved