JAKARTA, Cobisnis.com – Harga Ethereum melemah pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Tekanan jual dipicu meningkatnya sentimen risk off akibat memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Mengutip CoinMarketCap, harga Ethereum pada pukul 07.34 WIB berada di level 1.854,07 dollar AS atau sekitar Rp33,3 juta. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar kedua di dunia ini turun 3,09 persen.
Dalam satu jam terakhir, Ethereum kembali terkoreksi 0,27 persen. Meski demikian, secara mingguan aset digital ini masih mencatat kenaikan sebesar 6,74 persen.
Nilai kapitalisasi pasar Ethereum saat ini mencapai 223,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp4.029 triliun. Angka tersebut menunjukkan Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.
Tekanan terhadap Ethereum mulai terlihat sejak Kamis sore, 16 Juli 2026. Saat itu harga bergerak turun ke kisaran 1.885,54 dollar AS setelah sebelumnya mengalami reli dalam beberapa hari terakhir.
Pelaku pasar berharap harga Ethereum tetap mampu bertahan di atas level psikologis 1.850 dollar AS. Level tersebut dinilai penting untuk menjaga peluang pemulihan harga dalam jangka pendek.
Sentimen negatif datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Ethereum bahkan tercatat turun sekitar 3,26 persen dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini lebih dalam dibandingkan pelemahan pasar secara umum yang juga dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global.
Data pasar juga menunjukkan Ethereum memiliki korelasi positif dengan aset seperti indeks S&P 500 dan emas dalam periode 24 jam terakhir. Hal itu mengindikasikan pergerakan harga masih dipengaruhi sentimen makro, likuiditas, dan ekspektasi suku bunga.
Pelaku pasar kini menantikan perkembangan situasi geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global. Kedua faktor tersebut diperkirakan masih menjadi penentu utama pergerakan Ethereum dalam waktu dekat.













