• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Bukan Indonesia Saja, China Juga Bergantung pada Nasi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 24, 2025
in Nasional
0
Bukan Indonesia Saja, China Juga Bergantung pada Nasi

JAKARTA, Cobisnis.com – China sering dikenal sebagai negara pemakan mi, padahal nasi tetap menjadi makanan pokok utama bagi ratusan juta penduduknya. Kebiasaan ini terutama kuat di wilayah selatan yang memiliki budaya kuliner berbasis padi sejak ribuan tahun lalu.

Di provinsi seperti Guangdong, Guangxi, Fujian, hingga Yunnan, konsumsi nasi masih mendominasi menu harian. Iklim hangat dan curah hujan tinggi membuat padi lebih cocok ditanam dibanding gandum atau gandum hitam. Kondisi geografis ini akhirnya membentuk pola makan masyarakat selama berabad-abad.

China bukan hanya konsumen besar, tetapi juga produsen raksasa padi dunia. Negeri tersebut menghasilkan ratusan juta ton beras setiap tahun, menjadikannya pemasok utama di pasar global. Produksi masif ini didukung dukungan negara terhadap teknologi pertanian.

Budidaya padi di China tersebar luas di wilayah selatan dan tengah. Lahan sawah bertingkat di daerah perbukitan menjadi pemandangan umum. Sistem ini memungkinkan petani mengoptimalkan ruang sambil mengalirkan air ke setiap petak sawah secara alami.

Dalam beberapa dekade terakhir, modernisasi pertanian membuat hasil panen meningkat signifikan. Penelitian varietas padi, pupuk efisien, hingga mekanisasi turut memperkuat produksi dalam negeri. Dampaknya, ketahanan pangan nasional tetap stabil meski jumlah penduduk besar.

Nasi menjadi fondasi kultur kuliner China. Banyak makanan tradisional seperti claypot rice, congee, hingga nasi goreng khas Kanton lahir dari budaya konsumsi nasi yang panjang. Tradisi ini melekat kuat meski gaya hidup modern terus berubah.

Pemerintah China juga menempatkan beras sebagai komoditas strategis. Subsidi, penyimpanan stok nasional, dan pengawasan harga menjadi bagian dari kebijakan menjaga stabilitas pangan. Kebijakan ini sangat penting bagi negara dengan populasi lebih dari 1,4 miliar orang.

Di beberapa wilayah, pola konsumsi memang mulai lebih bervariasi dengan gabungan mie dan roti gandum. Namun nasi tetap menjadi makanan yang paling mudah diakses, murah, dan mengenyangkan. Perannya dalam keseharian masyarakat masih sangat dominan.

Produksi padi yang besar juga memberikan kontribusi ekonomi penting bagi daerah pedesaan. Jutaan petani masih bergantung pada komoditas ini sebagai sumber pendapatan harian. Industri penggilingan dan distribusi ikut tumbuh seiring tingginya permintaan.

Dengan konsumsi besar dan produksi kuat, China tetap menjadi salah satu negara paling berpengaruh dalam pasar beras dunia. Kombinasi budaya, iklim, dan kebijakan membuat nasi tak tergantikan di kehidupan jutaan warganya sampai hari ini.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: Asia TimurBeras DuniaChinaCobisnisPadi ChinaPangan GlobalPebisnismuda

Related Posts

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mendorong perubahan pendekatan komunikasi pemerintah dari penyampaian informasi satu arah menuju komunikasi yang...

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memperkuat sinergi komunikasi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah....

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayapada Hospital Jakarta Selatan menggelar Mayapada Neuro Connect 2026 pada 24–25 Oktober 2026 untuk mendorong kemajuan penanganan...

Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

by Desti Dwi Natasya
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perayaan HUT ke-21 Ling Tien Kung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026), dihadiri sekitar...

OpenAI

OpenAI Hentikan Pengujian AI di Internet Terbuka

by Desti Dwi Natasya
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – OpenAI memutuskan menghentikan pelatihan model kecerdasan buatan (AI) dengan akses langsung ke internet terbuka setelah serangkaian insiden...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved