• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, July 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Berkat Kabel Bawah Laut Sumatera-Bangka, PLN Bisa Hemat Biaya Rp1,03 Triliun per Tahun

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
March 29, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
PLN Akan Pasok Listrik ke Bangka Barat

JAKARTA,Cobisnis.com – PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan infrastruktur kelistrikan Sistem Interkoneksi 150 kV Sumatera-Bangka melalui kabel listrik bawah laut. Dengan begitu, pertumbuhan konsumsi listrik di pulau penghasil timah tersebut dapat dipenuhi.

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan daya listrik dapat dialirkan dari sistem kelistrikan Sumatera menuju Pulau Bangka.

“Proses interkoneksi sistem kelistrikan Bangka dan sistem kelistrikan Sumatera dilakukan pada 26 Maret 2022 pukul 15.04 WIB sinkron di GI 150 kV Muntok Bangka,” kata Wiluyo, dikutip Selasa 29 Maret.

Beroperasinya sistem interkoneksi Sumatera–Bangka turut berkontribusi mewujudkan target net zero emission. Beberapa pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak, seperti beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas total 83 MW akan dinonaktifkan dan hanya digunakan sebagai back up system.

Di samping itu, sistem interkoneksi ini berpotensi memberikan penghematan biaya pokok produksi sebesar Rp795 /kWh atau Rp1,03 triliun per tahun dan pengurangan pemakaian BBM B0 sebesar 91,98 juta liter/tahun dan B30 sebesar 137,29 juta liter/tahun.

Menurut Wiluyo, dengan beroperasinya kabel bawah laut tersebut, ke depan transfer energi dari Sumatera ke Pulau Bangka dapat dilakukan untuk memenuhi pertumbuhan konsumsi listrik dan meningkatkan mutu pelayanan PLN kepada pelanggannya.

Pada 2022, terdapat potensi penambahan sebanyak 20.653 pelanggan dengan potensi daya tersambung 74,65 MVA, denga GWh Jual 1.381,45 GWh.

Sebelumnya, listrik Pulau Bangka disuplai dari beberapa pembangkit yang didominasi berbahan bakar minyak dengan beban puncak sebesar 190,2 MW. Pada saat itu, sistem listrik Bangka tercatat nyaris menyentuh ambang batas daya mampu sebesar 191,5 MW, sehingga total cadangan daya hanya tersisa sebesar 1,3 MW.

Dengan adanya interkoneksi ini, cadangan daya di pulau bangka meningkat menjadi 281 MW dan akan meningkat secara bertahap.

Dengan rata-rata pertumbuhan penjualan tenaga listrik dalam 3 tahun terakhir sebesar 8,52 persen, pulau Bangka menjadi salah satu daerah dengan tingkat pertumbuhan tenaga listrik yang cukup tinggi di Indonesia. Hak tersebut disebabkan oleh menggeliatnya industri perikanan, berkembangnya industri pengolahan sawit, pasir kuarsa, smelter timah dan pariwisata.

Proses pembangunan sistem interkoneksi kabel listrik bawah laut Sumatera – Bangka memiliki tingkat kompleksitas yang bervariatif dalam setiap tahapan, mulai dari survey lokasi, proses perizinan, penyediaan lahan dan ruang bebas sebelum akhirnya masuk pada fase konstruksi yang secara garis besar terbagi menjadi 3 section utama.

Section 1 merupakan pembangunan Landing Point Tanjung Carat dan Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV serta Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV sepanjang 20 kilometer yang terletak di pulau Sumatera.

Section 2 berupa pekerjaan penggelaran kabel laut sepanjang 36 kilometer yang terbentang menghubungkan pulau Sumatera dan pulau Bangka. Section_3 yaitu pembangunan Landing Point Muntok dan Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sepanjang 9,16 kilometer di sisi Pulau Bangka.

Interkoneksi Sumatera – Bangka menjadi salah satu sistem kelistrikan dengan kabel laut terpanjang di Indonesia dan merupakan salah satu pembangunan transmisi ketenagalistrikan dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Proses pembangunan SUTT 150 kV, SKTT 150 kV dan Landing Point berada pada area berkontur ekstrem berupa rawa, tanah berlumpur dan rawan predator sungai, sehingga pengerjaannya membutuhkan keahlian dan metode khusus.

Salah satu contohnya, mobilisasi peralatan dan material harus ditempuh menggunakan kapal kecil dan sangat bergantung dengan kondisi pasang surut air laut.

“Pembangunan ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan energi listrik yang bersih dan berwawasan lingkungan untuk menjawab tantangan zaman dalam memberikan layanan kelistrikan yang andal, berkesinambungan dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Wiluyo.

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
download redmi firmware
Download WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comKabel lautpln

Related Posts

Ilustrasi Sisa Makanan di Kulkas (freepik)

Jangan Sampai Sakit Perut! Ini 5 Tips Aman Mengolah Kembali Sisa Makanan dari Kulkas

by Chodijah Febriani
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Makanan sisa semalam yang tersisa karena tidak lagi dimakan memang sayang untuk dibuang. Biasanya disimpan di dalam kulkas...

Ilustrasi Sakit Kepala Saat Bangun Tidur (freepik/jcomp)

Sering Merasa Stres di Pagi Hari? 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

by Chodijah Febriani
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Jika setiap tidur malam kamu merasa tidak berkualitas, lalu di pagi harinya kamu merasa sakit kepala, lelah...

 (foto/freepik)

Rambut Kepala Kok Mulai Menipis? Ini Tanda-tanda Pada Pria yang Mengalami Kebotakan

by Chodijah Febriani
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apakah kamu sedang cemas karena merasa rambut terasa mulai menipis dan botak? Itu adalah hal wajar kok!...

Jaksa Agung Usulkan Kuntadi Jadi Jampidsus, Ini Rekam Jejaknya

Jaksa Agung Usulkan Kuntadi Jadi Jampidsus, Ini Rekam Jejaknya

by Hidayat Taufik
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengajukan nama Kuntadi kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Jaksa Agung Muda Tindak...

Perlukah Keramas saat Mandi Wajib setelah Haid? Ini Penjelasan Ulama

Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Negara Teluk Siap Gelontorkan Investasi ke AS

by Desti Dwi Natasya
July 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif 20 persen terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi El Nino 2026, Simak Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

Hadapi El Nino 2026, Simak Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem

July 14, 2026
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Siap Berlabuh di Lampung, TNI AL Kebut Persiapan

SpaceX Kantongi Izin FAA, Uji Coba Starship ke-13 Siap Diluncurkan

July 14, 2026
Tugu Insurance Perkuat Tata Kelola, Raih Indonesia Excellence GCG Awards 2026

Tugu Insurance Perkuat Tata Kelola, Raih Indonesia Excellence GCG Awards 2026

July 13, 2026
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Siap Berlabuh di Lampung, TNI AL Kebut Persiapan

AS Roma Ajukan Tawaran Resmi untuk Garnacho, Kini Bidik Crysencio Summerville

July 14, 2026
Ilustrasi Sisa Makanan di Kulkas (freepik)

Jangan Sampai Sakit Perut! Ini 5 Tips Aman Mengolah Kembali Sisa Makanan dari Kulkas

July 15, 2026
Ilustrasi Sakit Kepala Saat Bangun Tidur (freepik/jcomp)

Sering Merasa Stres di Pagi Hari? 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

July 15, 2026
 (foto/freepik)

Rambut Kepala Kok Mulai Menipis? Ini Tanda-tanda Pada Pria yang Mengalami Kebotakan

July 15, 2026
Jaksa Agung Usulkan Kuntadi Jadi Jampidsus, Ini Rekam Jejaknya

Jaksa Agung Usulkan Kuntadi Jadi Jampidsus, Ini Rekam Jejaknya

July 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved