• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Harga Pangan Naik, Pemilik Warteg Nilai Menu Rp10 Ribu Tak Masuk Akal

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 15, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Harga Pangan Naik, Pemilik Warteg Nilai Menu Rp10 Ribu Tak Masuk Akal

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga bahan makanan yang terus naik membuat pemilik warung tegal (warteg) kesulitan menjual menu lengkap seharga Rp 10.000. Sejumlah pemilik warteg di Jakarta Timur mengaku harga tersebut sudah tidak realistis untuk nasi ayam dan telur.

Sigit (57), pemilik warteg di kawasan Jatinegara, mengatakan mustahil menjual nasi ayam dan telur hanya Rp 10.000 tanpa menurunkan kualitas bahan. Menurutnya, harga minimal nasi ayam saat ini mencapai Rp 15.000, sedangkan nasi telur Rp 10.000.

“Kalau bisa jual murah, pasti barangnya enggak bagus, kualitasnya mungkin juga kurang,” kata Sigit, Rabu (15/10/2025). Ia mencontohkan, menu Rp 10.000 bisa saja mencantumkan “ayam dan telur”, tapi porsinya kecil, misalnya hanya telur puyuh dan potongan ayam sangat sedikit.

Harga jual, lanjut Sigit, juga tergantung lokasi dan bahan baku. Di kawasan pekerja, ia kadang memberi diskon untuk tukang bangunan. “Kalau pekerja bangunan kadang saya kasih Rp 12.000 sudah dapat nasi telur dan sayur,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Leha (49), pemilik warteg di kawasan Cawang. Ia menegaskan, harga ayam yang terus naik membuat menu lengkap Rp 10.000 tidak masuk akal. “Sekarang ayam sedang naik, jadi enggak mungkin banget harga segitu seperti program MBG itu,” ucapnya.

Leha menyebut harga nasi ayam di wartegnya kini Rp 15.000, sedangkan menu Rp 10.000 hanya bisa berisi nasi dengan lauk sayur tanpa telur atau ayam. “Kalau paket Rp 10.000 ya paling sayur saja, biar tetap bisa jualan tapi enggak rugi,” tambahnya.

Kenaikan harga ayam dan telur memang menjadi tekanan besar bagi pedagang kecil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, garis kemiskinan nasional pada Maret 2025 mencapai Rp 609.160 per kapita per bulan, atau sekitar Rp 20.305 per hari.

Dengan rata-rata 4,72 anggota keluarga, rumah tangga miskin hanya memiliki pengeluaran di bawah Rp 2,875 juta per bulan. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun dan memengaruhi omzet warteg.

Meski begitu, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat turun menjadi 23,85 juta orang atau 8,47 persen dari total populasi, dari sebelumnya 8,57 persen pada September 2024. Namun, tekanan harga pangan tetap menjadi tantangan utama.

Para pemilik warteg berharap pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama ayam dan telur, agar usaha kecil tetap bisa bertahan sekaligus menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download micromax firmware
Download WordPress Themes
online free course
Tags: CobisnisEkonomi rakyatharga panganKemiskinanPebisnismudaumkmWarteg

Related Posts

Kampung Nelayan BSI Warloka Jadi Harapan Baru Masyarakat Pesisir

Kampung Nelayan BSI Warloka Jadi Harapan Baru Masyarakat Pesisir

by Dwi Natasya
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meresmikan Kampung Nelayan BSI Warloka di Manggarai Barat sebagai upaya pemberdayaan...

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026

by Dwi Natasya
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026. Capaian...

Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia merespons sikap MSCI yang masih membatasi saham Indonesia. Isu kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi...

Gencatan Senjata AS Iran Mendekati Akhir, Nasib Damai Masih Jadi Tanda Tanya!

Gencatan Senjata AS Iran Mendekati Akhir, Nasib Damai Masih Jadi Tanda Tanya!

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran memasuki fase kritis. Risiko konflik kembali terbuka lebar di tengah negosiasi...

Bahlil sindir gaya hidup mampu tapi tetap bergantung pada BBM subsidi

Bahlil sindir gaya hidup mampu tapi tetap bergantung pada BBM subsidi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti masih adanya masyarakat mampu yang membeli BBM subsidi. Ia menilai tindakan itu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nadiem Makarim Soroti Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif, Sebut Tak Masuk Akal

Nadiem Makarim Soroti Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif, Sebut Tak Masuk Akal

April 21, 2026
Gencatan Senjata AS Iran Mendekati Akhir, Nasib Damai Masih Jadi Tanda Tanya!

Gencatan Senjata AS Iran Mendekati Akhir, Nasib Damai Masih Jadi Tanda Tanya!

April 21, 2026
Bahlil sindir gaya hidup mampu tapi tetap bergantung pada BBM subsidi

Bahlil sindir gaya hidup mampu tapi tetap bergantung pada BBM subsidi

April 21, 2026
Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

April 21, 2026
Jerez Siap Memanas! MotoGP Kembali Hadir Akhir Pekan Ini dengan Rivalitas Para Juara

Jerez Siap Memanas! MotoGP Kembali Hadir Akhir Pekan Ini dengan Rivalitas Para Juara

April 22, 2026
Analitik Video Pengunjung Mall: Solusi Pintar Memantau Traffic & Area Strategis

Analitik Video Pengunjung Mall: Solusi Pintar Memantau Traffic & Area Strategis

April 21, 2026
Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

April 21, 2026
Kampung Nelayan BSI Warloka Jadi Harapan Baru Masyarakat Pesisir

Kampung Nelayan BSI Warloka Jadi Harapan Baru Masyarakat Pesisir

April 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved