• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Hak Perempuan Di Israel Merosot Tajam, Aktivis Salahkan Pemerintahan Sayap Kanan Netanyahu

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 28, 2025
in Humaniora
0
Hak Perempuan Di Israel Merosot Tajam, Aktivis Salahkan Pemerintahan Sayap Kanan Netanyahu

JAKARTA, Cobisnis.com – Penurunan hak-hak perempuan di Israel kian mengkhawatirkan, dengan para aktivis menyalahkan pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang didukung partai-partai ultra-Ortodoks. Kelompok advokasi menilai kebijakan pemerintah saat ini mendorong Israel menuju arah yang lebih religius dan konservatif, dengan konsekuensi serius bagi kesetaraan gender.

Beberapa tahun lalu, sekelompok perempuan yang menamakan diri “Women in Red” melakukan aksi protes diam mengenakan jubah merah dan penutup kepala putih, terinspirasi dari novel distopia The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood. Aksi tersebut dimaksudkan sebagai peringatan bahwa rencana reformasi yudisial pemerintah berpotensi menghapus kemajuan hak perempuan yang telah dicapai selama puluhan tahun.

Kini, peringatan itu dinilai semakin relevan. Pemerintahan Netanyahu tidak hanya berupaya melemahkan Mahkamah Agung yang selama ini menjadi pilar utama perlindungan kesetaraan perempuan tetapi juga mendorong berbagai kebijakan yang memperluas kewenangan lembaga keagamaan dalam kehidupan sipil. Di antaranya adalah rancangan undang-undang yang memungkinkan segregasi gender dalam acara budaya dan pendidikan.

Penurunan hak perempuan di Israel tercermin dalam berbagai indikator global. Dalam Women, Peace and Security Index 2025–2026 yang diterbitkan Universitas Georgetown, Israel berada di peringkat 84 dari 181 negara, turun drastis dari peringkat 27 tiga tahun lalu. Indeks tersebut menilai berbagai faktor, termasuk dampak konflik bersenjata terhadap kehidupan perempuan.

Selain itu, Gender Index terbaru dari Van Leer Jerusalem Institute mencatat penurunan 6 persen dalam kesetaraan gender di Israel, terutama akibat merosotnya kekuatan politik dan ekonomi perempuan. Saat ini, hanya enam dari 33 menteri Israel yang perempuan, dan tidak satu pun menduduki posisi direktur jenderal permanen di lebih dari 30 kementerian. Tidak ada pula partai politik besar yang dipimpin perempuan, bahkan dua partai dalam koalisi Netanyahu sama sekali tidak memiliki kandidat perempuan.

Akademisi Fakultas Hukum dan Studi Gender Universitas Tel Aviv, Daphna Hacker, menyebut kemerosotan ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa Israel pernah menjadi pelopor kesetaraan perempuan, dengan pencapaian seperti Undang-Undang Kesetaraan Hak Perempuan 1951 dan kepemimpinan Golda Meir sebagai perdana menteri perempuan pada 1969.

Ancaman terbaru datang dari rancangan undang-undang yang akan memperluas kewenangan pengadilan agama negara yang seluruh hakimnya laki-laki untuk menangani sengketa sipil, termasuk urusan keuangan, bisnis, dan potensi hak asuh anak. Kelompok perempuan Bonot Alternativa mengecam langkah ini sebagai upaya menempatkan nasib perempuan di tangan sistem yang dinilai diskriminatif.

Para pendukung kebijakan tersebut beralasan bahwa pengadilan agama pernah memiliki kewenangan serupa sebelum dicabut Mahkamah Agung pada 2006. Namun, organisasi hak perempuan memperingatkan bahwa perluasan ini berpotensi menimbulkan pelanggaran serius terhadap hak perempuan yang bercerai, termasuk dalam hal nafkah dan hak asuh.

Di tengah kondisi ini, kekerasan terhadap perempuan juga meningkat. Tahun ini, tercatat 44 perempuan dibunuh di Israel angka tertinggi dalam satu dekade. Aktivis mengaitkan lonjakan tersebut dengan meningkatnya kepemilikan senjata, yang melonjak sekitar 40 persen sejak aturan perizinan dilonggarkan setelah serangan Hamas pada Oktober 2023.

Anggota parlemen oposisi Merav Cohen menyebut pemerintahan saat ini sebagai yang terburuk bagi perempuan dalam sejarah Israel. Menurutnya, alih-alih bertindak tegas menghadapi krisis, pemerintah justru bersikap acuh atau bahkan menormalkan kerugian yang dialami perempuan.

“Perempuan Israel membayar harga dari koalisi Netanyahu dan diseret kembali puluhan tahun ke belakang,” ujarnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: cobisnis.comHakAsasiManusiaHakPerempuanisraelnetanyahu

Related Posts

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mengungkapkan rencana pemanggilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas...

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan...

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan jajaran Kepala Staf Angkatan...

6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Biaya hidup yang terus meningkat membuat banyak orang kesulitan menyisihkan penghasilan untuk tabungan. Namun, metode pengelolaan uang...

Prancis Dilanda Kerusuhan, Trump Sebut Imigrasi Hancurkan Negara

Prancis Dilanda Kerusuhan, Trump Sebut Imigrasi Hancurkan Negara

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan imigrasi atas kerusuhan yang melanda Prancis setelah demonstrasi pada Sabtu (17/10/2026)....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

Mau Pensiun Nyaman? Ini 5 Cara Menghitung Dana yang Harus Disiapkan

October 19, 2026
Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

October 19, 2026
Rio Ngumoha Ungkap Peran Baru di Liverpool

Dijuluki Iron Man, Eliano Reijnders Siap Terus Bela Persib

October 19, 2026
Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

October 19, 2026
Vietnam Gaspol Perluas Pasar, Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara Eropa Jadi Andalan

Vietnam Gaspol Perluas Pasar, Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara Eropa Jadi Andalan

October 19, 2026
Terancam Turun Kasta Jadi Standalone Market, Ini Hasil Pertemuan BEI dan MSCI

Terancam Turun Kasta Jadi Standalone Market, Ini Hasil Pertemuan BEI dan MSCI

October 19, 2026
BGN Tarik CCTV Dapur MBG ke Pusat, Sekitar 70 Dapur Mulai Diuji dengan AI

BGN Tarik CCTV Dapur MBG ke Pusat, Sekitar 70 Dapur Mulai Diuji dengan AI

October 19, 2026
Kepolisian Israel menangkap 10 tersangka terkait serangan terhadap Wali Kota Prancis Bernard Baudoux dan fotografer AS Heidi Levine di Tepi Barat.

Israel Tangkap 10 Tersangka Serangan di Tepi Barat

October 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved