JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan emosional atau EQ menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu dibangun sejak anak masih kecil. Kemampuan ini mencakup cara memahami, mengungkapkan, dan mengelola emosi, sekaligus membangun hubungan dengan orang lain.
EQ tidak kalah penting dari kecerdasan intelektual. Kemampuan mengelola emosi dapat membantu anak mengembangkan empati dan keterampilan sosial yang berguna dalam kehidupan sehari hari.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Public Health menemukan keterampilan sosial dan emosional anak saat taman kanak kanak dapat memprediksi kesuksesan mereka di masa depan. Penelitian tersebut juga menemukan kecerdasan emosional yang lebih tinggi dapat memberikan perlindungan terhadap gangguan mental seperti depresi.
Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua adalah membantu anak mengenali emosinya. Gunakan kata seperti marah, kesal, malu, terluka, bahagia, bersemangat, dan penuh harapan agar anak memiliki kosakata untuk menggambarkan perasaannya.
Orang tua juga perlu menunjukkan empati ketika anak sedang kesal. Perasaan anak sebaiknya tidak langsung dianggap berlebihan atau diremehkan, meskipun alasan mereka terkadang sulit dipahami orang dewasa.
Memberikan contoh juga menjadi bagian penting dalam membangun EQ. Orang tua dapat membiasakan diri menyampaikan perasaannya dalam percakapan sehari hari, sehingga anak memiliki contoh bagaimana emosi dapat diungkapkan dengan tepat.
Anak juga perlu dilatih menyelesaikan masalah. Ketika menghadapi konflik, orang tua dapat membantu anak mencari beberapa pilihan solusi, kemudian membahas kelebihan dan kekurangan masing masing pilihan sebelum menentukan tindakan.
Kebiasaan mengevaluasi reaksi anak terhadap kejadian di masa lalu juga bisa dilakukan. Misalnya ketika anak frustrasi mengerjakan tugas dan melempar buku, orang tua dapat mengajak anak membahas reaksi lain yang lebih tepat.
Mengajak anak membantu orang lain dapat menumbuhkan empati. Kegiatan sukarela, membantu kerabat yang sakit, atau mengajarkan tanggung jawab merawat hewan dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk memahami bahwa kebutuhan orang lain juga perlu diperhatikan.
Orang tua juga bisa mencari dukungan dari sekolah maupun lingkungan di luar sekolah. Program pembelajaran sosial dan emosional atau bantuan profesional dapat membantu anak belajar mengenali serta mengelola emosinya.
Pada akhirnya, membangun EQ membutuhkan proses dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Peran orang tua bukan selalu menyelesaikan masalah anak, tetapi membimbing mereka agar mampu memahami perasaan dan menentukan respons yang lebih baik.












