JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah sibuknya pekerjaan yang padat, menemukan waktu untuk berolahraga sangatlah sulit.
Selain menjaga pola makan yang sehat untuk tetap sehat, olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran agae kadar gula darah tetap terkontrol. Tetapi, apakah bisa mengelola kadar gula darah tanpa mengikuti rutinitas olahraga yang rutin dan terstruktur?
Menurut Dr. Pranav Ghody, konsultan endokrinologi dan diabetologi di Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai Central, kamu dapat mengelola kadar glukosa darah melalui pola makan yang bijak, waktu makan yang konsisten, tidur yang cukup, dan pengobatan yang diresepkan bila diperlukan.
Namun, pendekatan ini bergantung pada kesehatan individu dan apakah mereka menderita diabetes atau pradiabetes.
Lantas, apakah diet saja dapat membantu mengontrol kadar gula darah?
Menurut Dr. Ghody, kadar glukosa darah dapat dikelola tanpa rutinitas olahraga terstruktur, terutama melalui pola makan yang sehat, waktu makan teratur, tidur yang cukup, dan pengobatan yang diresepkan, jika diperlukan.
“Namun, perubahan pola makan saja mungkin tidak cukup untuk semua orang. Penderita diabetes atau pradiabetes harus memantau kadar glukosa mereka dan mengikuti saran dokter,” jelasnya dikutip dari Indianexpress, Rabu (28/10/2026).
Kebiasaan makan apa yang dapat mencegah lonjakan gula darah?
Dr. Ghody merekomendasikan untuk memadukan karbohidrat seperti nasi, roti, dan kue dengan protein, serat, dan lemak sehat. Makanan seperti sayuran, yogurt, telur, kacang-kacangan, dan polong-polongan dapat membantu menciptakan makanan yang seimbang.
“Pilihlah biji-bijian utuh dan makanan kaya serat lebih sering daripada karbohidrat olahan, dan batasi minuman manis, permen, dan camilan olahan,” sarannya.
Lebih lanjut Dr. Ghody menambahkan, untuk ukuran porsi makan juga penting, karena mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar sekaligus dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang lebih tajam.
“Menjaga waktu makan yang konsisten dan menghindari ngemil saat bekerja juga dapat membantu,” jelasnya.
Bisakah gerakan kecil dapat membantu?
Dr. Ghody menjelaskan, untuk melakukan jalan kaki sebentar setelah makan, berdiri di antara sela-sela rapat, menggunakan tangga, atau bergerak saat menerima panggilan telepon dapat membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi.
“Bahkan berjalan kaki selama lima hingga sepuluh menit setelah makan pun dapat bermanfaat,” bebernya.
Meskipun gerakan-gerakan kecil ini mungkin tidak dapat menggantikan program latihan yang terstruktur, gerakan-gerakan ini menawarkan titik awal yang praktis bagi orang-orang dengan jadwal yang padat.
Apakah olahraga masih diperlukan untuk mengelola kadar gula darah?
Pengaturan kadar gula darah bergantung pada beberapa faktor, termasuk diet, berat badan, tidur, stres, genetika, dan pengobatan, di samping aktivitas fisik.
“Olahraga meningkatkan sensitivitas insulin, memungkinkan tubuh untuk menggunakan glukosa dengan lebih efisien,” jelas Dr. Ghody.
Dr. Ghody menjelaskan, orang dewasa umumnya disarankan untuk menargetkan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu, bersamaan dengan latihan kekuatan. Penderita diabetes harus memilih rencana olahraga yang sesuai dengan kesehatan dan pengobatan mereka.
“Mereka yang mengonsumsi insulin atau obat penurun glukosa tertentu harus berkonsultasi dengan dokter mereka tentang pencegahan gula darah rendah selama aktivitas fisik,” tuturnya.













