JAKARTA, Cobisnis.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berakhir ricuh pada Selasa sore.
Demonstrasi berlangsung di Samarinda sejak pukul 14.00 Wita, Awalnya, massa menyampaikan aspirasi dengan tertib. Namun, situasi berubah tegang saat sore menjelang malam.
Massa kecewa karena Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan wakil gubernur tidak menemui peserta aksi. Karena itu, demonstran terus bertahan di area kantor gubernur.
Peserta aksi membawa tiga tuntutan utama. Mereka meminta evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim.
Selain itu, massa mendesak pemerintah menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Mereka juga meminta DPRD memperkuat fungsi pengawasan.
Di tengah ketegangan, Rudy Mas’ud meninggalkan kantor dengan pengawalan ketat. Ia langsung menuju rumah jabatan tanpa memberi pernyataan.
Sementara itu, Kapolda Endar Priantoro menyebut kondisi lapangan masih terkendali. Ia menegaskan aparat bekerja sesuai prosedur pengamanan.
Endar juga membenarkan ada beberapa peserta aksi yang diamankan. Saat ini, polisi masih memeriksa mereka.
Selain tuntutan politik, massa menyoroti anggaran renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur. Nilainya mencapai Rp25 miliar.
Tak hanya itu, pengadaan mobil dinas mewah jenis Range Rover senilai Rp8,5 miliar juga kembali dipersoalkan. Isu itu ikut memicu kemarahan massa.













