• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, September 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bisnis Rekreasi dan Pariwisata Terdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat Tanah Air

Saeful Imam by Saeful Imam
October 14, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Bisnis Rekreasi dan Pariwisata Terdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat Tanah Air

Bisnis rekreasi terdampak akibat menurunnya daya beli masyarakat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Sektor bisnis rekreasi dan pariwisata mengalami dampak negatif akibat menurunnya daya beli masyarakat beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan domestik (wisnus) pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 75,88 juta perjalanan.

Angka ini menurun sebesar 1,77% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 77,24 juta perjalanan.

Sekretaris Jenderal DPP Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budi Ardiansyah, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh deflasi yang telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut.

Kondisi tersebut dipicu oleh stagnasi daya beli masyarakat yang bahkan cenderung melemah.

Menurut Budi, daya beli masyarakat yang stagnan dan cenderung turun berdampak langsung pada bisnis pariwisata.

Ada potensi penurunan dalam pembelian paket wisata, baik untuk destinasi domestik maupun internasional.

Ia menambahkan bahwa biasanya masyarakat sudah mempersiapkan anggaran untuk liburan akhir tahun.

Namun, dengan adanya pengurangan pendapatan dan meningkatnya jumlah kasus PHK di berbagai sektor, anggaran yang seharusnya digunakan untuk wisata kemungkinan akan dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Pengurangan pendapatan ini menjadi alasan utama mengapa masyarakat menunda atau mengurangi pengeluaran untuk berwisata.

Meskipun demikian, Budi tetap optimis bahwa kondisi ekonomi akan membaik menjelang akhir tahun 2024.

Ia berharap ada pemulihan ekonomi baik di tingkat makro maupun mikro mulai bulan Oktober 2024, yang akan berdampak positif pada sektor pariwisata.

Di sisi lain, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), pengelola kawasan rekreasi terbesar di Indonesia, juga merasakan dampak dari pelemahan daya beli ini.

Corporate Communication PJAA, Ariyadi Eko Purnomo, mengungkapkan bahwa perusahaan mengalami penurunan pendapatan sekitar 2% pada kuartal III-2024 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ariyadi menjelaskan bahwa meskipun pendapatan menurun, kebutuhan masyarakat untuk rekreasi tetap ada, meskipun tidak setinggi tahun sebelumnya.

Menyikapi situasi ini, PJAA tetap optimis dan menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 10% dengan target jumlah pengunjung mencapai 12 juta orang hingga akhir tahun.

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) juga mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 31,34% pada semester I-2024. Laba bersih perusahaan turun dari Rp 74,6 miliar pada semester I-2023 menjadi Rp 51,22 miliar pada semester pertama tahun ini.

Meski laba bersih menurun, pendapatan PANR justru meningkat 8,67%, dari Rp 1,38 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 1,5 triliun pada semester I-2024. Corporate Secretary PANR, AB Sadewa, menjelaskan bahwa segmen pasar corporate incentive masih menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan meskipun skalanya belum besar.

Sadewa menambahkan bahwa permintaan dari segmen corporate incentive mengalami peningkatan. Corporate incentive merupakan perjalanan yang diberikan oleh perusahaan kepada distributor, karyawan, atau pelanggan VIP sebagai bentuk apresiasi. Sektor ini dianggap memiliki potensi pertumbuhan di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Tags: bisnis pariwisata menurundaya beli turun

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Novo Indonesia mengajak masyarakat aktif memastikan keamanan obat dan melaporkan efek samping.

Novo Dorong Masyarakat Aktif Jaga Keselamatan Obat

September 17, 2026
AIA menghadirkan AIA SILABUS di Universitas Indonesia untuk membekali mahasiswa dengan literasi keuangan dan perencanaan finansial sejak dini.

AIA SILABUS Hadir di Universitas Indonesia

September 17, 2026
Kuning Telur - pexels/Ron Lach

Benarkah Kuning Telur Sebabkan Masalah Kesehatan Jantung?

September 17, 2026
Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

September 17, 2026
Viral Jasa Santet Bertarif Jutaan di Sukabumi

Viral Jasa Santet Bertarif Jutaan di Sukabumi

September 18, 2026
Kucing Oren Lebih Barbar dari Kucing Putih?

Kucing Oren Lebih Barbar dari Kucing Putih?

September 18, 2026
Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

September 18, 2026
BUK Migas Disiapkan di Bawah Presiden, Pengganti SKK Migas?

BUK Migas Disiapkan di Bawah Presiden, Pengganti SKK Migas?

September 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved