JAKARTA, Cobisnis.com – Garam menjadi salah satu bumbu yang paling sering digunakan untuk menambah rasa pada masakan. Namun, konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.
Mengurangi garam bukan berarti makanan harus terasa hambar. Ada sejumlah bahan yang dapat membantu memberikan rasa gurih atau memperkuat cita rasa masakan dengan mengurangi penggunaan garam.
Salah satu bahan yang bisa digunakan adalah kaldu jamur. Bahan ini memiliki rasa umami yang kuat sehingga dapat membantu membuat masakan tetap terasa gurih.
Bawang putih juga dapat menjadi pilihan. Bawang putih yang ditumis hingga harum atau digoreng garing dapat memberikan aroma dan cita rasa yang kuat pada makanan.
Bahan lainnya adalah monosodium glutamat atau MSG. Berdasarkan informasi dalam sumber, kandungan natrium MSG lebih rendah dibandingkan garam dapur untuk tingkat rasa gurih yang setara.
Penggunaan sebagian MSG sebagai pengganti garam dapat membantu mengurangi total penggunaan garam dalam masakan. Meski begitu, penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan.
Margarin juga dapat digunakan untuk beberapa jenis masakan. Bahan ini bisa memberikan rasa asin dan gurih, terutama pada tumisan atau makanan yang dipanggang.
Pilihan berikutnya adalah lada bubuk atau merica. Sensasi pedas dan hangat serta aroma khas lada dapat membantu memperkuat rasa makanan ketika penggunaan garam dikurangi.
Penggunaan rempah dan bahan penambah rasa tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membiasakan diri mengurangi asupan natrium. Kebiasaan tersebut penting terutama bagi orang yang sedang menerapkan pola makan rendah natrium.
Lima bahan tersebut dapat digunakan sesuai jenis masakan dan kebutuhan. Dengan mengombinasikan berbagai bahan penambah rasa, makanan tetap dapat terasa nikmat tanpa terlalu bergantung pada garam.
5 Bahan Pengganti atau Pengurang Garam
- Kaldu jamur
- Bawang putih
- MSG
- Margarin
- Lada bubuk atau merica













