• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Bukan Indonesia Saja, China Juga Bergantung pada Nasi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 24, 2025
in Nasional
0
Bukan Indonesia Saja, China Juga Bergantung pada Nasi

JAKARTA, Cobisnis.com – China sering dikenal sebagai negara pemakan mi, padahal nasi tetap menjadi makanan pokok utama bagi ratusan juta penduduknya. Kebiasaan ini terutama kuat di wilayah selatan yang memiliki budaya kuliner berbasis padi sejak ribuan tahun lalu.

Di provinsi seperti Guangdong, Guangxi, Fujian, hingga Yunnan, konsumsi nasi masih mendominasi menu harian. Iklim hangat dan curah hujan tinggi membuat padi lebih cocok ditanam dibanding gandum atau gandum hitam. Kondisi geografis ini akhirnya membentuk pola makan masyarakat selama berabad-abad.

China bukan hanya konsumen besar, tetapi juga produsen raksasa padi dunia. Negeri tersebut menghasilkan ratusan juta ton beras setiap tahun, menjadikannya pemasok utama di pasar global. Produksi masif ini didukung dukungan negara terhadap teknologi pertanian.

Budidaya padi di China tersebar luas di wilayah selatan dan tengah. Lahan sawah bertingkat di daerah perbukitan menjadi pemandangan umum. Sistem ini memungkinkan petani mengoptimalkan ruang sambil mengalirkan air ke setiap petak sawah secara alami.

Dalam beberapa dekade terakhir, modernisasi pertanian membuat hasil panen meningkat signifikan. Penelitian varietas padi, pupuk efisien, hingga mekanisasi turut memperkuat produksi dalam negeri. Dampaknya, ketahanan pangan nasional tetap stabil meski jumlah penduduk besar.

Nasi menjadi fondasi kultur kuliner China. Banyak makanan tradisional seperti claypot rice, congee, hingga nasi goreng khas Kanton lahir dari budaya konsumsi nasi yang panjang. Tradisi ini melekat kuat meski gaya hidup modern terus berubah.

Pemerintah China juga menempatkan beras sebagai komoditas strategis. Subsidi, penyimpanan stok nasional, dan pengawasan harga menjadi bagian dari kebijakan menjaga stabilitas pangan. Kebijakan ini sangat penting bagi negara dengan populasi lebih dari 1,4 miliar orang.

Di beberapa wilayah, pola konsumsi memang mulai lebih bervariasi dengan gabungan mie dan roti gandum. Namun nasi tetap menjadi makanan yang paling mudah diakses, murah, dan mengenyangkan. Perannya dalam keseharian masyarakat masih sangat dominan.

Produksi padi yang besar juga memberikan kontribusi ekonomi penting bagi daerah pedesaan. Jutaan petani masih bergantung pada komoditas ini sebagai sumber pendapatan harian. Industri penggilingan dan distribusi ikut tumbuh seiring tingginya permintaan.

Dengan konsumsi besar dan produksi kuat, China tetap menjadi salah satu negara paling berpengaruh dalam pasar beras dunia. Kombinasi budaya, iklim, dan kebijakan membuat nasi tak tergantikan di kehidupan jutaan warganya sampai hari ini.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download mobile firmware
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: Asia TimurBeras DuniaChinaCobisnisPadi ChinaPangan GlobalPebisnismuda

Related Posts

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga avtur global disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket pesawat domestik dalam beberapa waktu terakhir....

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana pemotongan gaji menteri mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, dengan...

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberi lampu hijau bagi maskapai domestik untuk menaikkan fuel surcharge hingga 38% akibat kenaikan harga avtur...

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 14 perusahaan di sektor asuransi dan dana pensiun....

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merevisi rencana buyback saham dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

April 6, 2026
Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

April 6, 2026
ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

April 6, 2026
Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved