• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, April 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Asuransi

Hasil Jasa Asuransi TUGU Tembus Rp228 Miliar

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
May 21, 2025
in Asuransi
0
Hasil Jasa Asuransi TUGU Tembus Rp228 Miliar

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah implementasi PSAK 117 untuk industri asuransi, anak usaha Pertamina Group yaitu PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I-2025.

Per akhir Maret 2025, total aset TUGU tembus Rp30,1 triliun.

Ini kali pertama dalam sejarah perusahaan asuransi umum terbesar dari sisi nilai kapitalisasi pasar tersebut mencapai tonggak bersejarah ini.

Jika dibandingkan akhir Desember 2024 yang menggunakan laporan keuangan yang disajikan kembali (restated) akibat implementasi PSAK 117 terdapat kenaikan Rp3,3 triliun.

Sementara itu, nilai ekuitas TUGU juga mencapai Rp11,0 triliun pada akhir Maret 2025 atau naik sebesar Rp549 miliar jika dibandingkan laporan posisi keuangan Desember 2024 (restated).

Sementara itu dari sisi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TUGU mengantongi Rp247 miliar atau menurun 30 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun perihal penurunan ini, analis pasar modal menyampaikan bahwa dalam kondisi transisi menggunakan PSAK baru adanya kenaikan atau penurunan pada pos-pos keuangan merupakan hal yang wajar.

“Kenaikan atau penurunan pada neraca maupun profitabilitas itu tidak hanya dialami oleh TUGU, tetapi juga industri keseluruhan baik asuransi umum, reasuransi maupun asuransi jiwa. Pasar memang perlu waktu untuk memahami PSAK yang baru ini” ujar Kharel Devin analyst Trimegah Sekuritas.

Namun, menurut Kharel, untuk lebih memahami PSAK 117 ini, Kharel menjelaskan, investor dapat melihat pada bagain keterangan terutama komparasi antara PSAK yang sebelumnya yaitu PSAK 62 yang sebelumnya menjadi dasar penyajian laporan keuangan.

“Pada kasus TUGU, jika menggunakan PSAK 117 untuk kuartal I 2025 yang telah menjadi best practice global, hasil jasa asuransi mencapai Rp227,8 miliar sementara jika menggunakan PSAK62 hanya Rp185,2 miliar. Ada kenaikan Rp42,5 miliar jika menggunakan PSAK 117 yang menggunakan pendekatan kontrak asuransi dan yang menjadi lebih transparan serta mencerminkan kondisi riil keuangan perusahaan asuransi umum” ungkapnya.

Senada dengan Kharel, Nurwachidah analyst Phintraco Sekuritas juga menjelaskan bahwa TUGU sebagai perusahaan holding asuransi umum lebih dari 90 persen bisnisnya ditopang oleh segmen asuransi, sehingga melihat kinerja aktivitas kinerja inti perusahaan bisa melihat langsung dari sisi hasil jasa asuransi.

“Kalau dilihat hasil jasa asuransi masih tumbuh 8,7% dari Rp209 miliar di Q1 2024 menjadi Rp228 miliar di Q1 2025. Memang ada adjustment dari sisi beban dan pos lainnya, tapi core bisnis tetap di sini. Selagi tumbuh, ini menunjukkan bahwa kinerja solid dan strategi ekspansi berjalan dengan baik” ungkap Nurwachidah.

Menurut Nurwachidah, dengan kesiapan TUGU dalam mengimplementasikan PSAK 117 akan semakin mencerminkan kondisi riil Perseroan.

“Sudah sesuai best practice global sehingga jika ada investor terutama asing yang ingin masuk ke saham TUGU, komparasinya lebih apple to apple. Selain itu kenaikan aset dan ekuitas juga menunjukkan posisi TUGU yang semakin strategis di industri dan kekuatan permodalan yang dimiliki dalam menavigasi berbagai tantangan” imbuhnya.

Terkait prospek, Nurwachidah tetap optimis kinerja keuangan dan profitabilitas TUGU yang merupakan Emiten Anak BUMN Pertamina masih bisa tumbuh dengan solid.

Menurutnya selain penyesuaian akibat PSAK baru, aspek musiman atau seasonality juga berperan dalam kinerja perusahaan asuransi.

Untuk diketahui, PSAK 117 merupakan adopsi dari IFRS 117 yang sudah diimplementasikan secara global sejak tahun 2023. Penerapan di dalam negeri baru dilakukan mulai 1 Januari 2025.

Sebagai catatan, perubahan penting dalam PSAK 117 adalah Pertama, pendapatan asuransi atau premi tidak langsung diakui sekaligus, tapi diakui bertahap sesuai masa pertanggungan.

Kedua, Liabilitas perusahaan asuransi dihitung berdasarkan estimasi pembayaran klaim di masa depan, ditambah margin untuk ketidakpastian.

Ketiga, ada pengukuran baru yang disebut Contractual Service Margin (CSM) yakni estimasi keuntungan masa depan yang diharapkan perusahaan asuransi dari sekelompok kontrak, yang diakui secara bertahap sebagai pendapatan selama periode kontrak berlangsung, bukan sekaligus di awal.

Tujuan utamanya adalah untuk memberikan gambaran profitabilitas yang lebih akurat dan transparan seiring dengan diberikannya layanan kepada pemegang polis, sehingga laba tidak diakui terlalu cepat di muka, melainkan sejalan dengan realisasi jasa yang diberikan.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy paid course
download micromax firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: Asuransi Tugucobisnis.com

Related Posts

Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

by Hidayat Taufik
April 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim putra Indonesia membuka kiprah di Thomas Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada laga...

Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

by Hidayat Taufik
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pemadaman lampu secara serentak dan partisipatif. Langkah ini menjadi bagian...

IFG Life dan Mandiri Inhealth Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa Unpad

IFG Life dan Mandiri Inhealth Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa Unpad

by Dwi Natasya
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – IFG Life bersama Mandiri Inhealth menggelar program literasi keuangan bagi mahasiswa Universitas Padjadjaran melalui kegiatan bertajuk “Melek...

BSI Gandeng PUI, Perluas Akses Keuangan Syariah untuk 20 Juta Umat

BSI Gandeng PUI, Perluas Akses Keuangan Syariah untuk 20 Juta Umat

by Dwi Natasya
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Syariah Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Persatuan Ummat Islam (PUI) untuk memperluas akses layanan keuangan syariah...

Bank Mandiri Perkuat Komitmen Keberlanjutan di Momentum Hari Bumi 2026

Bank Mandiri Perkuat Komitmen Keberlanjutan di Momentum Hari Bumi 2026

by Dwi Natasya
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri menegaskan komitmen keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dalam momentum Hari Bumi 2026. Pendekatan ini dilakukan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

April 23, 2026
R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

April 23, 2026
BCA Syariah

BCA Syariah dan Bank Aladin Perkuat Transaksi Money Market Antarbank Melalui Kerja Sama SiPA

April 24, 2026
Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

April 24, 2026
Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

April 25, 2026
Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

April 24, 2026
Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

April 24, 2026
Pasar Mulai Tenang, Harga Minyak Turun Seiring Sinyal Negosiasi Iran–AS

Pasar Mulai Tenang, Harga Minyak Turun Seiring Sinyal Negosiasi Iran–AS

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved