JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi rakyat hingga tingkat daerah.
Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono, menyebut program tersebut memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor UMKM dan pertanian lokal.
Menurut Riandy, pembangunan Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) atau dapur MBG saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dari target nasional.
“Dapurnya sudah terbangun dan ekonomi rakyat mulai bergulir. MBG ini sangat atraktif dalam membantu sektor pertanian dan perdagangan di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan dapur MBG ikut menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai ekonomi masyarakat di daerah.
Salah satu contohnya terlihat di SPPG Kadiwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, yang kini melayani sekitar 2.000 penerima manfaat dari 15 sekolah.
Kepala SPPG Kadiwano, Edwin Putra Kadege, mengatakan kebutuhan bahan baku dapur dipasok langsung oleh petani lokal dan UMKM sekitar.
“Dengan adanya MBG, manfaat tidak hanya untuk adik-adik sekolah, tapi lebih luas kepada masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Riandy menilai pemerintah tetap perlu menjaga stabilitas fiskal agar program berjalan berkelanjutan tanpa membebani anggaran negara.
Ia mengusulkan penyesuaian frekuensi pemberian makanan serta penguatan pengawasan dan transparansi untuk menjaga kualitas program MBG ke depan.













