• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, March 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

How High Could The Fed Go? Dilema Kebijakan Moneter AS di Tengah Meroketnya Inflasi

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
November 6, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
How High Could The Fed Go? Dilema Kebijakan Moneter AS di Tengah Meroketnya Inflasi

JAKARTA,Cobisnis.com – Momen penting untuk trader forex di seluruh dunia baru saja tiba. Pada Jumat (04 November 2022) pukul 19.30 WIB, saat U.S. Bureau of Labor Statistics mengumumkan data penciptaan
lapangan kerja di luar sektor pertanian atau NFP (Nonfarm Payrolls) periode Oktober 2022.

Analis Monex Investindo Futures Anthony Kevin dalam risetnya mengingatkan bila data NFP menunjukkan tren lapangan kerja yang tercipta di AS setiap bulannya, di luar sektor pertanian atau agrikultur.

Melansir data dari Federal Reserve Bank of St. Louis, data NFP memasukkan sekitar 80% dari total pekerja yang berkontribusi terhadap perekonomian AS.

“Jika data NFP dirilis di atas ekspektasi, maka pelaku pasar akan melihat bahwa perekonomian AS melaju lebih kencang dibandingkan ekspektasi ekonom. Alhasil, Dolar AS akan cenderung
menguat,” ujar Anthony dalam keterangan resminya di Jakarta (6/11/2022).

Mayoritas di Atas Ekspektasi

Sementara itu di sepanjang tahun 2022 (tidak termasuk rilis data pada hari Jumat), U.S. Bureau of Labor Statistics sudah 9 kali merilis data NFP yaitu untuk period Januari-September 2022. Hasilnya, sebanyak 7 kali berada di atas konsensus, sementara sisanya berada di bawah konsensus.

“Tidak heran jika fenomena “Super Dollar” terjadi di tahun 2022, di mana Dolar AS secara signifikan menguat terhadap pasangan mata uang negara-negara lain,” jelasnya.

Pergerakan Dolar Indeks di Tahun 2022

Berdasarkan dari 9 rilis data NFP yang sudah terjadi di sepanjang 2022, mayoritas menghasilkan peluang untuk melakukan aksi beli terhadap dolar AS, seperti pada pasangan mata uang EURUSD dan GBPUSD.

“Patut diingat, ketika pasangan mata uang EURUSD dan GBPUSD bergerak ke bawah, berarti dapat dibaca sebagai EUR dan GBP melemah sementara USD menguat,” tambahnya.

A Tale of Two Swords

Memang, rilis data NFP di sepanjang tahun 2022 terus memberikan angin segar terhadap perekonomian AS yang sempat terpuruk oleh pandemi COVID-19 pada tahun 2020.

Kini, kondisi pasar lapangan kerja di AS sudah relatif membaik. Seiring dengan data NFP yang terus positif, tingkat pengangguran pun turun ke kisaran 3%.

Tapi sejatinya, jika data NFP terus diumumkan berada di atas ekspektasi, hal tersebut mempersulit keadaan bagi The Fed selaku bank sentral AS.

Saat ini, AS dan seluruh dunia memang sedang dihadapkan pada permasalahan yang unik. Permasalahan tersebut bernama inflasi yang sudah sangat lama berada di level yang sangat tinggi.
“Inflasi yang terjadi di seluruh dunia saat ini merupakan inflasi tipe cost-push inflation, disebabkan kenaikan harga minyak mentah (crude oil) dan gas bumi (natural gas), imbas invasi Rusia ke Ukraina,” terangnya.

Celakanya, cost-push inflation ini terjadi kala ekonomi dunia masih mencoba pulih dari pandemi Covid-19 yang membuat angka pertumbuhan ekonomi menjadi negatif.

“Berdasarkan perhitungan kami, dari 2019 ke 2021, perekonomian global hanya menikmati pertumbuhan sebesar 2,9%. Padahal, setiap tahunnya perekonomian global rata-rata mencatatkan pertumbuhan di kisaran 3,7%,” jelasnya.

Demi mengimbangi daya beli masyarakat yang masih lemah, pejabat bank sentral di seluruh dunia dihadapkan pada pilihan sulit. Mereka terpaksa menaikkan tingkat suku bunga acuan untuk “mematikan” daya beli masyarakat.

Harapannya, ketika daya beli masyarakat “dimatikan”, permintaan akan turun sehingga inflasi berangsur-angsur turun.
“Tapi, dalam perjalanan untuk me-restart kembali tatanan ekonomi dunia, berapa besar penderitaan yang harus ditanggung oleh masyarakat?” ujarnya.

Di sepanjang tahun 2022, terlihat
pertumbuhan ekonomi AS sangat melambat jika dibandingkan dengan tahun 2021, sehingga wajar jika AS diproyeksikan akan kembali mengalami resesi.

Pada Kamis (03 November 2022), The Fed mengesahkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) yang menandai kenaikan sebesar 75 bps selama empat bulan beruntun.

Jika tren data NFP terus berada di atas konsensus, maka hal tersebut dikhawatirkan akan membuat The Fed mengurungkan niatnya untuk mengerem laju pengetatan moneter.

Implikasinya, fenomena Super Dollar bisa jadi terus berlanjut, terlepas dari posisi Dolar AS yang di sepanjang tahun 2022 banyak menguat terhadap mata uang negara lain dan juga komoditas.
“Jadi untuk strategi jangka menengah (6 bulan) dan jangka panjang (1 tahun), memasang posisi long terhadap Dolar AS bisa jadi merupakan opsi terbaik,” tutupnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download huawei firmware
Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: cobisnis.comInflasiUSA

Related Posts

Persib Bandung Taklukkan Persik Kediri 3-0 di GBLA

Persib Bandung Taklukkan Persik Kediri 3-0 di GBLA

by Desti Dwi Natasya
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persib Bandung berhasil meraih kemenangan meyakinkan setelah mengalahkan Persik Kediri dengan skor 3-0 pada lanjutan pekan ke-25 Super...

Hakim Jackson Sebut Penanganan Kasus Darurat Mahkamah Agung Jadi ‘Menyimpang’

Hakim Jackson Sebut Penanganan Kasus Darurat Mahkamah Agung Jadi ‘Menyimpang’

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Ketanji Brown Jackson mengkritik cara lembaga tersebut menangani kasus darurat karena menurutnya...

Mahakarya Atau Tiruan Murah? Sejarawan Seni dan AI Bisa Berbeda Pendapat

Mahakarya Atau Tiruan Murah? Sejarawan Seni dan AI Bisa Berbeda Pendapat

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perdebatan baru muncul di dunia seni setelah kecerdasan buatan atau AI memberikan penilaian berbeda dengan para sejarawan...

Perang Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Serikat

Perang Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Serikat

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak dunia yang kemudian berdampak langsung pada...

Irak Terancam Gagal Main Playoff Piala Dunia Akibat Penutupan Wilayah Udara

Irak Terancam Gagal Main Playoff Piala Dunia Akibat Penutupan Wilayah Udara

by Zahra Zahwa
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tim nasional sepak bola Irak hanya tinggal selangkah lagi untuk lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

Usai Bongkar Dugaan Korupsi Pelindo Rp4,08 Triliun, Pensiunan JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Rumahnya

March 7, 2026
Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

Lima Tahun di Indonesia, AIA Vitality Catat Perubahan Nyata Perilaku Hidup Sehat

March 9, 2026
BBM Subsidi

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

March 11, 2026
Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

March 11, 2026
Summarecon Serpong

Menjelajahi Gaya Hidup Modern dan Lengkap di Summarecon Serpong

March 11, 2026
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, APBN RI Tertekan

March 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved