• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Bukan Indonesia Saja, China Juga Bergantung pada Nasi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 24, 2025
in Nasional
0
Bukan Indonesia Saja, China Juga Bergantung pada Nasi

JAKARTA, Cobisnis.com – China sering dikenal sebagai negara pemakan mi, padahal nasi tetap menjadi makanan pokok utama bagi ratusan juta penduduknya. Kebiasaan ini terutama kuat di wilayah selatan yang memiliki budaya kuliner berbasis padi sejak ribuan tahun lalu.

Di provinsi seperti Guangdong, Guangxi, Fujian, hingga Yunnan, konsumsi nasi masih mendominasi menu harian. Iklim hangat dan curah hujan tinggi membuat padi lebih cocok ditanam dibanding gandum atau gandum hitam. Kondisi geografis ini akhirnya membentuk pola makan masyarakat selama berabad-abad.

China bukan hanya konsumen besar, tetapi juga produsen raksasa padi dunia. Negeri tersebut menghasilkan ratusan juta ton beras setiap tahun, menjadikannya pemasok utama di pasar global. Produksi masif ini didukung dukungan negara terhadap teknologi pertanian.

Budidaya padi di China tersebar luas di wilayah selatan dan tengah. Lahan sawah bertingkat di daerah perbukitan menjadi pemandangan umum. Sistem ini memungkinkan petani mengoptimalkan ruang sambil mengalirkan air ke setiap petak sawah secara alami.

Dalam beberapa dekade terakhir, modernisasi pertanian membuat hasil panen meningkat signifikan. Penelitian varietas padi, pupuk efisien, hingga mekanisasi turut memperkuat produksi dalam negeri. Dampaknya, ketahanan pangan nasional tetap stabil meski jumlah penduduk besar.

Nasi menjadi fondasi kultur kuliner China. Banyak makanan tradisional seperti claypot rice, congee, hingga nasi goreng khas Kanton lahir dari budaya konsumsi nasi yang panjang. Tradisi ini melekat kuat meski gaya hidup modern terus berubah.

Pemerintah China juga menempatkan beras sebagai komoditas strategis. Subsidi, penyimpanan stok nasional, dan pengawasan harga menjadi bagian dari kebijakan menjaga stabilitas pangan. Kebijakan ini sangat penting bagi negara dengan populasi lebih dari 1,4 miliar orang.

Di beberapa wilayah, pola konsumsi memang mulai lebih bervariasi dengan gabungan mie dan roti gandum. Namun nasi tetap menjadi makanan yang paling mudah diakses, murah, dan mengenyangkan. Perannya dalam keseharian masyarakat masih sangat dominan.

Produksi padi yang besar juga memberikan kontribusi ekonomi penting bagi daerah pedesaan. Jutaan petani masih bergantung pada komoditas ini sebagai sumber pendapatan harian. Industri penggilingan dan distribusi ikut tumbuh seiring tingginya permintaan.

Dengan konsumsi besar dan produksi kuat, China tetap menjadi salah satu negara paling berpengaruh dalam pasar beras dunia. Kombinasi budaya, iklim, dan kebijakan membuat nasi tak tergantikan di kehidupan jutaan warganya sampai hari ini.

Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
download lava firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: Asia TimurBeras DuniaChinaCobisnisPadi ChinaPangan GlobalPebisnismuda

Related Posts

Antrean BBM Memanjang di Teheran Setelah Sanksi Baru AS

Antrean BBM Memanjang di Teheran Setelah Sanksi Baru AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Teheran, Iran, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Warga mengantre...

Nike hingga Ford Tak Lagi Berjaya di China Kenapa?

Nike hingga Ford Tak Lagi Berjaya di China Kenapa?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah merek besar asal Amerika Serikat mulai kehilangan pengaruh di pasar China. Nike, Starbucks hingga General Motors...

Punya Anabul di Rumah? Ini Cara Biar Bulu Tak Bertebaran

Punya Anabul di Rumah? Ini Cara Biar Bulu Tak Bertebaran

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Memelihara kucing atau anjing di rumah memang menyenangkan, tetapi bulu yang rontok bisa menjadi masalah tersendiri. Bulu...

Prabowo Optimistis Karhutla RI Bisa Teratasi dalam Dua Pekan

Prabowo Optimistis Karhutla RI Bisa Teratasi dalam Dua Pekan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah wilayah Indonesia dapat teratasi...

Dalam Hitungan Jam Anak Krakatau Erupsi 42 Kali

Dalam Hitungan Jam Anak Krakatau Erupsi 42 Kali

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat mengalami 42 kali letusan pada Selasa, 25 Agustus 2026. Aktivitas...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

August 25, 2026
Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

August 24, 2026
Danone Indonesia bersama PMI menyalurkan bantuan Rp1 miliar, 53.000 botol AQUA, dan produk nutrisi untuk warga terdampak gempa NTT

Danone Indonesia dan PMI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

August 26, 2026
Revaldo Kembali Ditangkap Kasus Narkoba, Polisi Terapkan Pasal Berlapis

Revaldo Kembali Ditangkap Kasus Narkoba, Polisi Terapkan Pasal Berlapis

August 26, 2026
Perkembangan Gempa NTT: 105 Korban Jiwa, 179 Ribu Orang Mengungsi

Perkembangan Gempa NTT: 105 Korban Jiwa, 179 Ribu Orang Mengungsi

August 26, 2026
Antrean BBM Memanjang di Teheran Setelah Sanksi Baru AS

Antrean BBM Memanjang di Teheran Setelah Sanksi Baru AS

August 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved