• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, July 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Dorong Keuangan Berkelanjutan, BEI dan KEHATI Luncurkan 2 Indeks ESG Baru

Indra Purnama by Indra Purnama
December 20, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Dorong Keuangan Berkelanjutan, BEI dan KEHATI Luncurkan 2 Indeks ESG Baru

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang penutupan akhir tahun 2021, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Yayasan
Keanekaragaman Hayati (KEHATI) meluncurkan dua indeks baru yang dinamakan ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI pada Senin (20/12). Indeks ESG Sector
Leaders IDX KEHATI berisikan saham-saham dengan hasil penilaian kinerja ESG (Environment, Social, Governance) di atas rata-rata sektornya, serta memiliki likuiditas baik dengan klasifikasi
industri yang mengacu kepada IDX Industrial Classification (IDX-IC). Sementara indeks ESG Quality
45 IDX KEHATI mengukur 45 saham terbaik dari hasil penilaian kinerja ESG dan kinerja keuangan perusahaan, serta memiliki likuiditas yang baik.

Kerja sama peluncuran dua indeks ESG baru ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan investor global maupun investor domestik akan investasi saham di pasar modal Indonesia yang mengintegrasikan aspek environment, social, dan governance (ESG). Kebutuhan akan investasi berbasis ESG salah satunya
tercermin dari besarnya animo investor lokal terhadap produk investasi berbasis ESG. Hal ini dapat terlihat dari total dana kelolaan reksa dana yang mengacu kepada indeks saham bertema ESG adalah
sebesar Rp3,4 triliun pada Oktober 2021 yang naik 80 kali lipat dari total dana kelolaan di tahun 2016 sebesar Rp42,2 miliar. Di tingkat global, animo tersebut dapat terlihat dari dana kelolaan investasi dari 3.826 investor institusi global tergabung dalam United Nations of Principle of Responsible Investment
(UNPRI) yang pada tahun 2021 tercatat sebesar US$121,3 triliun yang menunjukkan kenaikan sebesar
96% dari nilai dana kelolaan di tahun 2016 sebesar US$62 triliun.

Peluncuran dua indeks ESG baru ini juga dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong penerapan keuangan berkelanjutan di pasar modal yang tertuang dalam Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II tahun 2021-2025. Salah satu aspek
yang menjadi prioritas dalam roadmap tersebut adalah terkait Pengembangan Produk dan Layanan Berkelanjutan. Diharapkan, dua indeks ESG baru ini dapat menjadi milestone dalam pencapaian atas
roadmap tersebut.

Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI hadir untuk menawarkan pendekatan baru dalam menilai saham-saham dengan praktik ESG yang baik. Saat ini sudah terdapat 2
indeks ESG yang tercatat di BEI, yaitu indeks SRI-KEHATI dan IDX ESG Leaders. Indeks SRI- KEHATI yang juga merupakan hasil kerja sama BEI dan KEHATI serta diluncurkan pada Juni 2009,
berisikan 25 saham dengan nilai ESG terbaik berdasarkan penilaian KEHATI. Sementara itu, indeks IDX ESG Leaders menggunakan pendekatan risiko ESG untuk memilih 30 saham yang memiliki risiko rendah terhadap aspek-aspek ESG. Berbeda dengan pendahulunya, indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI menawarkan perspektif yang berbeda melalui diversifikasi sektoral dalam investasi berbasis ESG, sedangkan ESG Quality 45 IDX KEHATI menawarkan kombinasi faktor ESG dan faktor kualitas
keuangan dalam pemilihan konstituen-konstituennya.

Pemilihan konstituen Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan
SRI-KEHATI diawali dengan menentukan saham-saham yang eligible untuk masuk ke dalam indeks dengan mempertimbangkan kinerja keuangan dan likuiditas saham, serta tidak mengikutsertakan saham-saham perusahaan yang bisnis intinya bergerak di bidang tembakau, persenjataan, berkaitan
dengan pornografi, alkohol, pertambangan batu bara, nuklir, unsur perjudian, pestisida, dan yang berkaitan dengan Produk Rekayasa Genetika.

Selanjutnya, dilakukan penilaian ESG atas saham-saham yang lolos seleksi sebelumnya dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria ESG berdasarkan sektor atau materialitas eksposur perusahaan.
Kriteria environment terdiri atas produk dan inovasi berkelanjutan, sumber daya alam, penggunaan energi, emisi gas rumah kaca, serta manajemen limbah. Kriteria social mencakup aspek pelatihan &
pengembangan, kebijakan SDM, kesehatan & keselamatan kerja, perlindungan hak konsumen & keamanan produk, dan dampak sosial lingkungan. Sementara itu, kriteria governance mencakup
perlindungan hak pemegang saham, kompetensi dan peran dewan komisaris & direksi, keterbukaan informasi, etika bisnis, dan praktik manajemen keberlanjutan. Pada tahapan ini juga dilihat keterlibatan perusahaan pada isu-isu kontroversial terkait aspek ESG. Dari penilaian ESG tersebut saham-saham
dengan nilai di atas batas yang ditetapkan KEHATI dan tidak memiliki isu-isu kontroversial yang signifikan akan menjadi universe untuk pemilihan indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI, ESG
Quality 45 IDX KEHATI, dan SRI-KEHATI.

Pemilihan konstituen ESG Sector Leaders IDX KEHATI dilakukan menggunakan metode best in class, yaitu dengan mengambil saham-saham universe yang memiliki nilai ESG lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai ESG di sektornya. Pembagian sektor yang digunakan mengacu pada IDX Industrial
Classification (IDX-IC). Apabila tidak terdapat saham pada satu atau lebih sektor di dalam saham- saham universe, maka dimungkinkan tidak terdapat saham perwakilan dari sektor tersebut di indeks
ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Tidak ada batasan jumlah saham yang ditetapkan untuk indeks ini.

Sementara itu, 45 saham konstituen ESG Quality 45 IDX KEHATI dipilih dari saham-saham universe dengan melihat nilai ESG dan nilai kualitas keuangan perusahaan. Indikator kualitas keuangan perusahaan yang digunakan adalah indikator profitabilitas dilihat dari return on equity (ROE), indikator solvabilitas yang tercermin dari debt to equity ratio (DER), dan stabilitas yang diukur dari earnings
variability (EV). Selanjutnya, nilai kinerja keuangan digabungkan dengan nilai ESG untuk membentuk nilai komposit kualitas & ESG. 45 saham dengan nilai komposit terbaik, terpilih menjadi konstituen
indeks ESG Quality 45.

Penghitungan ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI menggunakan metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan menerapkan pembatasan
bobot saham paling tinggi sebesar 15 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks ini telah dihitung sejak hari dasarnya pada 01 Juni 2016 dengan nilai awal 100.

Evaluasi berkala atas ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI terdiri dari Evaluasi Mayor serta Evaluasi Minor. Evaluasi Mayor yang bertujuan untuk melakukan pemilihan serta pembobotan ulang atas konstituen indeks, akan dilakukan pada akhir Mei dan November. Sedangkan Evaluasi Minor yang bertujuan untuk memperbarui faktor free float serta melakukan pembatasan ulang atas bobot saham akan dilakukan pada akhir Februari dan Agustus. Hasil evaluasi indeks akan berlaku efektif di Hari Bursa pertama pada bulan berikutnya.

ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI diharapkan dapat mendorong Perusahaan Tercatat untuk terus meningkatkan praktik keuangan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek-aspek ESG dalam proses bisnisnya. Pada masa mendatang, ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI dapat dijadikan acuan bagi penciptaan produk investasi berbasis
indeks ESG, seperti reksa dana indeks maupun Exchange Traded Fund (ETF), sehingga dapat memberikan kemudahan bagi investor yang ingin berinvestasi pada saham perusahaan dengan praktik-
praktik ESG baik.

Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download lava firmware
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: BEIBursa Efek IndonesiaCobisnis

Related Posts

Nyeri Punggung Belum Tentu Sakit Ginjal, Kenali 3 Perbedaan Utamanya

Nyeri Punggung Belum Tentu Sakit Ginjal, Kenali 3 Perbedaan Utamanya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nyeri di area punggung sering membuat banyak orang langsung mengira mengalami gangguan ginjal. Sebaliknya, ada juga yang...

Golkar Minta Pengusutan Kasus Febrie Adriansyah Tak Berhenti pada Tersangka, Aset Juga Harus Dikeja

Keberadaan Febrie Adriansyah Masih Jadi Tanda Tanya, Proses Etik Tetap Berjalan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, hingga kini belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai...

Komisi III DPR Sebut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Layak Masuk Kategori Mega Korupsi

Komisi III DPR Sebut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Layak Masuk Kategori Mega Korupsi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi III DPR RI menyebut dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana...

Singapura Gelontorkan Bantuan Tunai Rp 19,5 Triliun, 1,5 Juta Warga Jadi Penerima

Singapura Gelontorkan Bantuan Tunai Rp 19,5 Triliun, 1,5 Juta Warga Jadi Penerima

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung tunai kepada sekitar 1,5 juta warga melalui skema Goods and Services...

China Kerahkan Teknologi Tanpa Awak untuk Bantu Penanganan Banjir di Guangxi

China Kerahkan Teknologi Tanpa Awak untuk Bantu Penanganan Banjir di Guangxi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - China mengerahkan berbagai teknologi tanpa awak untuk mempercepat penanganan banjir besar yang melanda Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketegangan Meningkat, AS Bekukan Jaringan Aset yang Diduga Terkait Mojtaba Khamenei

Ketegangan Meningkat, AS Bekukan Jaringan Aset yang Diduga Terkait Mojtaba Khamenei

July 11, 2026
China Kerahkan Teknologi Tanpa Awak untuk Bantu Penanganan Banjir di Guangxi

China Kerahkan Teknologi Tanpa Awak untuk Bantu Penanganan Banjir di Guangxi

July 11, 2026
Singapura Gelontorkan Bantuan Tunai Rp 19,5 Triliun, 1,5 Juta Warga Jadi Penerima

Singapura Gelontorkan Bantuan Tunai Rp 19,5 Triliun, 1,5 Juta Warga Jadi Penerima

July 11, 2026
KPK Ungkap Pernah Diundang Polri untuk Koordinasi Tiga Kasus Eks Jampidsus Febrie

KPK Ungkap Pernah Diundang Polri untuk Koordinasi Tiga Kasus Eks Jampidsus Febrie

July 11, 2026
Jejak Sejarah yang Berubah Jadi Tempat Wisata, Ini Daftar Lokasinya

Jejak Sejarah yang Berubah Jadi Tempat Wisata, Ini Daftar Lokasinya

July 12, 2026
Cyber Breaker Competition Season 3 Diikuti 916 Peserta, Perkuat Talenta Keamanan Siber

Cyber Breaker Competition Season 3 Diikuti 916 Peserta, Perkuat Talenta Keamanan Siber

July 12, 2026
Nyeri Punggung Belum Tentu Sakit Ginjal, Kenali 3 Perbedaan Utamanya

Nyeri Punggung Belum Tentu Sakit Ginjal, Kenali 3 Perbedaan Utamanya

July 11, 2026
Golkar Minta Pengusutan Kasus Febrie Adriansyah Tak Berhenti pada Tersangka, Aset Juga Harus Dikeja

Keberadaan Febrie Adriansyah Masih Jadi Tanda Tanya, Proses Etik Tetap Berjalan

July 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved