• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, February 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bangun Tanggul Laut Antisipasi Banjir Rob di Jawa, Pemerintah RI Anggarkan Dana Rp164 Triliun

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
January 10, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Bangun Tanggul Laut Antisipasi Banjir Rob di Jawa, Pemerintah RI Anggarkan Dana Rp164 Triliun

JAKARTA,Cobisnis.com – Pemerintah berencana akan membangun proyek tanggul pantai dan tanggul laut (Giant Sea Wall) di kawasan utara Pulau Jawa, dari barat hingga timur.

Tanggul raksasa itu diperkirakan membutuhkan pembiayaan sekitar Rp164,1 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, estimasi total kebutuhan anggaran pembangunan Tanggul Laut dan pengembangan kawasan serta penyediaan air baku dan sanitasi adalah sebesar Rp164,1 triliun.

Airlangga menambahkan, kebutuhan pembiayaan tanggul raksasa tersebut akan dipenuhi melalui skema pendanaan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Menurut Airlangga, pembangunan tanggul raksasa itu sangat penting lantaran pada Tahun 2020 menunjukkan, Kawasan Pantura Jawa menyumbang sekitar 20,7 persen GDP Indonesia melalui kegiatan industri, perikanan, transportasi, dan pariwisata.

“Di samping itu, wilayah Pantura Jawa juga merupakan tempat tinggal penduduk yang cukup padat, dengan estimasi jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa,” ujarnya dalam Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa, Melalui Pembangunan Tanggul Pantai Dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall) di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Rabu, 10 Januari.

Di tengah kondisi padat penduduk dan aktivitas ekonomi yang kuat, kawasan pantura Jawa menghadapi ancaman penurunan permukaan tanah atau Land Subsidence bervariasi antara 1-25 cm per tahun, di sisi lain ancaman yang juga menanti, yaitu kenaikan permukaan air laut sebesar 1-15 cm per tahun di beberapa lokasi serta fenomena banjir Rob.

Airlangga menyampaikan adanya ancaman Land Subsidence dan fenomena banjir Rob yang terjadi di Kawasan Pantura Jawa tidak hanya membahayakan keberlangsungan aktivitas ekonomi dan aset infrastruktur ekonomi nasional di wilayah tersebut, tetapi juga kehidupan jutaan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut yang berpotensi dapat terkena dampak bencana.

Selain itu, diperkirakan setidaknya terdapat 70 Kawasan Industri, 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 28 Kawasan Peruntukan Industri(KPI), 5 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI), dan wilayah perekonomian lainnya yang akan terdampak apabila penanganan permasalahan degradasi di Pantura Jawa tidak segera ditangani dengan baik.

Menurut Airlangga, akibatnya kawasan Indonesia berpotensi mengalami kerugian ekonomi akibat banjir rob.

Terutama pada kawasan pesisir Jakarta yang akan mengalami kerugian sebesar Rp2,1 triliun per tahun, dan berpotensi naik menjadi Rp10 triliun dalam 10 tahun mendatang.

“Estimasi kerugian ekonomi secara langsung akibat banjir tahunan di Pesisir Jakarta mencapai Rp2,1 triliun per tahun dan dapat meningkat terus setiap tahunnya hingga mencapai Rp10 triliun per tahun dalam 10 tahun ke depannya,” kata Airlangga.

Airlangga menambahkan, kerugian ekonomi secara tidak langsung dan potensi kehilangan kesempatan (opportunity cost) akan jauh berlipat ganda dari angka kerugian langsung tersebut.

Dalam membangun Giant Sea Wall, Airlangga menyampaika,n berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh Kementerian PUPR, terdapat tiga tahapan pembangunan Tanggul Laut Pulau Jawa yang akan dikerjakan, yakni:

– Fase A ialah pembangunan Tanggul Pantai dan Sungai, serta pembangunan sistem pompa dan polder di wilayah Pesisir Utara Jakarta.

Untuk Fase A saat ini sedang dikerjakan oleh Pemerintah melalui Kementerian PUPR bersama-sama dengan Daerah sebesar Rp16,1 triliun terdiri dari Kementerian PUPR Rp10,3 triliun dan Pemprov DKI Jakarta Rp5,8 triliun.

– Fase B melalui pembangunan Tanggul Laut dengan konsep terbuka (open dike) pada sisi sebelah Barat Pesisir Utara Jakarta yang harus dikerjakan sebelum tahun 2030 dengan asumsi penurunan tanah/land subsidence tidak dapat dihentikan dengan rincian pembangunan tanggul dan jalan tol sebesar Rp91 triliun dan pengembangan lahan sekitar tanggul sekitar Rp57 triliun.

Sehingga total anggarannya sebesar Rp148 triliun.

– Fase ketiga atau yang terakhir, yakni Fase C dilakukan dengan Pembangunan Tanggul Laut pada sisi sebelah Timur Pesisir Utara Jakarta yang harus dikerjakan sebelum tahun 2040.

Apabila laju penurunan tanah/land subsidence tetap terjadi setelah tahun 2040, maka konsep Tanggul Laut Terbuka akan dimodifikasi menjadi Tanggul Laut Tertutup. Untuk fase ini belum ada proyeksi kebutuhan anggaran.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Menko AirlanggaMetapos.idPanturaTanggul laut

Related Posts

Kunjungan Menko Airlangga ke Jepang: RI Bawa Kepentingan Ekspor Tuna, Jepang Bidik Peluang Industri

Menko Airlangga Kenang Sosok Kwik Kian Gie

by Farida Ratnawati
July 30, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengenang sosok Kwik Kian Gie sebagai seorang ekonom nasionalis yang...

Pemerintah Makin Serius Monetisasi Ekonomi Biru, Ini Kata Menko Airlangga

Airlangga Tegaskan Tidak Ekspor Ore ke Amerika

by Farida Ratnawati
July 25, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia hanya akan mengekspor komoditas yang sudah melalui proses...

Kunjungan Menko Airlangga ke Jepang: RI Bawa Kepentingan Ekspor Tuna, Jepang Bidik Peluang Industri

Menko Airlangga Ungkap Indonesia Tak Akan Hapus TKDN secara Menyeluruh untuk Produk AS

by Farida Ratnawati
July 24, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait pernyataan bersama (joint statement) Presiden Amerika Serikat (AS)...

Kunjungan Menko Airlangga ke Jepang: RI Bawa Kepentingan Ekspor Tuna, Jepang Bidik Peluang Industri

Menko Airlangga: RI Siap Teken MoU Tarif Dagang dengan AS

by Farida Ratnawati
July 4, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini tim perunding Indonesia tengah berada di Amerika Serikat...

Kunjungan Menko Airlangga ke Jepang: RI Bawa Kepentingan Ekspor Tuna, Jepang Bidik Peluang Industri

Menko Airlangga Minta Singapura Tingkatkan Investasi hingga 40 Miliar Dolar AS di Indonesia

by Farida Ratnawati
June 17, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Singapura untuk dapat meningkatkan investasinya hingga 30 miliar dolar AS...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
BSI Tetapkan Pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah

BSI Tetapkan Pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah

February 4, 2026
Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

Kopi Kenangan Bakal IPO, Buy or Bye?

February 4, 2026
Pramono Tawarkan Bantuan ke Banten untuk Tangani Krisis Sampah Tangsel

Pramono Tawarkan Bantuan ke Banten untuk Tangani Krisis Sampah Tangsel

February 5, 2026
Apa Itu Ngabuburit Tradisi Masyarakat Menjelang Sore Menunggu Buka Puasa

Apa Itu Ngabuburit Tradisi Masyarakat Menjelang Sore Menunggu Buka Puasa

February 5, 2026
Kinerja Bank Mandiri Tetap Tangguh Sepanjang 2025, Dorong Intermediasi dan Sinergi Program Pemerintah

Siap Masuk Dunia Kerja, Ini Alasan HUAWEI MatePad 11.5 New Standard Edition Cocok untuk First Jobber

February 5, 2026
BRIN: Fenomena Pergerakan Tanah di Tegal Diprediksi Masih Aktif

BRIN: Fenomena Pergerakan Tanah di Tegal Diprediksi Masih Aktif

February 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved