• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, June 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Di Balik Rencana Pembangunan Ulang Bunker “Rahasia Tinggi” Di Bawah Sayap Timur Gedung Putih

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 20, 2026
in News
0
Di Balik Rencana Pembangunan Ulang Bunker “Rahasia Tinggi” Di Bawah Sayap Timur Gedung Putih

JAKARTA, Cobisnis.com – Lebih dari delapan dekade setelah pertama kali dibangun secara diam-diam, fasilitas bunker bawah tanah di bawah Sayap Timur Gedung Putih kembali menjadi pusat perhatian. Proyek pembangunan ulang ruang bawah tanah yang sangat rahasia itu kini berlangsung seiring renovasi besar-besaran Sayap Timur, termasuk rencana pembangunan ballroom baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sejarah bunker ini bermula pada 1941, ketika Presiden Franklin D. Roosevelt memerintahkan pembangunan fasilitas perlindungan bawah tanah setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor. Saat itu, publik hanya diberi tahu tentang pembangunan Sayap Timur, tanpa pengakuan resmi mengenai keberadaan bunker. Fasilitas tersebut kemudian berkembang menjadi kompleks bawah tanah multifungsi, termasuk Presidential Emergency Operations Center (PEOC), pusat komando darurat presiden.

Selama puluhan tahun, ruang bawah tanah ini digunakan untuk berbagai keperluan sensitif, mulai dari pusat perencanaan krisis hingga tempat evakuasi presiden. Pada 11 September 2001, Wakil Presiden Dick Cheney dievakuasi ke fasilitas tersebut sesaat sebelum serangan ke Pentagon. Di era pemerintahan berikutnya, ruang ini juga digunakan untuk perencanaan perjalanan rahasia Presiden Joe Biden ke Ukraina.

Kini, fasilitas lama yang dibangun dengan teknologi era 1940-an itu telah dibongkar bersamaan dengan renovasi Sayap Timur. Sumber yang mengetahui proyek tersebut menyebutkan bahwa bunker lama kemungkinan besar digantikan dengan infrastruktur baru yang dirancang untuk menghadapi ancaman modern, mulai dari serangan nuklir, senjata kimia dan biologis, hingga pulsa elektromagnetik.

Meski demikian, hampir tidak ada informasi publik mengenai detail proyek ini. Dalam rapat National Capital Planning Commission (NCPC), Direktur Manajemen dan Administrasi Gedung Putih Joshua Fisher mengakui bahwa pekerjaan bawah tanah tersebut bersifat “rahasia tingkat tinggi”. Ia menyebut proyek ini berkaitan langsung dengan peningkatan fungsi vital misi kepresidenan dan keamanan nasional, sehingga tidak sepenuhnya mengikuti prosedur persetujuan biasa.

Gedung Putih menolak memberikan komentar resmi. Namun dalam dokumen pengadilan terkait gugatan yang berupaya menghentikan pembangunan Sayap Timur, pihak Gedung Putih menegaskan bahwa penghentian konstruksi bawah tanah dapat membahayakan keamanan nasional. Alasan tersebut, menurut mereka, dijelaskan dalam dokumen rahasia yang diklasifikasikan.

Menurut sumber yang pernah memasuki fasilitas lama, bunker tersebut menyerupai “kapal selam bawah tanah” dengan pintu baja besar, pasokan makanan dan air mandiri, sistem komunikasi aman, serta jalur evakuasi khusus. Namun, seluruh infrastruktur itu sudah usang. Renovasi terbaru diyakini akan menghadirkan teknologi mutakhir dengan tingkat kerahasiaan tinggi.

Dari sisi pendanaan, proyek ini dipastikan menelan biaya besar. Trump menyebut biaya pembangunan ballroom meningkat dari US$200 juta menjadi sekitar US$400 juta, yang katanya akan ditanggung donor swasta. Namun, infrastruktur keamanan bawah tanah diperkirakan dibiayai oleh dana publik, meski besarannya hampir mustahil diketahui karena alasan keamanan.

Para pakar keamanan menilai, fasilitas baru ini akan dirancang untuk bertahan menghadapi ancaman masa kini dan masa depan tanpa membuka celah informasi bagi pihak asing. Dengan tingkat klasifikasi yang sangat tinggi, publik kemungkinan tidak akan pernah mengetahui secara rinci apa yang sebenarnya dibangun di bawah Gedung Putih.

Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download redmi firmware
Download WordPress Themes
online free course
Tags: BunkerRahasiacobisnis.comDonaldTrumpGedungPutihKeamananNasional

Related Posts

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aryna Sabalenka mengaku ingin berhenti bermain tenis setelah tersingkir dari French Open 2026. Petenis nomor satu dunia...

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – SpaceX mengumumkan rencana penawaran saham perdana atau IPO terbesar dalam sejarah pasar modal. Perusahaan milik Elon Musk...

Keputusan Mahkamah Agung AS Bisa Picu Krisis Lebih Dalam di Haiti

Mahkamah Agung AS Beri Kemenangan Baru bagi Partai Republik dalam Sengketa Peta Pemilu Alabama

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mahkamah Agung Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah mendukung peta distrik kongres Alabama yang kontroversial. Putusan tersebut...

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayoritas warga Amerika Serikat menginginkan tindakan lebih tegas terhadap makanan ultra-proses atau ultraprocessed foods (UPF). Hasil survei...

Bareskrim: Nitrous Oxide dalam Whip Pink Belum Masuk Kategori Narkotika

Bareskrim: Nitrous Oxide dalam Whip Pink Belum Masuk Kategori Narkotika

by Hidayat Taufik
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyatakan bahwa gas nitrous oxide dalam produk Whip Pink belum masuk...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

June 3, 2026
Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

June 3, 2026
Piala Dunia 2026: Manchester City Pimpin Daftar Klub Penyumbang Pemain

Piala Dunia 2026: Manchester City Pimpin Daftar Klub Penyumbang Pemain

June 3, 2026
Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

Aryna Sabalenka Ingin Tinggalkan Tenis Setelah Tersingkir di French Open 2026

June 4, 2026
IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

IPO SpaceX Pecahkan Rekor Dunia, Kekayaan Elon Musk Bisa Tembus US$1 Triliun

June 4, 2026
Keputusan Mahkamah Agung AS Bisa Picu Krisis Lebih Dalam di Haiti

Mahkamah Agung AS Beri Kemenangan Baru bagi Partai Republik dalam Sengketa Peta Pemilu Alabama

June 4, 2026
Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

June 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved