• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Ekonom: Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Perlu Perhatikan Dua Aspek Ini

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
July 9, 2024
in Industri
0
Ekonom: Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Perlu Perhatikan Dua Aspek Ini

JAKARTA, Cobisnis.com – Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menyebut, penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) perlu memperhatikan dua aspek.

Aspek pertama, kata dia, tujuan dari pemberlakuan cukai itu sendiri dan yang kedua adalah pemerintah bisa memberikan keadilan bagi semua kalangan.

“Kalau misalnya nanti cukai MDBK ini diterapkan, pemerintah juga ada baiknya perlu untuk menganggarkan bagaimana misalnya sosialisasi minuman yang sehat-sehat seperti apa. Intinya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap barang-barang yang sifatnya konsumsi, terutama misalnya minuman seperti itu. Jadi, ada yang dikembalikan,” ujar Heri ditulis Selasa, 9 Juli.

Menurut dia, pelaku usaha tidak keberatan minuman berpemanis dikenakan pajak, asalkan ada manfaat yang didapatkan.

“Jadi, yang diinginkan dunia usaha itu sebenarnya bukan cuman kami bayar cukai atau pajak ke pemerintah, tapi apa pengembaliannya ke sektor,” sambungnya.

Sementara itu, Heri menyebut penerapan cukai minuman berpemanis ini nantinya bisa menyebabkan pemerintah sulit untuk mempraktikkan aspek keadilan.

Pasalnya, penerapan cukai hanya menyasar pada minuman berpemanis yang mengandung gula lebih dari 6 gram per 100 milliliter.

“Kemudian, (penerapan cukai MDBK) dari segi praktik fairness ini agak sulit. Kalau misalnya dikatakan MDBK ini berpotensi terhadap kesehatan manusia, nanti juga ada yang bilang bagaimana dengan minuman saset itu yang diseduh. Itu, kan, juga berpemanis, bedanya yang satu di dalam botol dan yang satu lagi harus diseduh. Mereka (dunia usaha) butuh keadilan,” katanya.

Dengan demikian, Heri menyebut, pemerintah akan sulit untuk mempraktikkan aspek keadilan yang dimaksud.

“Jadi, kalau memang misalnya hanya dikenakan terhadap kemasan botol tinggal minum yang kami beli di minimarket atau swalayan, kan, mereka bisa teriak misalnya ‘ntar yang ini (minuman sachet) nggak kena’. Jadi, pemerintah harus punya jawaban di situ,” tuturnya.

Masih kata Heri, apabila pengenaan cukai MDBK itu diberlakukan untuk semua jenis minuman, dikhawatirkan akan menyebabkan turunnya daya beli masyarakat.

Sebab, lanjut dia, minuman-minuman yang sudah dianggap sebagai pegangan sehari-hari akan mengalami kenaikan harga.

“Kalau dikenakan semua, nanti termasuk yang di dalam saset atau di pinggir jalan juga itu nanti akan menganggu katakanlah daya beli masyarakat. Karena itu, kan, jadi kayak minuman pegangan sehari-hari bisa dibilang gitu dan naik harganya. Tentu nanti akan berdampak terhadap menurunnya konsumsi masyarakat,” jelas Heri.

Oleh karena itu, lanjut Heri, pemerintah harus bisa mematangkan terlebih dahulu kajian cukai MDBK sekaligus memastikan bahwa produk yang dikenakan pajak memang benar-benar harus dikendalikan peredarannya.

“Pemerintah memang harus bisa harus bisa membuat, mematangkan dulu kajiannya bahwa (penerapan cukai MDBK) itu benar dan terbukti harus dikenakan cukai karena itu adalah produk yang perlu dikendalikan peredarannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa target cukai plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) penerapan sudah ditetapkan.

Namun, implementasi cukai MBDK lebih kompleks jika dibandingkan dengan cukai plastik lantaran pelaksanaanya memerlukan pembahasan lintas menteri.

“Plastik sudah kami sampaikan di sini. Kami buat judgement soal masalah ekonomi saja, kalau sedang lemah kami tambahkan cukai dan juga urgensinya kebijakan cukai ini untuk discourage konsumsi karena itu berbahaya untuk lingkungan dan kesehatan. Jadi, kami lihat timingnya soal kondisi ekonomi dan target yang sudah ditetapkan di APBN,” jelas Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Selasa, 19 Maret 2024.

Sri Mulyani menilai, hal ini dikarenakan minuman berpemanis masuk dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan. Sehingga, pembahasannya akan dilakukan bersama lintas kementerian/lembaga, baik Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Perindustrian.

“Nanti akan ada pembahasan antar Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian mengenai kadar gula, kadar garam yang dianggap sehat versus industri. Ini makanya memang sudah muncul berbagai reaksi karena memang adanya pembahasan antar k/l,” ujarnya.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download huawei firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
Tags: cobisnis.comCukaiMinuman

Related Posts

Aprilia Dominasi Awal MotoGP 2026, Manfaatkan Performa Marc Marquez yang Menurun

Aprilia Dominasi Awal MotoGP 2026, Manfaatkan Performa Marc Marquez yang Menurun

by Hidayat Taufik
May 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aprilia langsung menunjukkan performa kuat di awal MotoGP 2026. Tim asal Italia itu tampil konsisten sejak seri...

Polisi Bongkar Produksi Vape Mengandung Narkoba di Jakarta Barat, Satu Pelaku Diamankan

Polisi Bongkar Produksi Vape Mengandung Narkoba di Jakarta Barat, Satu Pelaku Diamankan

by Hidayat Taufik
May 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap praktik laboratorium tersembunyi di Jakarta Barat. Kasus ini melibatkan produksi...

Tanggal Kembar Ubah Cara Wisatawan Indonesia Pesan Liburan

Tanggal Kembar Ubah Cara Wisatawan Indonesia Pesan Liburan

by Dwi Natasya
May 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Traveloka mengungkap perubahan perilaku wisatawan Indonesia dalam merencanakan perjalanan. Tanggal kembar kini menjadi acuan baru dalam menentukan...

Hari Buruh 2026: Rano Karno Sebut Program KPJ Bantu Kesejahteraan Pekerja

Hari Buruh 2026: Rano Karno Sebut Program KPJ Bantu Kesejahteraan Pekerja

by Hidayat Taufik
May 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. Hingga kini, pemerintah telah menerbitkan...

Momentum Hardiknas, Bank Mandiri Perkuat Inklusi Keuangan Pelajar

Momentum Hardiknas, Bank Mandiri Perkuat Inklusi Keuangan Pelajar

by Dwi Natasya
May 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam mendukung inklusi keuangan pelajar. Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat literasi finansial...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fenomena Flower Moon 2026: Ini Waktu Puncak dan Cara Terbaik Menyaksikannya

Fenomena Flower Moon 2026: Ini Waktu Puncak dan Cara Terbaik Menyaksikannya

May 1, 2026
Ratusan Pemadam dan 1.000 Tentara Dikerahkan, Kebakaran Hutan Hebat di Jepang Akhirnya Terkendali

Ratusan Pemadam dan 1.000 Tentara Dikerahkan, Kebakaran Hutan Hebat di Jepang Akhirnya Terkendali

May 3, 2026
Kapasitas Produksi 55 Juta Unit tapi Penjualan Cuma 23 Juta, Ini Akar Masalah Perang Harga Mobil China

Kapasitas Produksi 55 Juta Unit tapi Penjualan Cuma 23 Juta, Ini Akar Masalah Perang Harga Mobil China

May 3, 2026
Momentum Hardiknas, Bank Mandiri Perkuat Inklusi Keuangan Pelajar

Momentum Hardiknas, Bank Mandiri Perkuat Inklusi Keuangan Pelajar

May 3, 2026
Aprilia Dominasi Awal MotoGP 2026, Manfaatkan Performa Marc Marquez yang Menurun

Aprilia Dominasi Awal MotoGP 2026, Manfaatkan Performa Marc Marquez yang Menurun

May 3, 2026
Polisi Bongkar Produksi Vape Mengandung Narkoba di Jakarta Barat, Satu Pelaku Diamankan

Polisi Bongkar Produksi Vape Mengandung Narkoba di Jakarta Barat, Satu Pelaku Diamankan

May 3, 2026
Tanggal Kembar Ubah Cara Wisatawan Indonesia Pesan Liburan

Tanggal Kembar Ubah Cara Wisatawan Indonesia Pesan Liburan

May 3, 2026
Hari Buruh 2026: Rano Karno Sebut Program KPJ Bantu Kesejahteraan Pekerja

Hari Buruh 2026: Rano Karno Sebut Program KPJ Bantu Kesejahteraan Pekerja

May 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved