• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, June 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Ciptakan Ekosistem Daur Ulang Mulai dari Pilah dan Kelola Sampah untuk Ekonomi Sirkular

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
June 15, 2023
in Industri
0
Ciptakan Ekosistem Daur Ulang Mulai dari Pilah dan Kelola Sampah untuk Ekonomi Sirkular

Bekasi, Cobisnis.com– Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat,
produksi sampah terus meningkat secara signifikan, di mana menurut Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari dan di antaranya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Melansir data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI), baru 7% dari 65 juta ton sampah di Indonesia berhasil didaur ulang dan 69% berakhir di TPA. Saat ini, TPA di Indonesia mulai kewalahan dalam mengelola sampah-sampah yang masuk, dilihat dari perbandingan jenis
sampah organik dan non-organik yang masuk ke TPA dinilai tidak seimbang sehingga sampah malah menumpuk dan menggunung. Hal ini terjadi karena banyak sampah yang
masuk ke TPA tidak terlebih dahulu dikurangi melalui proses daur ulang.

Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai institusi dalam rangka mengurangi sampah berakhir ke TPA, mulai dari institusi edukasi dan sosialisasi hingga institusi pelaku
daur ulang. Program advokasi, edukasi, dan sosialisasi daur ulang sampah plastik Yok Yok
Ayok Daur Ulang! (YYADU!) menjadi salah satu yang telah hadir sejak tahun 2019 untuk
berkolaborasi dengan berbagai pihak dan menggencarkan kegiatan edukasi dan sosialisasi
daur ulang sampah plastik.

“Pada mulanya, program ini (YYADU!) terbentuk karena banyaknya anggapan masyarakat
bahwa produk yang ramah lingkungan adalah produk yang dapat terurai secara alami, di
mana pada faktanya dalam menentukan suatu produk itu ramah lingkungan perlu ditinjau
secara menyeluruh dari awal diproduksi hingga siklus daur ulangnya. Di samping itu,
pengelolaan sampah yang masih mengandalkan TPA tanpa memproses sampah terlebih
dahulu juga menjadi perhatian kami,” pungkas Hanggara Sukandar, Director of
Environment & Sustainability Affairs Responsible Care® Indonesia.

Sesuai dengan terbentuknya, Program YYADU! mengedepankan kolaborasi dalam proses
edukasi dan sosialisasi. Pada kesempatan kali ini Program YYADU! berkolaborasi dengan
Kita Olah Indonesia, sebuah institusi dengan spesialis pengelolaan dan daur ulang sampah
yang berlokasi di Kota Bekasi. Beroperasi sejak tahun 2021, Kita Olah Indonesia telah turut
ambil andil dalam memproses sampah yang beredar di masyarakat.

“Sejak terbentuknya, kami telah berupaya untuk memproses kurang lebih 900 ton sampah
non-organik dalam satu tahun dan 3 ton per harinya, khususnya sampah plastik dalam
berbagai jenis mulai dari high value plastic waste seperti HDPE, LDPE, PET, dan PS di
mana plastik-plastik tersebut sudah sepenuhnya dapat didaur ulang hingga low value plastic
waste yang dianggap residu seperti multilayer,” ungkap Muhamad Andriansyah, Founder
& CEO Kita Olah Indonesia.

Kita Olah Indonesia telah mendaur ulang sampah plastik mulai dari limbah plastik bernilai
tinggi seperti botol-botol bekas sampo, galon air mineral, jerigen, hingga tutupnya. Proses
yang umum dilakukan oleh Kita Olah seperti memisahkan sampah plastik berdasarkan
jenisnya, hingga berdasarkan warnanya. Setelah dipilah, sampah plastik akan dicacah
hingga menjadi serpihan melalui mesin pencacah untuk kemudian dilebur dan didinginkan
untuk kembali menjadi bahan dasar biji plastik atau plastic pallet. “Dalam prosesnya tentu tidak seindah yang dibayangkan.

Banyak sampah yang kami terima
masih kotor, terutama sampah botol yang masih beserta isinya seperti botol-botol minuman
dalam kemasan. Sehingga proses awal adalah untuk membersihkannya terlebih dahulu
sebelum dipisahkan berdasarkan warnanya,” jelas Andre. Kesadaran masyarakat untuk membersihkan dan memilah sampahnya sebelum diangkut ke tempat pemrosesan perlu terus ditingkatkan.

Hal ini diharapkan dapat melengkapi
tahapan-tahapan kegiatan daur ulang dan mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
“Setelah didaur ulang menjadi bahan dasar, plastic pallet ini dapat dimanfaatkan oleh
produsen industri rumahan untuk kembali dicetak dan dibentuk menjadi produk yang baru.
Bahan dasar daur ulang yang kami hasilkan ini telah dimanfaatkan untuk dijadikan produk
rumah tangga seperti salah satunya lakop sapu,” ujar Andre.

Edukasi dan sosialisasi daur ulang sampah plastik perlu terus-menerus dilakukan untuk
menumbuhkan kesadaran tiap lapisan masyarakat dalam menjalankan perannya
masing-masing. “Kegiatan daur ulang sampah tidak dapat hanya dilakukan oleh satu pihak saja, namun perlu kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat, akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, hingga media. Dengan demikian, percepatan kegiatan daur ulang
dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya ekonomi sirkular yang dapat dirasakan oleh
semua pihak,” tutup Hanggara.

Tags: cobisnis.comsampah daur ulang

Related Posts

Veda Ega Ungguli Hakim Danish pada FP2 Moto3 Belanda 2026

Veda Ega Ungguli Hakim Danish pada FP2 Moto3 Belanda 2026

by Hidayat Taufik
June 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama menunjukkan peningkatan performa pada sesi Free Practice 2 (FP2) Moto3 Belanda 2026...

Nasib IKN Masih Tak Jelas, Otorita Ajukan Dana Perawatan Rp585 Miliar

Nasib IKN Masih Tak Jelas, Otorita Ajukan Dana Perawatan Rp585 Miliar

by Hidayat Taufik
June 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mengusulkan anggaran operasional dan pemeliharaan (Operation and Maintenance/O&M) Ibu Kota Nusantara (IKN) sebesar Rp585 miliar dalam...

Auto Draft

Saham AI Kembali Anjlok, Investor Mulai Khawatir Soal Keuntungan

by Zahra Zahwa
June 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) kembali tertekan setelah investor mempertanyakan besarnya investasi yang belum menghasilkan keuntungan sesuai...

Auto Draft

Astronom Temukan Asal Partikel Hantu dari Galaksi Shadow Blaster

by Zahra Zahwa
June 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Astronom berhasil melacak asal sebuah neutrino berenergi tinggi hingga galaksi pembentuk bintang yang dijuluki Shadow Blaster. Temuan...

Auto Draft

Teknologi AI Ungkap Isi Papirus Kuno Korban Letusan Gunung Vesuvius

by Zahra Zahwa
June 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan (AI) membantu ilmuwan membuka dan membaca sebagian isi gulungan papirus kuno yang hangus akibat letusan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang

Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

June 27, 2026
Prancis Menang Telak atas Norwegia, Senegal Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Prancis Menang Telak atas Norwegia, Senegal Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

June 27, 2026
Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan Dorong Penguatan Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan Dorong Penguatan Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

June 27, 2026
Gilberto Mora Catat Sejarah sebagai Pemain Termuda di Piala Dunia 2026

Gilberto Mora Catat Sejarah sebagai Pemain Termuda di Piala Dunia 2026

June 27, 2026
Graham Potter Antusias Hadapi Perancis, Swedia Siap Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026

Graham Potter Antusias Hadapi Perancis, Swedia Siap Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026

June 28, 2026
Argentina Sudah Lolos, Lionel Messi Tak Jadi Starter Kontra Yordania

Argentina Sudah Lolos, Lionel Messi Tak Jadi Starter Kontra Yordania

June 28, 2026
Air Putih Ternyata Bisa Bantu Saat Cemas, Tapi Bukan Obat Serangan Panik

Air Putih Ternyata Bisa Bantu Saat Cemas, Tapi Bukan Obat Serangan Panik

June 28, 2026
Menkeu Purbaya Batal Berangkat Haji 21 Mei, Ikhlas dan Pasrah Tunggu Tahun Depan

Patriot Bond Tak Beri Kekebalan Penuh, Purbaya Sebut Perusahaan Tetap Diawasi

June 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved