JAKARTA, Cobisnis.com – Sayur dan buah dikenal sebagai makanan sehat yang kaya vitamin, mineral, dan serat. Namun, beberapa jenis sayur dan buah ternyata dapat memicu perut terasa kembung hingga tampak lebih buncit, terutama pada orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif.
Salah satu kelompok sayuran yang sering menyebabkan perut bergas adalah sayuran cruciferous, seperti brokoli, kubis, kembang kol, dan kubis brussel. Sayuran tersebut mengandung raffinose, yaitu jenis karbohidrat yang difermentasi bakteri usus sehingga menghasilkan gas berlebih.
Selain itu, bawang merah dan bawang putih juga dapat memicu perut kembung pada sebagian orang. Kandungan fruktan di dalamnya sulit dicerna sehingga dapat meningkatkan produksi gas, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan mentah.
Beberapa jenis buah juga memiliki efek serupa karena mengandung fruktosa dan sorbitol yang cukup tinggi. Apel menjadi salah satu buah yang paling sering dikaitkan dengan keluhan perut kembung akibat kedua jenis gula alami tersebut.
Pir, persik, ceri, dan buah-buahan tertentu juga dapat memicu rasa penuh pada perut jika dikonsumsi berlebihan. Meski demikian, efek tersebut tidak dialami semua orang karena kemampuan mencerna fruktosa berbeda-beda pada setiap individu.
Ahli menyarankan agar sayuran seperti brokoli atau kubis dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Proses memasak dapat membantu mengurangi senyawa yang memicu pembentukan gas sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Penting dipahami bahwa kondisi perut tampak buncit setelah mengonsumsi sayur atau buah umumnya disebabkan oleh penumpukan gas, bukan karena penambahan lemak tubuh. Keluhan tersebut biasanya bersifat sementara dan akan mereda setelah proses pencernaan selesai.
Meski beberapa sayur dan buah dapat memicu kembung, bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya. Mengatur porsi, memilih jenis yang sesuai dengan kondisi tubuh, serta mengolahnya dengan benar dapat membantu memperoleh manfaat gizinya tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman.













