• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 29, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Indonesia Butuh Perubahan Struktural Untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

JAKARTA, Cobisnis.com – Ambisi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi, termasuk target 8 persen, dinilai sulit tercapai tanpa perubahan struktural yang mendasar. Bonus demografi, stabilitas politik, dan kondisi makroekonomi yang relatif terjaga selama ini dinilai belum cukup untuk mendorong akselerasi pertumbuhan berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan Burhanuddin Abdullah, Board of Advisors Prasasti, dalam pidato pembukaan Prasasti Economic Forum 2026 bertema Navigating Indonesia’s Next Chapter di Jakarta. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta.

Ajang diskusi tersebut didukung sejumlah korporasi besar seperti Astra, Toba Grup, Triputra, Indofood, Agung Podomoro, dan Bank Mandiri. Kehadiran sektor usaha dinilai penting dalam membahas arah ekonomi Indonesia ke depan.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan dan Kerja Sama Multilateral Mari Elka Pangestu, serta CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.

Di hadapan ratusan peserta, Burhanuddin menjelaskan bahwa selama lebih dari satu dekade Indonesia relatif konsisten mencatatkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional, namun sekaligus menunjukkan adanya batas struktural yang belum terlampaui.

Ia mempertanyakan mengapa perekonomian nasional seolah tertahan di level tersebut. Skeptisisme publik terhadap target pertumbuhan 8 persen, menurutnya, mencerminkan kesadaran akan tantangan struktural yang masih kuat.

Burhanuddin menilai ekonomi Indonesia menunjukkan gejala inersia, yakni kecenderungan bertahan dalam kondisi yang sama. Stabilitas makro dan politik justru menempatkan ekonomi pada keseimbangan dengan akselerasi dan keberanian mengambil risiko yang rendah.

“Kita menjadi sangat pandai bertahan, tetapi kurang terlatih untuk melakukan lompatan,” ujarnya. Menurutnya, rendahnya keberanian mengambil risiko di berbagai level jabatan dan institusi turut membatasi kreativitas dan inovasi.

Struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih didominasi akumulasi faktor produksi, seperti penambahan tenaga kerja dan modal, bukan peningkatan produktivitas. Pola ini dinilai mampu menjaga stabilitas, namun tidak cukup kuat mendorong pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan.

Selain itu, fragmentasi kelembagaan dan tingginya biaya koordinasi antarinstansi memperlambat transmisi kebijakan. Implementasi kebijakan yang tidak merata serta mahalnya biaya kepatuhan membuat dunia usaha lebih memilih kesinambungan dibandingkan transformasi.

Untuk keluar dari kondisi tersebut, Burhanuddin menegaskan perlunya dorongan reformasi struktural yang kuat. Penegakan hukum, termasuk pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan izin, dinilai menjadi fondasi utama efisiensi ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan institusi pasar dan reorientasi kebijakan ke arah peningkatan produktivitas, termasuk melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, difusi teknologi, dan kapasitas manajerial.

Burhanuddin menegaskan bahwa kepercayaan terhadap institusi merupakan modal utama untuk mendorong investasi dan inovasi. Tantangan ke depan adalah memastikan konsistensi dan kredibilitas implementasi agar stabilitas ekonomi menjadi landasan pertumbuhan, bukan justru batasnya.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download mobile firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: Cobisnisekonomi nasionalIndonesiainvestasiPebisnismudaPertumbuhan EkonomiReformasi Struktural

Related Posts

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki hari kedelapan. Area yang...

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Telkomsel dan PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAP meluncurkan MAPrivilege, program yang menghubungkan ekosistem digital Telkomsel dengan...

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bencana alam dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki Tas Siaga...

Suahasil Nazara Ungkap Momen Mendadak Jadi Menteri Keuangan

Suahasil Nazara Ungkap Momen Mendadak Jadi Menteri Keuangan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026)....

Resmi Jadi Menkeu, Segini Harta Kekayaan Suahasil Nazara

Resmi Jadi Menkeu, Segini Harta Kekayaan Suahasil Nazara

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

September 15, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Atlet Perempuan Kritik Kampanye Iklan Novig yang Menampilkan Sydney Sweeney

September 15, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

September 15, 2026
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Aceh

Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan dan Berkualitas

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved