• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ferry Irwandi Uji Klaim Purbaya soal Pertumbuhan Ekonomi 5,61%

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 30, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Ferry Irwandi Uji Klaim Purbaya soal Pertumbuhan Ekonomi 5,61%

JAKARTA, Cobisnis.com – Ferry Irwandi menguji pernyataan Menteri Keuangan Purbaya terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61%. Ia membedah angka tersebut menggunakan pendekatan akuntansi dan ekonometrika untuk melihat seberapa besar peran belanja pemerintah.

Ferry mengatakan pembahasannya mengenai ekonomi ditujukan untuk memberikan edukasi kepada publik dengan menempatkan objektivitas sebagai dasar. Ia menegaskan kontennya bukan bagian dari upaya menyerang atau menjadi oposisi terhadap pemerintah.

Menurut Ferry, pertumbuhan ekonomi 5,61% sebelumnya banyak mendapat sorotan karena dianggap sebagai capaian yang tinggi. Namun, ia menilai komponen pembentuk pertumbuhan perlu dilihat lebih dalam, terutama kenaikan belanja pemerintah.

Ferry menyoroti government spending yang disebut tumbuh 21,81%. Menurut dia, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan belanja pemerintah dalam sekitar 10 tahun terakhir yang berada pada kisaran 3% hingga 6%.

Dalam pembahasannya, Ferry merespons pernyataan Purbaya yang menyebut pertumbuhan 5,61% tidak didorong oleh belanja pemerintah. Menurut Ferry, klaim tersebut perlu diuji menggunakan data, bukan sekadar argumentasi.

Ia menggunakan rumus Produk Domestik Bruto, yaitu konsumsi, investasi, belanja pemerintah, serta ekspor dikurangi impor. Dari komponen tersebut, Ferry menyebut konsumsi memiliki porsi 54,36%, investasi 28,29%, belanja pemerintah 6,72%, serta ekspor dikurangi impor sebesar 0,93%.

Menurut perhitungannya, kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan 5,61% mencapai 1,26 poin persentase. Angka tersebut berasal dari pertumbuhan government spending sebesar 21,81% dengan porsi 6,72% dalam PDB.

Ferry kemudian membuat skenario kontrafaktual dengan menggunakan pertumbuhan government spending sebesar 4,8%, yang disebutnya sebagai angka optimistis berdasarkan rata-rata pertumbuhan dalam 10 tahun terakhir. Dengan skenario tersebut, ia menghitung pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di sekitar 4,63%.

“Kalau kita bicara ekonomi, kita enggak perlu terlalu banyak bicara, biarkan angka yang bekerja,” ujar Ferry, dikutip dari kanal Youtube Ferry Irwandi, Minggu (30/8/2026).

Ferry juga menggunakan pendekatan ekonometrika dengan beberapa asumsi multiplier effect. Dalam hitungannya, pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4,43%, 4,33%, hingga 4,23%, tergantung besaran multiplier yang digunakan.

Ia menilai perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya melihat hubungan antara belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi secara lebih menyeluruh. Ferry juga menyoroti risiko fiskal apabila belanja meningkat lebih cepat dibandingkan penerimaan negara.

Dalam pembahasannya, Ferry menyebut penerimaan negara tumbuh sekitar 10%, sementara belanja negara tumbuh 31,8% pada periode yang ia bahas. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada ketahanan fiskal, neraca pembayaran, nilai tukar, hingga kepercayaan investor.

Ferry menegaskan kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk memojokkan pemerintah. Ia mengatakan masukan tersebut disampaikan sebagai warga sipil yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan ingin melihat kebijakan publik dibahas berdasarkan data.

“Ketika kita mendiagnosis masalah, kita harus mengidentifikasinya dengan benar supaya dapat solusinya yang benar juga,” kata Ferry.

Ia juga meminta agar perdebatan mengenai kondisi ekonomi diselesaikan dengan pendekatan keilmuan dan data. Menurut Ferry, pemerintah masih memiliki banyak capaian dan peluang yang dapat disampaikan tanpa perlu melakukan penggambaran yang berlebihan terhadap kondisi ekonomi.

Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: belanja pemerintahEkonomi IndonesiaFerry IrwandiPertumbuhan EkonomiPurbaya

Related Posts

Ferry Irwandi Ungkap Kesalahan Umum Masyarakat dalam Memahami Investasi

Ferry Irwandi Ungkap Kesalahan Umum Masyarakat dalam Memahami Investasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ferry Irwandi menyoroti pemahaman masyarakat mengenai investasi yang menurutnya masih banyak keliru. Ia menilai investasi kerap dipandang...

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

Sensus Ekonomi 2026 Bukan Alat Kejar Pajak, BPS Beri Penjelasan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Pusat Statistik atau BPS menegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan. Masyarakat juga dijamin...

Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Ini Respons Ketua OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi menyambut baik terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank...

Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Gelombang PHK 2026, 43.805 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 43.805 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK sepanjang Januari hingga Juli 2026. Data tersebut berasal...

Ferry Irwandi

Ferry Irwandi Ungkap Penyebab Rupiah Melemah

by Desti Dwi Natasya
August 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Konten kreator Ferry Irwandi pernah membahas penyebab pelemahan rupiah yang kala itu menembus level Rp17.500 per dolar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

August 30, 2026
Dokter Tirta Ungkap Cara Pilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

Dokter Tirta Ungkap Cara Pilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

August 22, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Dokter Tirta Bagikan Tips Hadapi Quarter Life Crisis untuk Anak Muda

Dokter Tirta Bagikan Tips Hadapi Quarter Life Crisis untuk Anak Muda

August 20, 2026
Donald Trump

Trump Ancam Ubah Sikap AS soal Malvinas, Inggris Tertekan

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU

9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU

August 31, 2026
The Odyssey karya Christopher Nolan menjadi film asing paling banyak ditonton di Korea Selatan pada 2026 setelah mencapai 8,86 juta penonton.

The Odyssey Tembus 8,86 Juta Penonton di Korea

August 31, 2026
Bank Mandiri Taspen menjalankan 3 Pilar Mantap Indonesia untuk mendorong pensiunan tetap sehat, aktif, dan mandiri secara ekonomi.

3 Pilar Mantap Indonesia Dorong Pensiunan Tetap Produktif

August 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved