• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, May 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

BSI Catat Emas Kelolaan 22,5 Ton Setahun Usai Peluncuran Layanan Bullion Bank

Dwi Natasya by Dwi Natasya
March 7, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
BSI Catat Emas Kelolaan 22,5 Ton Setahun Usai Peluncuran Layanan Bullion Bank

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat perkembangan positif pada bisnis emas setelah satu tahun peluncuran layanan bullion bank. Hingga awal 2026, total emas yang dikelola perseroan telah mencapai sekitar 22,5 ton, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan bank emas.

Program bullion bank sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional serta memperluas akses investasi emas di masyarakat. Layanan tersebut diluncurkan pada 26 Februari 2025 dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto setelah izin usaha bullion diberikan kepada BSI dan Pegadaian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain meningkatkan jumlah emas kelolaan, layanan bullion juga dinilai berhasil mendorong inklusi kepemilikan emas di berbagai kalangan. Akses yang semakin mudah melalui layanan digital serta penerapan prinsip syariah membuat investasi emas menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah nasabah muda yang memanfaatkan layanan emas. Porsi nasabah dari kalangan generasi Z tercatat naik dari 24 persen menjadi sekitar 32 persen. Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI sepanjang 2025 juga bertambah lebih dari dua juta orang sehingga totalnya kini melampaui 23 juta nasabah sejak merger bank syariah pada 2021.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa kehadiran bullion bank menjadi tonggak penting bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, emas tidak hanya berfungsi sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif.

BSI menjadi salah satu bank pertama yang menjalankan layanan bullion bank di Indonesia. Layanan tersebut melengkapi berbagai produk emas yang sebelumnya telah tersedia, seperti cicil emas, gadai emas, serta produk investasi emas lainnya.

Dengan adanya bullion bank, BSI kini memiliki ekosistem layanan emas yang lebih terintegrasi, mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicilan emas, hingga produk investasi seperti BSI Gold.

Anggoro menegaskan seluruh transaksi emas di BSI dilakukan sesuai prinsip syariah. Artinya, setiap transaksi harus memiliki dasar kepemilikan emas fisik yang tersimpan di fasilitas penyimpanan bank.

Kinerja bisnis emas juga berkontribusi pada pertumbuhan kinerja perusahaan. Hingga Desember 2025, aset BSI tercatat mencapai sekitar Rp456 triliun atau tumbuh 11,64 persen secara tahunan. Sementara pembiayaan meningkat 14,49 persen dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Dana pihak ketiga juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 16,20 persen menjadi Rp380 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan performa keuangan BSI yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset safe haven, BSI berencana terus memperkuat inovasi layanan bullion bank serta meningkatkan literasi investasi emas berbasis syariah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai emas merupakan instrumen investasi yang relatif stabil dalam berbagai kondisi ekonomi. Pemerintah pun mendorong industri jasa keuangan, termasuk BSI, untuk mengembangkan ekosistem bullion bank sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan pihaknya berkomitmen terus mendukung pengembangan industri bullion agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, BSI juga berencana memperluas pemanfaatan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan nasabah, termasuk untuk persiapan ibadah haji, pembelian rumah, maupun tujuan finansial lainnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Bank Syariah Indonesia emasbisnis emas BSIBSI bullion bankbullion bank Indonesiacobisnis.cominvestasi emas syariah

Related Posts

Ekspor Beras RI ke Malaysia Dipatok di Atas Rp16 Ribu per Kilogram

Ekspor Beras RI ke Malaysia Dipatok di Atas Rp16 Ribu per Kilogram

by Hidayat Taufik
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan lebih tinggi...

EBITDA BUMA International Group Melonjak 98 Persen pada Kuartal I 2026

Peringati Hari Lansia Nasional, Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia Tetap Produktif

by Rizki Meirino
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri Taspen kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup lansia Indonesia dalam peringatan Hari Lansia Nasional...

EBITDA BUMA International Group Melonjak 98 Persen pada Kuartal I 2026

EBITDA BUMA International Group Melonjak 98 Persen pada Kuartal I 2026

by Rizki Meirino
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BUMA International Group mengumumkan hasil keuangan dan operasional konsolidasi untuk kuartal pertama 2026. Perusahaan mencatat peningkatan EBITDA...

Peneliti Sebut 5 Kebiasaan Sederhana Bisa Membantu Tetap Sehat di Usia Tua

Peneliti Sebut 5 Kebiasaan Sederhana Bisa Membantu Tetap Sehat di Usia Tua

by Hidayat Taufik
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjadi tua merupakan proses alami yang akan dialami setiap orang. Namun, kualitas hidup di usia lanjut ternyata...

Ternyata “OK” Berasal dari Singkatan Jenaka, Begini Sejarahnya

Ternyata “OK” Berasal dari Singkatan Jenaka, Begini Sejarahnya

by Hidayat Taufik
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kata “OK” sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ungkapan ini biasa dipakai...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
1 Juni 2026 Resmi Jadi Libur Nasional, Ini Arti Penting Hari Lahir Pancasila

1 Juni 2026 Resmi Jadi Libur Nasional, Ini Arti Penting Hari Lahir Pancasila

May 29, 2026
Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Arus Lalu Lintas ke Depok Tersendat

Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Arus Lalu Lintas ke Depok Tersendat

May 29, 2026
Rivian R2 Resmi Meluncur Juni 2026, Siap Bidik Pasar SUV Listrik

Rivian R2 Resmi Meluncur Juni 2026, Siap Bidik Pasar SUV Listrik

May 29, 2026
Rivian R2 Resmi Meluncur Juni 2026, Siap Bidik Pasar SUV Listrik

Kerbau Albino ‘Donald Trump’ Gagal Jadi Hewan Kurban di Bangladesh

May 29, 2026
Ekspor Beras RI ke Malaysia Dipatok di Atas Rp16 Ribu per Kilogram

Ekspor Beras RI ke Malaysia Dipatok di Atas Rp16 Ribu per Kilogram

May 30, 2026
EBITDA BUMA International Group Melonjak 98 Persen pada Kuartal I 2026

Peringati Hari Lansia Nasional, Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia Tetap Produktif

May 30, 2026
EBITDA BUMA International Group Melonjak 98 Persen pada Kuartal I 2026

EBITDA BUMA International Group Melonjak 98 Persen pada Kuartal I 2026

May 30, 2026
Peneliti Sebut 5 Kebiasaan Sederhana Bisa Membantu Tetap Sehat di Usia Tua

Peneliti Sebut 5 Kebiasaan Sederhana Bisa Membantu Tetap Sehat di Usia Tua

May 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved