• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Industri Dalam Negeri Mulai Tertekan, Efek Perang Timur Tengah Makin Terasa

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 1, 2026
in News
0
Industri Dalam Negeri Mulai Tertekan, Efek Perang Timur Tengah Makin Terasa

JAKARTA, Cobisnis.com – Perang di Timur Tengah mulai menekan sektor industri Indonesia, tercermin dari penurunan aktivitas manufaktur pada Maret 2026.

Data S&P Global menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia berada di level 50,1. Angka ini turun tajam dari 53,8 pada Februari dan menjadi yang terendah dalam delapan bulan terakhir.

Penurunan PMI ini menandakan pertumbuhan industri mulai melambat. Meski masih di atas level 50, tekanan pada sektor manufaktur terlihat semakin nyata.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menyebut konflik di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama. Gangguan pasokan bahan baku dan melemahnya permintaan ikut memperburuk kondisi.

Volume produksi dan pesanan baru kembali mengalami kontraksi. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa aktivitas industri tidak lagi sekuat awal tahun.

Permintaan ekspor juga mengalami penurunan setelah sempat meningkat pada Februari. Hal ini semakin menekan kinerja sektor manufaktur secara keseluruhan.

Dampaknya mulai terasa pada operasional perusahaan. Aktivitas pembelian bahan baku dikurangi untuk pertama kalinya sejak Juli 2025.

Selain itu, perusahaan juga mulai menahan perekrutan tenaga kerja. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga efisiensi di tengah ketidakpastian pasar.

Dari sisi biaya, tekanan inflasi semakin meningkat. Harga bahan baku naik ke level tertinggi sejak Maret 2024 akibat kelangkaan dan gangguan distribusi.

Harga jual produk juga ikut terdorong naik, mencatat kenaikan tercepat sejak Juni 2022. Kondisi ini berisiko menekan daya beli dan permintaan domestik.

Meski demikian, pelaku industri masih menyimpan optimisme. Harapan pemulihan permintaan dan meredanya konflik menjadi penopang sentimen ke depan.

Namun, data ini menunjukkan sektor manufaktur Indonesia masih rentan terhadap gejolak global. Stabilitas pasokan dan harga menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan industri.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: CobisnisEkonomi globalIndonesiaindustrimanufakturPebisnismudapmiTimur tengah

Related Posts

Dalam Hitungan Jam Anak Krakatau Erupsi 42 Kali

Dalam Hitungan Jam Anak Krakatau Erupsi 42 Kali

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat mengalami 42 kali letusan pada Selasa, 25 Agustus 2026. Aktivitas...

800 Kg Garam Ditebar di Langit IKN, Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

800 Kg Garam Ditebar di Langit IKN, Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Otorita Ibu Kota Nusantara atau OIKN bersama BMKG, TNI Angkatan Udara, BPBD, dan sejumlah instansi terkait menjalankan...

Daftar Negara Paling Makmur ASEAN 2026, Posisi Indonesia Ternyata di Sini

Daftar Negara Paling Makmur ASEAN 2026, Posisi Indonesia Ternyata di Sini

by Hidayat Taufik
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia masuk dalam jajaran tiga negara paling makmur di Asia Tenggara pada 2026 berdasarkan Legatum Prosperity Index...

VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Volkswagen atau VW tengah menghadapi tekanan berat terhadap kondisi bisnisnya. Bos perusahaan menyebut situasi yang dihadapi VW...

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Film animasi China Niu Lai akan memiliki sekuel setelah sukses mengejutkan di box office. Sutradara Xin Yumeng...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

Studi Ungkap Sisi Gelap Ekspansi Solar Panel di China

August 24, 2026
VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

VW Hadapi Krisis Berat, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Donasi Demo Ditunda, Warga Pati Tak Mundur

Donasi Demo Ditunda, Warga Pati Tak Mundur

August 26, 2026
Jang Dong Yoon mengumumkan rencana menikahi Kim Seung Yoon pada Oktober 2026, setelah menjalin hubungan sejak bertemu di drama The Tale of Nokdu.

Jang Dong Yoon Nikahi Kim Seung Yoon Oktober

August 26, 2026
Enea Bastianini Trackhouse MotoGP

Enea Bastianini Resmi Gabung Trackhouse MotoGP 2027

August 26, 2026
Gugatan Demon Hunter terhadap Netflix

Ini 7 Alasan Demon Hunter Gugat Netflix

August 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved