• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, May 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Hak Perempuan Di Israel Merosot Tajam, Aktivis Salahkan Pemerintahan Sayap Kanan Netanyahu

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 28, 2025
in Humaniora
0
Hak Perempuan Di Israel Merosot Tajam, Aktivis Salahkan Pemerintahan Sayap Kanan Netanyahu

JAKARTA, Cobisnis.com – Penurunan hak-hak perempuan di Israel kian mengkhawatirkan, dengan para aktivis menyalahkan pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang didukung partai-partai ultra-Ortodoks. Kelompok advokasi menilai kebijakan pemerintah saat ini mendorong Israel menuju arah yang lebih religius dan konservatif, dengan konsekuensi serius bagi kesetaraan gender.

Beberapa tahun lalu, sekelompok perempuan yang menamakan diri “Women in Red” melakukan aksi protes diam mengenakan jubah merah dan penutup kepala putih, terinspirasi dari novel distopia The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood. Aksi tersebut dimaksudkan sebagai peringatan bahwa rencana reformasi yudisial pemerintah berpotensi menghapus kemajuan hak perempuan yang telah dicapai selama puluhan tahun.

Kini, peringatan itu dinilai semakin relevan. Pemerintahan Netanyahu tidak hanya berupaya melemahkan Mahkamah Agung yang selama ini menjadi pilar utama perlindungan kesetaraan perempuan tetapi juga mendorong berbagai kebijakan yang memperluas kewenangan lembaga keagamaan dalam kehidupan sipil. Di antaranya adalah rancangan undang-undang yang memungkinkan segregasi gender dalam acara budaya dan pendidikan.

Penurunan hak perempuan di Israel tercermin dalam berbagai indikator global. Dalam Women, Peace and Security Index 2025–2026 yang diterbitkan Universitas Georgetown, Israel berada di peringkat 84 dari 181 negara, turun drastis dari peringkat 27 tiga tahun lalu. Indeks tersebut menilai berbagai faktor, termasuk dampak konflik bersenjata terhadap kehidupan perempuan.

Selain itu, Gender Index terbaru dari Van Leer Jerusalem Institute mencatat penurunan 6 persen dalam kesetaraan gender di Israel, terutama akibat merosotnya kekuatan politik dan ekonomi perempuan. Saat ini, hanya enam dari 33 menteri Israel yang perempuan, dan tidak satu pun menduduki posisi direktur jenderal permanen di lebih dari 30 kementerian. Tidak ada pula partai politik besar yang dipimpin perempuan, bahkan dua partai dalam koalisi Netanyahu sama sekali tidak memiliki kandidat perempuan.

Akademisi Fakultas Hukum dan Studi Gender Universitas Tel Aviv, Daphna Hacker, menyebut kemerosotan ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa Israel pernah menjadi pelopor kesetaraan perempuan, dengan pencapaian seperti Undang-Undang Kesetaraan Hak Perempuan 1951 dan kepemimpinan Golda Meir sebagai perdana menteri perempuan pada 1969.

Ancaman terbaru datang dari rancangan undang-undang yang akan memperluas kewenangan pengadilan agama negara yang seluruh hakimnya laki-laki untuk menangani sengketa sipil, termasuk urusan keuangan, bisnis, dan potensi hak asuh anak. Kelompok perempuan Bonot Alternativa mengecam langkah ini sebagai upaya menempatkan nasib perempuan di tangan sistem yang dinilai diskriminatif.

Para pendukung kebijakan tersebut beralasan bahwa pengadilan agama pernah memiliki kewenangan serupa sebelum dicabut Mahkamah Agung pada 2006. Namun, organisasi hak perempuan memperingatkan bahwa perluasan ini berpotensi menimbulkan pelanggaran serius terhadap hak perempuan yang bercerai, termasuk dalam hal nafkah dan hak asuh.

Di tengah kondisi ini, kekerasan terhadap perempuan juga meningkat. Tahun ini, tercatat 44 perempuan dibunuh di Israel angka tertinggi dalam satu dekade. Aktivis mengaitkan lonjakan tersebut dengan meningkatnya kepemilikan senjata, yang melonjak sekitar 40 persen sejak aturan perizinan dilonggarkan setelah serangan Hamas pada Oktober 2023.

Anggota parlemen oposisi Merav Cohen menyebut pemerintahan saat ini sebagai yang terburuk bagi perempuan dalam sejarah Israel. Menurutnya, alih-alih bertindak tegas menghadapi krisis, pemerintah justru bersikap acuh atau bahkan menormalkan kerugian yang dialami perempuan.

“Perempuan Israel membayar harga dari koalisi Netanyahu dan diseret kembali puluhan tahun ke belakang,” ujarnya.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
udemy course download free
download redmi firmware
Premium WordPress Themes Download
online free course
Tags: cobisnis.comHakAsasiManusiaHakPerempuanisraelnetanyahu

Related Posts

GAPKI

GAPKI: Masa Depan Sawit Indonesia Dibangun dengan Inovasi dan Kolaborasi

by Iwan Supriyatna
May 25, 2026
0

SERUYAN, Cobisnis.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus memperkuat kolaborasi antaranggota melalui kegiatan benchmarking dan sharing teknologi yang...

Summarecon

Summarecon Crown Gading Hadirkan Emerald Commercial, Harga Mulai dari Rp 1,7 Miliar

by Iwan Supriyatna
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Summarecon Agung Tbk melalui Summarecon Crown Gading kembali memperkuat pengembangan township dengan menghadirkan Emerald Commercial, area...

Polda Metro Jaya Tegaskan Akan Proses Hukum Pelaku Teror Pocong yang Terlibat Tindak Pidana

Polda Metro Jaya Tegaskan Akan Proses Hukum Pelaku Teror Pocong yang Terlibat Tindak Pidana

by Hidayat Taufik
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk menindak pelaku yang memanfaatkan fenomena teror pocong sebagai sarana melakukan tindak...

Michael Phelps Temukan Tujuan Baru di Luar Kolam Renang pada 2026

Michael Phelps Temukan Tujuan Baru di Luar Kolam Renang pada 2026

by Zahra Zahwa
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Legenda renang dunia, Michael Phelps, kini fokus memperjuangkan kesehatan mental setelah pensiun dari olahraga profesional. Hampir satu...

Warisan Jason Collins Masih Hidup, Atlet LGBTQ Masih Takut Terbuka pada 2026

Warisan Jason Collins Masih Hidup, Atlet LGBTQ Masih Takut Terbuka pada 2026

by Zahra Zahwa
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia olahraga masih bergulat dengan isu inklusi LGBTQ setelah meninggalnya mantan pemain NBA, Jason Collins. Komisaris National...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Pengumuman UTBK SNBT 2026, Link Resmi dan Tahapan Lengkap

Cara Cek Pengumuman UTBK SNBT 2026, Link Resmi dan Tahapan Lengkap

May 25, 2026
Sebelum Ada Kulkas, Orang Manggarai Sudah Pakai Teknik Ini untuk Awetkan Daging Berbulan-bulan

Sebelum Ada Kulkas, Orang Manggarai Sudah Pakai Teknik Ini untuk Awetkan Daging Berbulan-bulan

May 25, 2026
GAPKI

GAPKI: Masa Depan Sawit Indonesia Dibangun dengan Inovasi dan Kolaborasi

May 25, 2026
Hendro Prasetyo Beberkan Pengalaman Ditahan Israel, Dari Mogok Makan hingga Penjara Gelap

Hendro Prasetyo Beberkan Pengalaman Ditahan Israel, Dari Mogok Makan hingga Penjara Gelap

May 25, 2026
Toko Roti Tertua di Indonesia Sudah Berdiri sejak 1881, Ini Daftar Lengkapnya

Toko Roti Tertua di Indonesia Sudah Berdiri sejak 1881, Ini Daftar Lengkapnya

May 26, 2026
Fenomena Blue Moon Ramai di Media Sosial, BRIN Sebut Terjadi Akhir Mei 2026

Fenomena Blue Moon Ramai di Media Sosial, BRIN Sebut Terjadi Akhir Mei 2026

May 26, 2026
Psikolog Ungkap Kalimat yang Kerap Keluar Saat Seseorang Nervous dalam Percakapan

Psikolog Ungkap Kalimat yang Kerap Keluar Saat Seseorang Nervous dalam Percakapan

May 26, 2026
Spesies Hiu Paling Langka di Dunia Muncul Lagi di Kalimantan Utara, 43 Ekor dalam 3 Pekan

Spesies Hiu Paling Langka di Dunia Muncul Lagi di Kalimantan Utara, 43 Ekor dalam 3 Pekan

May 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved