• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Inflasi Tak Selalu Buruk, Ini Dampaknya bagi Masyarakat dan Ekonomi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 21, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Inflasi Tak Selalu Buruk, Ini Dampaknya bagi Masyarakat dan Ekonomi

JAKARTA, Cobisnis.com – Inflasi kerap dipersepsikan sebagai beban ekonomi karena harga barang dan jasa meningkat. Namun, para ekonom menegaskan inflasi tidak selalu merugikan masyarakat, terutama jika masih dalam batas moderat. Inflasi rendah bahkan menjadi indikator bahwa ekonomi tetap bergerak.

Dalam kondisi inflasi tinggi, daya beli masyarakat memang tertekan. Kenaikan harga bahan pokok, transportasi, hingga biaya sewa membuat pendapatan tetap kehilangan nilai. Hal ini paling dirasakan oleh kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Selain itu, inflasi tinggi juga menambah ketidakpastian ekonomi. Perusahaan enggan berinvestasi jika harga-harga terus melonjak, sementara investor menuntut imbal hasil lebih tinggi untuk menutup risiko nilai uang yang menurun. Kondisi ini dapat memperlambat pertumbuhan sektor riil.

Namun, jika inflasi berada pada level terkendali, misalnya 2–3% per tahun, dampaknya justru bisa positif. Inflasi moderat mendorong masyarakat untuk segera membelanjakan uang mereka sebelum nilainya tergerus, sehingga konsumsi meningkat.

Dorongan konsumsi tersebut dapat menggerakkan roda ekonomi nasional. Permintaan yang lebih tinggi akan memberi stimulus bagi dunia usaha untuk meningkatkan produksi, menyerap tenaga kerja, dan memperluas investasi.

Di sisi lain, inflasi moderat juga menjadi insentif bagi investor. Nilai uang yang menurun mendorong masyarakat menaruh dananya ke sektor produktif seperti saham, obligasi, atau bisnis riil. Hal ini membantu memperkuat basis investasi dalam negeri.

Dari perspektif fiskal, inflasi ringan dapat mengurangi beban utang pemerintah. Utang lama yang nilainya tetap akan lebih mudah dilunasi dengan penerimaan negara yang meningkat seiring harga barang dan jasa naik.

Meski begitu, pemerintah tetap harus menjaga keseimbangan. Inflasi terlalu tinggi dapat berujung hiperinflasi, sementara inflasi terlalu rendah atau deflasi bisa membuat masyarakat menunda konsumsi, sehingga ekonomi justru stagnan.

Bank Indonesia berperan penting mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter, termasuk suku bunga acuan dan intervensi pasar. Target inflasi yang sehat di kisaran 2–4% menjadi patokan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan demikian, inflasi tidak selalu merugikan masyarakat. Selama terjaga pada level moderat, inflasi bisa menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan keberlanjutan fiskal negara.

Tags: CobisnisEkonomi Indonesiaharga barangInflasiPebisnismuda

Related Posts

Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 43.805 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK sepanjang Januari hingga Juli 2026. Data tersebut berasal...

Prabowo Keluarkan Peringatan Keras bagi Perusahaan Pembakar Hutan

Prabowo Keluarkan Peringatan Keras bagi Perusahaan Pembakar Hutan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada korporasi yang terlibat dalam pembakaran hutan. Ia menegaskan izin perusahaan...

Polisi Siagakan 1.358 Personel untuk Amankan Demo di Jakpus Hari Ini

Polisi Siagakan 1.358 Personel untuk Amankan Demo di Jakpus Hari Ini

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik Jakarta Pusat pada Senin (24/8/2026). Polisi menyiagakan...

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 72 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia. Kasus...

Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran melanda rumah kos dan tempat usaha fotokopi di Jalan Rasamala II, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

Jepang Timur Diguncang Gempa M 5,9, 37 Orang Terluka

August 24, 2026
Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

Kebakaran Kos dan Ruko di Tebet Tewaskan 4 Orang

August 24, 2026
Gempa M5,8 Guncang Mbay NTT, Disusul M5,0 di Ruteng

Gempa Pangandaran M 4,1 Dirasakan hingga Cianjur Selatan

August 24, 2026
Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

Karhutla Meluas di 9 Polda, 72 Orang Jadi Tersangka

August 24, 2026
Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Ceferin Desak Infantino Tinggalkan Kursi FIFA

August 24, 2026
Bendera Arab

Mengapa Arab Saudi Tak Rayakan Maulid Nabi?

August 24, 2026
Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

Demo Besar 27 Agustus, Sejumlah Tuntutan Bakal Disuarakan di Jakarta

August 24, 2026
Peluncuran Misi Chang’e-7 China Tertunda, Alasan Belum Diungkap

Vas Kaca Era Kaisar Qianlong Tampilkan Desain Unik Di Tengah Koleksi Istana

August 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved