• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, November 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Heboh Temuan Radioaktif dari Kawasan Industri di Serang Jadi Ancaman Wajah Ekspor RI

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
September 30, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Radioaktif dari kawasan industri

Ilustrasi efek radioaktif dari kawasan industri.

JAKARTA, Cobisnis.com – Ditemukannya material radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Kabupaten Serang, Banten, membuka lembaran baru dalam permasalahan keamanan lingkungan di Indonesia.

Kasus ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran terkait dampak kesehatan masyarakat, tetapi juga mengguncang kepercayaan internasional terhadap produk ekspor nasional.

Permasalahan ini mencuat setelah otoritas Amerika Serikat menolak sejumlah kontainer udang beku asal Indonesia di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami, pada Agustus 2025.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Bea Cukai AS menemukan paparan radiasi dalam produk tersebut, yang mendorong tindakan cepat dari pemerintah Indonesia.

Penyelidikan kemudian diperluas ke dalam negeri dan mengarah ke Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, tepatnya di sebuah lokasi pengumpulan logam bekas.

Di sanalah ditemukan sumber material terkontaminasi Cs-137, yang mengindikasikan bahwa radiasi bukan berasal dari perairan atau tambak, melainkan dari kegiatan industri logam darat.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengonfirmasi kontaminasi tersebut, setelah menelusuri jejak dari perusahaan eksportir udang, PT Bahari Makmur Sejati.

Cs-137 sendiri diketahui merupakan bahan buatan yang umum digunakan dalam sektor industri, terutama untuk peralatan pengukur kepadatan dan aliran. Zat ini tidak terdapat secara alami, sehingga keberadaannya jelas berasal dari limbah atau peralatan industri.

Menurut Zulkarnain, Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten, sebagian bahan radioaktif bahkan sempat digunakan oleh masyarakat secara tidak sadar, seperti dalam campuran pondasi bangunan, yang tentunya berbahaya karena Cs-137 merupakan sumber radiasi pengion yang berdampak jangka panjang pada kesehatan.

Tim gabungan kemudian menyisir area dalam radius 20 meter dari titik temuan. Sejumlah sampel diambil, dan terdeteksi adanya titik paparan radiasi tinggi tambahan. Sebagai langkah antisipasi, pagar pengaman dipasang untuk mencegah penyebaran kontaminasi lebih luas.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa telah terjadi kebocoran atau pembuangan ilegal zat radioaktif dari aktivitas peleburan logam di kawasan tersebut.

Penjelasan dari Environmental Protection Agency (EPA) AS menyebutkan bahwa Cs-137 yang terikat dengan klorida dapat membentuk bubuk kristalin mirip garam, yang mudah tersebar melalui udara, air, dan tanah.

Tanaman juga bisa menyerap zat ini dalam jumlah kecil, sehingga berisiko masuk ke rantai makanan, termasuk hasil laut, yang menjadi komoditas ekspor utama Indonesia.

Biasanya, jejak Cs-137 ditemukan sebagai hasil dari uji coba senjata nuklir atau kecelakaan reaktor. Namun dalam konteks ini, kasus di Serang menunjukkan potensi penyalahgunaan atau pengelolaan zat radioaktif yang lemah di sektor industri.

Cs-137 memiliki berbagai fungsi industri dan medis, mulai dari kalibrasi alat ukur radiasi seperti Geiger-Mueller counter, hingga terapi kanker dan pengukuran dalam proses industri. Tetapi jika zat ini keluar dari pengawasan, dampaknya bisa fatal.

Paparan tinggi dapat menyebabkan luka bakar radiasi, penyakit radiasi akut, hingga kematian, serta meningkatkan risiko kanker jika terhirup, tertelan, atau masuk ke tubuh melalui makanan dan udara.

Menanggapi hal ini, pemerintah segera melakukan dekontaminasi. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, menyatakan bahwa material terkontaminasi telah dipindahkan ke PT Peter Metal Technology (PMT) sebagai tempat penampungan sementara.

Dari lokasi tersebut, lebih dari 700 kg material berhasil dievakuasi, dengan tingkat radiasi yang semula mencapai 0,3–0,5 mikrosievert per jam, kini turun ke level aman 0,04 µSv/jam.

Meski demikian, pembersihan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada partikel radioaktif tersisa. Pemerintah juga telah menyiapkan program pemeriksaan kesehatan bagi warga sekitar, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan RS Fatmawati.

Dari sisi regulasi, kasus ini memunculkan sorotan pada penegakan hukum. Sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengelolaan limbah radioaktif merupakan kewajiban hukum mutlak.

Deputi Penegakan Hukum KLH, Irjen Pol Rizal Irawan, menyatakan bahwa penyidikan tidak hanya fokus pada satu perusahaan, tetapi juga mencakup pengelola kawasan industri dan perusahaan lain yang terlibat. Perusahaan yang terbukti melanggar akan dikenai sanksi pidana.

Penyegelan terhadap PT PMT adalah bagian dari tindakan pencegahan. Garis pengawasan lingkungan hidup telah dipasang untuk melindungi masyarakat dan pekerja dari risiko lebih lanjut.

Rizal juga menegaskan bahwa penegakan hukum akan berjalan melalui jalur pidana dan perdata. Bareskrim Polri menangani aspek pidana lingkungan, sementara kerugian ekologis diselidiki secara perdata.

Ia menekankan bahwa kepatuhan industri terhadap peraturan bukan hanya formalitas administratif, tetapi juga perlindungan nyata bagi keselamatan publik.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi industri logam dan sektor lainnya bahwa pengawasan terhadap limbah radioaktif harus diperketat, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan sektor industri di Indonesia.

Dari penolakan udang beku di pelabuhan AS hingga scrap metal yang tercemar di Cikande, peristiwa ini memperlihatkan bahwa rantai pengawasan terhadap bahan radioaktif masih sangat rapuh.

Kini muncul pertanyaan penting: Berapa banyak lagi zat radioaktif yang tersembunyi di balik kegiatan industri di tanah air yang belum terdeteksi?

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: ancamanCobisnisEksporKawasan Industrilingkunganradioaktif

Related Posts

Samsung dikabarkan akan menghadirkan kembali kamera bawah layar pada ponsel lipat terbarunya tahun depan, dengan tantangan kualitas foto selfie.

Samsung Siapkan Kembali Kamera Bawah Layar di HP Lipat

by Desti Dwi Natasya
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan teknologi untuk ponsel lipat bergaya buku (book-style). Perusahaan asal Korea Selatan tersebut...

Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas potensi serangan baru ke Iran. Pentagon disebut telah memetakan target, sementara Teheran menyiapkan respons.

Trump dan Netanyahu Bahas Opsi Serangan Baru ke Iran

by Desti Dwi Natasya
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin...

Tiongkok menyiapkan misi pendaratan berawak di Bulan dengan skema dua peluncuran yang melibatkan Long March-10, Mengzhou, dan Lanyue.

Tiongkok Siapkan Misi Pendaratan Astronaut di Bulan

by Desti Dwi Natasya
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tiongkok mengungkapkan skema pelaksanaan misi pendaratan berawak di Bulan dengan menerapkan arsitektur "dua peluncuran, pertemuan di orbit...

Manchester United dikabarkan memantau Ivan Toney untuk bursa transfer Januari 2027 setelah performa lini depan belum maksimal.

Manchester United Bidik Ivan Toney untuk Januari 2027

by Desti Dwi Natasya
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Manchester United dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah untuk merekrut penyerang Al-Ahli, Ivan Toney, pada bursa transfer musim dingin...

Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Kimia Berkapasitas 600 Ribu Ton

Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Kimia Berkapasitas 600 Ribu Ton

by Rizki Meirino
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik, dan PT Rekayasa Industri (Rekind) memperkuat sinergi untuk mendorong industri hijau...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

November 2, 2026
JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

November 2, 2026
WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

November 2, 2026
PLN Indonesia Power

Inovasi Biomassa PLN Indonesia Power Raih 2nd Runner-up Renewable Energy Awards 2026

November 2, 2026
Samsung dikabarkan akan menghadirkan kembali kamera bawah layar pada ponsel lipat terbarunya tahun depan, dengan tantangan kualitas foto selfie.

Samsung Siapkan Kembali Kamera Bawah Layar di HP Lipat

November 2, 2026
Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

Sidak Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Gerai Obat Tersedia

November 2, 2026
Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Usai Penggeledahan Ponpes, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

November 2, 2026
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas potensi serangan baru ke Iran. Pentagon disebut telah memetakan target, sementara Teheran menyiapkan respons.

Trump dan Netanyahu Bahas Opsi Serangan Baru ke Iran

November 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved