• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Startup Center

Ingin Dirikan Startup Hijau? Ini 5 Cara agar Dapat Dana dari Investor

H. Fuad by H. Fuad
February 17, 2022
in Startup Center
0

JAKARTA- Cobisnis.com Isu perubahan iklim yang kian marak memunculkan gagasan bisnis yang terkait dengan pelestarian lingkungan. Ditambah lagi, pemerintah sedang gencar mendukung program ekonomi hijau, sehingga meningkatkan awareness publik tentang eksistensi perusahaan hijau. Hal ini pulalah yang mendorong pertumbuhan startup hijau. Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan startup hijau?

Atika Benedikta, Impact Investment Lead dari Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), menjelaskan, startup hijau merupakan usaha yang memiliki target di tiga area, yaitu people, profit, dan planet. Artinya, apa pun yang mereka lakukan, baik dalam solusi atau produk yang ditawarkan, proses bisnis, maupun rantai nilai, mencakup tiga aspek tersebut. “Jadi, sebuah startup hijau perlu punya revenue generation tapi juga tidak merusak atau bahkan memberi dampak positif terhadap lingkungan dan manusia (komunitas, anggota tim, dan stakeholder),” kata Atika.

Ia menambahkan, startup hijau tak harus selalu menekankan pada teknologi, melainkan pada high-growth innovation. Usaha itu bisa dijalankan secara offline atau tidak digital seratus persen, tapi ada inovasi yang memungkinkan usaha tersebut tumbuh secara cepat. Meski demikian, kerap kali teknologi menjadi bagian penting karena merupakan faktor yang bisa mempercepat peningkatan skala usaha.

Atika menjelaskan, startup hijau tak harus sangat inovatif sehingga mahal dari sisi teknologi. Bisa jadi solusi yang dibutuhkan tidak harus serumit itu. Ketika sebuah startup sudah berkembang dan punya sumber daya yang lebih besar, nantinya dia bisa mengadopsi teknologi yang lebih sophisticated. “Mulailah dulu dari teknologi yang sederhana. Perubahan proses bisnisnya bisa kecil tapi signifikan. Daripada bermimpi terlalu besar tapi tidak mulai-mulai,” kata Atika.

Hal yang sering menjadi tantangan bagi sebuah startup hijau adalah funding atau pembiayaan. Dan, mendapatkan investor bukan hal yang mudah dan cepat. Walaupun, startup hijau sangat relevan untuk zaman sekarang karena awareness konsumen sudah terbangun. Lalu, bagaimana cara agar Anda bisa mendapatkan pembiayaan untuk menjalankan startup hijau?

1. Pahami kebutuhan Anda

Di dunia bisnis terdapat berbagai macam tipe pendanaan. Atika bercerita, ANGIN mengarahkan startup hijau untuk mendapatkan pembiayaan dari NGO investor yang nantinya mengarah pada venture capital. Tapi, selain itu, terdapat tipe pendanaan lain, seperti microfinance atau working capital loan (kredit modal kerja). Karena itu, Anda perlu menyesuaikan kebutuhan usaha dan tipe pendanaan yang tersedia.

“Pastikan Anda tahu benar membutuhkan modal untuk apa. Mungkin saja startup Anda lebih tepat mendapatkan dana dari kredit modal kerja, bukan dari NGO investor, karena Anda membutuhkan dana besar untuk produksi,” kata Atika.

Ia mengamati, salah satu faktor yang membuat sebuah startup tidak mendapatkan pembiayaan adalah capital mismatched. Misalnya, Anda membutuhkan modal besar karena perlu membeli mesin yang sangat mahal. Tapi, investor yang tersedia sekarang bukan investor untuk mesin, melainkan investor yang melihat pertumbuhan teknologi digitalnya. “Bukan salah siapa-siapa, hanya berbeda kebutuhan saja. Jadi, Anda perlu mencari investor yang bisa mengubah gaya investasinya,” kata Atika.

2. Cari tahu investor yang bergerak di sektor yang Anda geluti

Jenis usaha yang termasuk dalam sektor hijau terbilang luas. Sejumlah perusahaan sudah jelas fokus pada solusi lingkungan, misalnya waste management, agrikultur berkelanjutan, dan energi terbarukan. Tapi, ada juga startup yang dikategorikan sebagai startup hijau, meskipun inti bisnisnya bukan pada penanganan isu lingkungan. Misalnya, produk fashion yang prosesnya pembuatannya menggunakan pewarna natural dan proses pengolahan limbahnya tidak merusak lingkungan.

“Karena tipe sektor yang berbeda, misalnya ada energi dan ada consumer good, maka Anda perlu cari tahu siapa investor yang sudah familiar di sektor tersebut,” kata Atika.

Selain itu, pahami juga tipe investornya. Kalau startup Anda menawarkan solusi jangka panjang yang membutuhkan dana besar dalam jangka panjang juga, artinya tidak cocok dengan investor yang menginginkan pertumbuhan bisnis jangka pendek dan dalam waktu cepat. “‘Appetite’ antara startup dan investor harus cocok,” kata Atika.

Edwin Tan, co-founder Evo&Co yang membuat produk kemasan dari bahan ramah lingkungan, bercerita, berbekal pengalamannya yang panjang di dunia investasi, ia bisa mendapatkan investor yang punya perhatian khusus terhadap isu lingkungan, baik individu maupun korporasi. “Karena pengalaman itu, kami jadi tahu latar belakang investor. Apalagi, tugas saya di perusahaan ini memang mencari investor. Ketika perusahaan membutuhkan dana, saya yang akan mencari dana itu,” kata Edwin.

3. Pastikan punya tim yang tepat

Investor akan melihat apakah anggota tim di balik sebuah startup adalah orang-orang yang tepat, termasuk pendirinya. Atika menjelaskan, “Mereka akan menggali, apakah pendiri startup ini merupakan orang yang tepat? Apakah ada expert yang mengerti soal sektor hijau? Apakah ada key people yang punya akses menuju sumber daya bahan baku? Karena usahanya bersifat hijau, maka bahan bakunya tentu akan dipilah. Apakah ada anggota tim yang punya akses ke market? Apakah tim mengerti perilaku konsumen yang percaya pada solusi hijau yang ditawarkan?”

Atika menyarankan, founder sebuah startup hijau sebaiknya tidak satu orang. Karena, dia tidak bisa melakukan semuanya sendirian saja. Misalnya, Anda berminat untuk bergerak di pengelolaan sampah, tapi bukan ahli di bidang tersebut. Diperlukan co-founder untuk mengisi skill yang tidak Anda miliki. Jadi, untuk mendirikan startup hijau, Anda tak perlu jadi ahli di sektor hijau, tapi bisa menjalin kemitraan dengan co-founder yang punya kesamaan visi.

Para founder Evo&Co lebih banyak menguasai bidang marketing dan edukasi pada publik. Menurut Edwin, karena masyarakat masih tergolong awam dalam hal yang berkaitan dengan produk ramah lingkungan, maka mereka perlu mengadakan edukasi. “Di dalam perusahaan kami tidak ada co-founder yang ahli dalam bidang lingkungan, meski kami punya passion yang besar dalam isu tersebut. Karena itu, kami kemudian berkolaborasi dengan lembaga yang melakukan riset,” kata Edwin.

4. Siapkan business model

Menurut Atika, startup punya sifat yang berbeda dari UKM konvensional. Jika bicara soal startup, artinya ada ekspektasi dalam hal high growth mindset. Sementara itu, UKM cenderung lebih stabil, karena yang ditekankan adalah perputaran uang. Investor juga akan melihat seperti apa business model yang dirancang.

Ia bercerita, sejumlah startup hijau masih mengandalkan hibah dalam menjalankan proyeknya. Karena, sektor waste dan energi punya tipe pembeli yang berbeda dibandingkan pembeli consumer product. “Untuk pilot project, mereka membutuhkan dana besar sehingga kemudian mengandalkan hibah. Tapi, sampai kapan mau mengandalkan hibah? Kalau terus-menerus mengandalkan hibah, artinya proyek itu bukan bisnis. Karena itu, Anda perlu merancang model bisnis yang tepat tentang rencana di masa mendatang agar bisa mandiri,” katanya.

Atika menegaskan, model bisnis startup hijau harus berkelanjutan dari dua sisi. Secara bisnis, akan ada repeat buying. Sementara itu, secara lestari, punya dampak positif terhadap manusia dan planet.

5. Validasi ide

Berdasarkan pengamatan Atika, ada startup hijau yang solusinya terlalu inovatif. Akibatnya, pasar belum siap untuk menggunakannya, karena harganya jadi terlalu mahal. “Ada cara yang lebih sederhana dan tidak harus terlalu inovatif untuk sekarang ini. Jadi, perlu memanfaatkan momentum yang tepat, sehingga solusinya tervalidasi secara bisnis,” kata Atika.

Karena itu, ia menyarankan, sebelum maju ke investor, pastikan Anda sudah melakukan validasi ide. Apakah benar solusi yang dihipotesiskan memang dibutuhkan oleh pasar? Bisa jadi kita berpikir bahwa itu merupakan solusi paling tepat. Tapi, pada kenyataannya tidak tepat bagi pengguna. Saat melakukan proses validasi ke pasar, akan terbangun knowledge tentang pasar dan masukan tentang produk itu.

Untuk startup hijau, data memainkan peran penting. Misalnya, tujuan besar sebuah startup adalah mengurangi plastik. Namun, dalam prosesnya malah justru menambah emisi karbon. Itu tidak ideal. Hanya saja, paling tidak tujuan besarnya tercapai, kemudian dia perlu mencari cara untuk mengurangi emisi karbon.

“Dampak dari startup hijau seperti ini tidak terlihat di tahun depan atau dua tahun dari sekarang. Mungkin baru akan terlihat pada tahun keenam. Itulah mengapa Anda perlu punya data yang menunjukkan bahwa solusi yang Anda tawarkan bisa mengurangi emisi karbon di tahun kesekian. Nantinya startup terkait sampah akan engage dengan pemerintah dan korporasi lebih besar. Mereka pasti akan memerlukan data agar bisa percaya bahwa solusi Anda memang tepat,” kata Atika.

Edwin, yang juga memiliki latar belakang pengalaman di bidang finance, sudah terbiasa bermain dengan analisis data. Karena itu, sebelum maju ke investor, ia sudah menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan, misalnya analisis pasar. Karena itu, mereka bisa mendapatkan investor dengan cukup mudah.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download karbonn firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: CobisnisEdwin TanInvestorperubahan iklimStarup

Related Posts

Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang

Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang

by Desti Dwi Natasya
June 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dilaporkan telah menyebabkan ratusan korban jiwa serta mengganggu...

UPLAND Tuntaskan Misi: Dorong Tembus Pasar Ekspor dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

UPLAND Tuntaskan Misi: Dorong Tembus Pasar Ekspor dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

by H. Fuad
June 26, 2026
0

JAKARTA,Cobisnis.com-Program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) sukses ciptakan ekosistem agribisnis dataran tinggi yang terintegrasi dari...

Gelombang Panas Eropa 2026 Hampir Mustahil Terjadi Tanpa Perubahan Iklim

Gelombang Panas Eropa 2026 Hampir Mustahil Terjadi Tanpa Perubahan Iklim

by Zahra Zahwa
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gelombang panas yang memecahkan rekor di berbagai wilayah Eropa pada Juni 2026 hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh...

Era AI Ubah Cara Konsumen Mencari Produk, Brand Diminta Lebih AI Friendly

Era AI Ubah Cara Konsumen Mencari Produk, Brand Diminta Lebih AI Friendly

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perubahan perilaku konsumen di era kecerdasan buatan membuat brand dituntut menjadi lebih ramah terhadap AI. Hal itu...

Setelah Penilaian Risiko Ketat, Kapal Pertamina Gamsunoro Berhasil Menembus Selat Hormuz

Setelah Penilaian Risiko Ketat, Kapal Pertamina Gamsunoro Berhasil Menembus Selat Hormuz

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapal milik PT Pertamina International Shipping, Gamsunoro, berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu malam waktu setempat. Kapal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

June 26, 2026
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
UPLAND Tuntaskan Misi: Dorong Tembus Pasar Ekspor dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

UPLAND Tuntaskan Misi: Dorong Tembus Pasar Ekspor dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

June 26, 2026
Dr. Suardi: Penyelesaian Damai Kasus BNI Parigi Sejalan dengan Hukum Privat

Dr. Suardi: Penyelesaian Damai Kasus BNI Parigi Sejalan dengan Hukum Privat

June 26, 2026
Bukan Sekadar Nyaman, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Seseorang Bisa Menenangkanmu

Bukan Sekadar Nyaman, Ini Alasan Ilmiah Mengapa Seseorang Bisa Menenangkanmu

June 27, 2026
Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang

Sinopsis Film Men in Black: International, Misi Ungkap Pengkhianat dalam Organisasi

June 27, 2026
Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang

Sinopsis Film Run, Teror Anak Berkursi Roda yang Dibuat Sakit Ibunya

June 27, 2026
Prancis Menang Telak atas Norwegia, Senegal Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Prancis Menang Telak atas Norwegia, Senegal Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

June 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved