JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga solar non subsidi mulai terasa dampaknya di pasar mobil bekas. Banyak pemilik diesel yang memilih jual kendaraan sejak harga solar melonjak 30 persen.
Andi, tenaga penjual di Jordy Mobil, MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, menyebut suplai unit diesel bekas di pasaran terus meningkat. Banyak pemilik yang tidak sanggup tanggung biaya bahan bakar dan memilih melepas mobilnya.
Meski suplai naik, nilai jual ikut tertekan. Depresiasi mobil diesel bekas saat ini berada di kisaran 10 hingga 15 persen.
Dari sisi permintaan, diesel masih punya pasar tersendiri di luar kota. Para pedagang daerah masih mengandalkan kendaraan jenis ini untuk kebutuhan usaha.
Minat pembeli lebih banyak tertuju ke unit diesel tahun lama. Alasannya, kendaraan lawas itu masih bisa pakai biosolar yang harganya lebih terjangkau.
Andi sendiri memilih tahan diri soal penambahan stok. Ia menunda beli unit diesel baru sampai ada kejelasan soal bahan bakar, termasuk rencana solar B50.
Kondisi serupa dirasakan Agus, pemilik showroom Focus Motor. Ia menyebut pasar mobil diesel bekas mengalami perlambatan yang cukup signifikan.
Penjualan di showroom Agus turun 60 hingga 70 persen dibanding sebelum solar naik. Angka yang cukup drastis dan langsung terasa di kantong pelaku usaha.
Sebelumnya, showroom Agus bisa jual 15 hingga 30 unit per minggu. Sekarang hanya 7 hingga 10 unit saja yang berhasil terjual.
Sebagai antisipasi, Agus menerapkan potongan 10 hingga 15 persen dari harga pasaran saat beli unit. Langkah itu diambil untuk jaga margin usaha di tengah pasar yang belum stabil.













