• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, November 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ferry Irwandi Uji Klaim Purbaya soal Pertumbuhan Ekonomi 5,61%

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 30, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Ferry Irwandi Uji Klaim Purbaya soal Pertumbuhan Ekonomi 5,61%

JAKARTA, Cobisnis.com – Ferry Irwandi menguji pernyataan Menteri Keuangan Purbaya terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61%. Ia membedah angka tersebut menggunakan pendekatan akuntansi dan ekonometrika untuk melihat seberapa besar peran belanja pemerintah.

Ferry mengatakan pembahasannya mengenai ekonomi ditujukan untuk memberikan edukasi kepada publik dengan menempatkan objektivitas sebagai dasar. Ia menegaskan kontennya bukan bagian dari upaya menyerang atau menjadi oposisi terhadap pemerintah.

Menurut Ferry, pertumbuhan ekonomi 5,61% sebelumnya banyak mendapat sorotan karena dianggap sebagai capaian yang tinggi. Namun, ia menilai komponen pembentuk pertumbuhan perlu dilihat lebih dalam, terutama kenaikan belanja pemerintah.

Ferry menyoroti government spending yang disebut tumbuh 21,81%. Menurut dia, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan belanja pemerintah dalam sekitar 10 tahun terakhir yang berada pada kisaran 3% hingga 6%.

Dalam pembahasannya, Ferry merespons pernyataan Purbaya yang menyebut pertumbuhan 5,61% tidak didorong oleh belanja pemerintah. Menurut Ferry, klaim tersebut perlu diuji menggunakan data, bukan sekadar argumentasi.

Ia menggunakan rumus Produk Domestik Bruto, yaitu konsumsi, investasi, belanja pemerintah, serta ekspor dikurangi impor. Dari komponen tersebut, Ferry menyebut konsumsi memiliki porsi 54,36%, investasi 28,29%, belanja pemerintah 6,72%, serta ekspor dikurangi impor sebesar 0,93%.

Menurut perhitungannya, kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan 5,61% mencapai 1,26 poin persentase. Angka tersebut berasal dari pertumbuhan government spending sebesar 21,81% dengan porsi 6,72% dalam PDB.

Ferry kemudian membuat skenario kontrafaktual dengan menggunakan pertumbuhan government spending sebesar 4,8%, yang disebutnya sebagai angka optimistis berdasarkan rata-rata pertumbuhan dalam 10 tahun terakhir. Dengan skenario tersebut, ia menghitung pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di sekitar 4,63%.

“Kalau kita bicara ekonomi, kita enggak perlu terlalu banyak bicara, biarkan angka yang bekerja,” ujar Ferry, dikutip dari kanal Youtube Ferry Irwandi, Minggu (30/8/2026).

Ferry juga menggunakan pendekatan ekonometrika dengan beberapa asumsi multiplier effect. Dalam hitungannya, pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4,43%, 4,33%, hingga 4,23%, tergantung besaran multiplier yang digunakan.

Ia menilai perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya melihat hubungan antara belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi secara lebih menyeluruh. Ferry juga menyoroti risiko fiskal apabila belanja meningkat lebih cepat dibandingkan penerimaan negara.

Dalam pembahasannya, Ferry menyebut penerimaan negara tumbuh sekitar 10%, sementara belanja negara tumbuh 31,8% pada periode yang ia bahas. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada ketahanan fiskal, neraca pembayaran, nilai tukar, hingga kepercayaan investor.

Ferry menegaskan kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk memojokkan pemerintah. Ia mengatakan masukan tersebut disampaikan sebagai warga sipil yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan ingin melihat kebijakan publik dibahas berdasarkan data.

“Ketika kita mendiagnosis masalah, kita harus mengidentifikasinya dengan benar supaya dapat solusinya yang benar juga,” kata Ferry.

Ia juga meminta agar perdebatan mengenai kondisi ekonomi diselesaikan dengan pendekatan keilmuan dan data. Menurut Ferry, pemerintah masih memiliki banyak capaian dan peluang yang dapat disampaikan tanpa perlu melakukan penggambaran yang berlebihan terhadap kondisi ekonomi.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
online free course
download redmi firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: belanja pemerintahEkonomi IndonesiaFerry IrwandiPertumbuhan EkonomiPurbaya

Related Posts

BPS Catat 7,38 Juta Pengangguran, Turun 77.000 Orang dalam Setahun

BPS Catat 7,38 Juta Pengangguran, Turun 77.000 Orang dalam Setahun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,38 juta orang pada Agustus 2026. Angka...

Kabar Baik Pagi Ini! Rupiah Menguat ke Rp18.115 per Dolar AS

Kabar Baik Pagi Ini! Rupiah Menguat ke Rp18.115 per Dolar AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp18.115 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/11/2026) pagi. Mata uang...

Hana Bank Economic Outlook 2027 Bahas Prospek Ekonomi Global

Hana Bank Economic Outlook 2027 Bahas Prospek Ekonomi Global

by Rizki Meirino
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menggelar Hana Bank Economic Outlook 2027 untuk membahas prospek ekonomi global...

Ferry Irwandi: Investasi Terbesar dalam Hidup Bukan Uang, tetapi Mentalitas

Ferry Irwandi: Investasi Terbesar dalam Hidup Bukan Uang, tetapi Mentalitas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ferry Irwandi menyebut investasi terbesar dalam kehidupan seseorang bukan sekadar pengetahuan, keterampilan, atau uang, melainkan mentalitas. Menurutnya,...

BI Ungkap Efek MSCI, Dana Asing Keluar dari Pasar Saham dan SBN

BI Buka Suara! Ini 4 Faktor yang Bikin Rupiah Makin Tertekan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah tertekan hingga mendekati Rp18.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) menyebut pelemahan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sun Life Syariah Salurkan Donasi Surplus Underwriting Rp1,27 Miliar kepada Baitulmaal Muamalat dan Rumah Zakat

Sun Life Syariah Salurkan Donasi Surplus Underwriting Rp1,27 Miliar kepada Baitulmaal Muamalat dan Rumah Zakat

November 6, 2026
Bank Mandiri dan Visa Dorong Pertumbuhan Brand Lokal Lewat Livin’ MARKT

Bank Mandiri dan Visa Dorong Pertumbuhan Brand Lokal Lewat Livin’ MARKT

November 5, 2026
Di Tengah Kasus Penyadapan, Kapolri Tekankan Kekompakan Anggota Polri

Di Tengah Kasus Penyadapan, Kapolri Tekankan Kekompakan Anggota Polri

November 6, 2026
Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Pasc stroke

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Pasc stroke

November 6, 2026
Bayi Baru Lahir - pexels/Bruno Curly

Angka Kelahiran di Jepang Meningkat Pertama Kalinya Dalam 11 Tahun

November 7, 2026
Bahlil Respons Kabar Munaslub Golkar yang Dikaitkan dengan Gank Solo

Bahlil Respons Kabar Munaslub Golkar yang Dikaitkan dengan Gank Solo

November 7, 2026
5 Geopark Indonesia Raih Green Card dari UNESCO

5 Geopark Indonesia Raih Green Card dari UNESCO

November 7, 2026
Tangis Fitrah Maulana Usai Blunder, Bangga Bawa Persib Lolos

Ancol Gratiskan Tiket Masuk hingga 12 November 2026, Ini Caranya

November 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved