JAKARTA, Cobisnis.com – Ferry Irwandi menilai keinginan untuk hidup berkecukupan atau menjadi kaya bukan sesuatu yang salah. Menurutnya, hal tersebut baru menjadi masalah jika kekayaan diperoleh dengan cara yang merugikan orang lain atau melanggar hukum.
“Enggak, kecuali lu peroleh dengan cara yang enggak benar,” kata Ferry Irwandi, dikutip dari kanal Youtube Ferry Irwandi, Selasa (18/8/2026).
Ia menilai keinginan memiliki penghasilan yang cukup juga berkaitan dengan tanggung jawab seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, menurut Ferry, memiliki target finansial merupakan sesuatu yang wajar.
Ferry mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada narasi yang menyebut seseorang hanya bisa kaya melalui instrumen tertentu. Ia juga menyoroti anggapan bahwa menjadi karyawan merupakan pilihan yang memalukan.
Menurutnya, terdapat dua cara utama untuk menghasilkan uang, yaitu bekerja dan berusaha. Keduanya membutuhkan legitimasi serta kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan dan proses belajar.
“Untuk memiliki kemampuan atau skill set yang diperlukan, yang harus kita lakukan ya menempa diri dan belajar,” ujar Ferry.
Ferry kemudian menjelaskan pentingnya membedakan berpikir dan bernalar. Menurutnya, berpikir merupakan aktivitas mental yang luas, sedangkan bernalar menggunakan logika dan aturan tertentu untuk mencapai kesimpulan.
“Bernalar adalah proses berpikir yang lebih spesifik yang menggunakan logika untuk mencapai kesimpulan atau memecahkan masalah secara sistematis,” kata dia.
Ia menilai kemampuan bernalar dapat membantu seseorang dalam proses belajar, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah. Metode belajar yang tepat juga dinilai dapat membuat proses memperoleh pengetahuan dan keterampilan menjadi lebih efektif.
Ferry turut membagikan pengalamannya dalam mengembangkan kemampuan di luar bidang pendidikan formal. Ia mempelajari kamera, sinematografi, pembuatan konten, algoritma media sosial, hingga public relations untuk memperluas peluang yang dimilikinya.
Menurut Ferry, pengembangan kemampuan perlu dilakukan dengan mempertemukan skill yang dimiliki dengan peluang yang tersedia. Ia menilai fondasi pendidikan tetap penting, tetapi kemampuan seseorang juga perlu terus diperbarui mengikuti perubahan zaman.













