• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Fujifilm Hadirkan Teknologi AI pada Industri Kesehatan

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
December 29, 2022
in Sport
0
Fujifilm Hadirkan Teknologi AI pada Industri  Kesehatan

JAKARTA,Cobisnis.com – Siapa tak kenal Fujifilm? Raksasa di bidang fotografi ini telah lama melakukan diversifikasi
bisnis. Salah satu bisnis yang terus ditekuni dan mencatatkan keuntungan bagi korporasi adalah teknologi layanan medis atau kesehatan. Fujifilm memadukan kecanggihan teknologi
di bidang pencitraan atau pembuatan film dengan produk teknologi yang dibutuhkan industri kesehatan.

Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto mengatakan, teknologi layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas akan membantu memudahkan tugas tenaga kesehatan dalam mendiagnosa penyakit sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat.
“Harapan kami, setiap orang dapat menerima perawatan medis berkualitas tinggi,” tutur Masato Yamamoto.

Sejarah Fujifilm dalam dunia kesehatan sebetulnya telah merentang dalam kurun waktu yang panjang. Pada 1936, Fujifilm telah memulai penjualan film sinar-X. Para pemimpin korporasi ini sadar, teknologi pembuatan film atau pemrosesan gambarnya sangat canggih dan diburu
banyak orang. Teknologi ini akan sangat bernilai jika dipadukan dengan layanan kesehatan yang setiap produk atau mesinnya sangat membutuhkan film.
Memanfaatkan keunggulan itu, perusahaan berhasil melebarkan sayap bisnis di bidang diagnostik melalui Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik, sistem ultrasound, endoskopi, sistem
diagnostik in vitro, CT, MRI, hingga PACS. Saat ini Fujifilm memperluas layanan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau teknologi AI pada produknya.

Menurut Yamamoto, korporasi melihat ke depannya informasi klinis akan semakin diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, kebutuhan akan teknologi AI semakin tinggi
dalam pengembangan produk yang memenuhi kebutuhan industri perawatan kesehatan yang terus berkembang, terutama di era pascapandemi.

Untuk mengembangkan teknologi AI di bidang medis, Fujifilm berkolaborasi
mengembangkan penelitian bersama banyak pihak. Pada April 2019, misalnya, Fujifilm melalui penelitian bersama Universitas Kyoto, mengumumkan berhasil mengembangkan teknologi yang menggunakan teknologi AI yang secara otomatis mampu mengategorikan dan
mengukur lesi pneumonia interstisial pada tingkat presisi yang lebih tinggi.
Dalam hal ini Fujifilm memulai studi penelitian dengan menerapkan teknologi AI untuk membantu diagnosis dan penilaian pengobatan pasien dengan pneumonia akibat Covid-19.

Inisiatif Fujifilm yang lain juga mencakup pengembangan platform AI yang dapat digunakan di ruang gawat darurat, ruang operasi, termasuk selama pemeriksaan sinar-X umum.Fujifilm memiliki visi, tidak hanya mendukung ahli radiologi tetapi juga dokter di ruang operasi
dan radiografer. Sementara, di lini sistem medis, Fujifilm telah menghubungkan Teknologi Informatika medis sebagai produk serta layanan kesehatan seperti Pesawat Sinar X Radiologi Diagnostik, endoskopi, ultrasonografi, dan sistem diagnostik in vitro.

Teknologi Mamografi Layanan dan peralatan medis yang memadukan teknologi canggih saat ini sudah jadi
portofolio utama dalam transformasi bisnis Fujifilm. Juli 2019 lalu, Fujifilm meluncurkan sistem perangkat lunak medis di Jepang. Platform ini mempelajari pengetahuan dokter berpengalaman mengenai diagnosa gambar menggunakan teknologi AI.Dengan keahlian dan kecanggihan yang dimilikinya, Fujifilm juga mengembangkan seri
Picture, Archiving and Communication System (PACS) sebuah sistem AI yang mampu mengelola dan menyimpan data gambar di rumah sakit di seluruh dunia.
Sejak diluncurkan pada 1999, setidaknya sistem AI ini telah digunakan pada 5.500 fasilitas kesehatan di seluruh dunia.

Melalui pengalaman lebih dari 20 tahun, manajemen gambar dan teknologi pemrosesan sistem AI inilah yang akan digunakan dalam pengembangan teknologi
AI Fujifilm ke depan.Melalui sistem AI, Yamamoto mengatakan para ahli perseroan menganalisa data gambar
berkualitas tinggi yang dimiliki Fujifilm sebagai bahan pembelajaran mendalam guna menghasilkan inovasi-inovasi lain yang terkait teknologi AI dan kesempurnaan pencitraan/gambar.

Ia juga menegaskan, salah satu yang menjadi perhatian Fujifilm di dunia kesehatan adalah bagaimana pasien bisa mendapatkan penanganan medis secara cepat, terutama dari hasil pembacaan diagnosis gambar x-ray, seperti hasil foto thorax atau mamografi. Salah satu alat
canggih yang juga diproduksi Fujifilm adalah mamografi beresolusi tinggi.

Teknologi mamografi atau pemeriksaan sinar-X yang dikembangkan Fujifilm, merupakan salah satu tindak nyata dalam langkah Never Stop Innovating, sebuah kampanye yang kerap digaungkan oleh Fujifilm dalam berkarya.
Kita tahu, kanker payudara merupakan tumor ganas nomor satu yang menjadi momok bagi kaum perempuan di seluruh dunia. Karena itu, deteksi dini kanker payudara akan berdampak signifikan terhadap tingkat harapan hidup dan kualitas hidup mereka yang menjalani
mamografi. Biasanya untuk mendeteksi kanker payudara, dokter atau ahli onkologi akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan x-ray agar dokter dapat melakukan tindakan yang diperlukan secara optimal.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comfujifilmTeknologi AI

Related Posts

Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola di Kongo Makin Ganas, 2.325 Orang Tewas dan 101 Kasus Baru

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kini menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Berdasarkan data...

BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Transaksi Diproses di Dalam Negeri

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sistem pembayaran nasional. Melalui...

Jon Ossoff Serang Natalie Harp, Ajudan Trump yang Jadi Sorotan

Hayden Panettiere Meninggal di Usia 36 Tahun Setelah Laporan Henti Jantung

by Zahra Zahwa
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Hayden Panettiere meninggal dunia pada usia 36 tahun. Bintang serial Heroes dan Nashville itu ditemukan mengalami...

Jon Ossoff Serang Natalie Harp, Ajudan Trump yang Jadi Sorotan

Jon Ossoff Serang Natalie Harp, Ajudan Trump yang Jadi Sorotan

by Zahra Zahwa
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Nama Natalie Harp mendadak menjadi sorotan setelah Senator Georgia Jon Ossoff menyebutnya dalam pidato kampanye. Ossoff melontarkan...

Redmi Watch 6 Lite dan Watch 6 Active

Redmi Watch 6 Lite dan Watch 6 Active Bocor, Harga Mulai Rp900 Ribuan

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Xiaomi Redmi Watch 6 Lite dan Redmi Watch 6 Active kembali muncul dalam bocoran terbaru. Kedua smartwatch...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

August 8, 2026
6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

August 7, 2026
Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

August 17, 2026
Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

August 17, 2026
Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola di Kongo Makin Ganas, 2.325 Orang Tewas dan 101 Kasus Baru

August 18, 2026
BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Transaksi Diproses di Dalam Negeri

August 18, 2026
Jon Ossoff Serang Natalie Harp, Ajudan Trump yang Jadi Sorotan

Hayden Panettiere Meninggal di Usia 36 Tahun Setelah Laporan Henti Jantung

August 18, 2026
Jangan Anggap Remeh! 10 Perubahan Tubuh Wanita di Usia 35 dan yang Perlu diperiksa ke Dokter

Jangan Anggap Remeh! 10 Perubahan Tubuh Wanita di Usia 35 dan yang Perlu diperiksa ke Dokter

August 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved