• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Australia Larang Daun Kelor untuk Konsumsi, Petani Protes karena Mata Pencaharian Terancam

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 11, 2026
in Lifestyle
0
Australia Larang Daun Kelor untuk Konsumsi, Petani Protes karena Mata Pencaharian Terancam

JAKARTA, Cobisnis.com – Daun kelor atau Moringa oleifera yang umum dikonsumsi di Indonesia kini dilarang dijual sebagai makanan di Australia. Larangan dari Badan Standar Pangan Australia Selandia Baru (FSANZ) tersebut mulai berlaku sejak November 2025.

Kebijakan itu membuat petani kelor di Australia khawatir kehilangan pasar. Salah satunya Gary Duffy yang mengajukan banding karena menilai masa depan para petani bergantung pada hasil keputusan tersebut.

FSANZ menjelaskan larangan mencakup daun kelor, biji muda, hingga minyak kelor yang dipasarkan sebagai bahan pangan. Produk yang masuk ke Australia juga berpotensi dimusnahkan atau dikembalikan ke negara asal apabila tidak memenuhi ketentuan.

Meski begitu, produk berbahan kelor masih dapat dipasarkan sebagai suplemen atau produk terapeutik. Syaratnya, produk tersebut harus lebih dulu terdaftar di Therapeutic Goods Administration (TGA).

Regulator menyebut keputusan itu diambil setelah meninjau kajian ilmiah yang diajukan sejak Januari 2024. Menurut FSANZ, bukti yang tersedia belum cukup untuk memastikan keamanan daun kelor jika dikonsumsi sebagai makanan.

Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan adanya potensi gangguan reproduksi, sementara studi mengenai efek genotoksisitas masih menghasilkan temuan yang belum konsisten. Di sisi lain, penelitian pada manusia juga dinilai belum memadai untuk menentukan batas konsumsi yang aman.

Padahal, daun kelor telah lama menjadi bagian dari pangan tradisional di Indonesia, India, Afrika, hingga Timur Tengah. Akademisi University of New England, Vandana Gulati, menyebut tanaman ini memiliki banyak manfaat, namun ia menilai langkah regulator yang mengutamakan bukti ilmiah tetap dapat dipahami.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download redmi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: australiaCobisnisDaun KelorFSANZHeadlineKeamanan PanganMoringa OleiferaPebisnismuda

Related Posts

BYD Racco

BYD Racco Mulai Ekspansi ke Sri Lanka

by Desti Dwi Natasya
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - BYD memperluas pasar mobil listrik mungil Racco setelah sebelumnya meluncur di Jepang dengan membidik Sri Lanka dan...

Risiko penyakit kritis dapat datang tanpa peringatan. Simak langkah menjaga kesehatan, menyiapkan biaya, dan memahami perlindungan asuransi.

Cara Siapkan Finansial Hadapi Penyakit Kritis

by Rizki Meirino
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kondisi kesehatan dapat berubah kapan saja, bahkan ketika seseorang merasa baik-baik saja. Penyakit kritis seperti jantung, kanker,...

Biaya Haji 2027 Naik, Total Biaya Disepakati Rp98,4 Juta

Biaya Haji 2027 Naik, Total Biaya Disepakati Rp98,4 Juta

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah dan DPR RI menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH 2027 sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Kesepakatan...

UEFA

UEFA Pantau Kasus Keuangan Manchester City

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - UEFA memantau perkembangan kasus pelanggaran aturan keuangan yang melibatkan Manchester City di Liga Premier dan disebut akan...

Telur Anjlok, Harga Jagung Naik, Peternak Makin Tertekan

Telur Anjlok, Harga Jagung Naik, Peternak Makin Tertekan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga telur ayam di tingkat peternak terus berada di bawah harga acuan pembelian. Kondisi ini membuat peternak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IFG Life dan Bank Sulselbar menjalin kerja sama bancassurance untuk memperluas akses perlindungan asuransi jiwa bagi nasabah.

IFG Life Gandeng Bank Sulselbar Perluas Proteksi

October 7, 2026
Rupiah Hari Ini Menguat, Dibuka di Level Rp17.866 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat, Dibuka di Level Rp17.866 per Dolar AS

October 7, 2026
Rusia Lithuania pangkalan NATO

Rusia Peringatkan Lithuania soal Pangkalan NATO

October 7, 2026
Kenapa Kucing Tertarik Makanan Manis? Ternyata Bukan Karena Rasanya

Kenapa Kucing Tertarik Makanan Manis? Ternyata Bukan Karena Rasanya

October 7, 2026
Alex Scott Bournemouth

Bournemouth Tolak Lepas Alex Scott

October 7, 2026
BYD Racco

BYD Racco Mulai Ekspansi ke Sri Lanka

October 7, 2026
Anak yatim

Kisah Inspiratif, 23 Tahun Rawat Harapan Anak Yatim hingga Berobat ke Singapura

October 7, 2026
Risiko penyakit kritis dapat datang tanpa peringatan. Simak langkah menjaga kesehatan, menyiapkan biaya, dan memahami perlindungan asuransi.

Cara Siapkan Finansial Hadapi Penyakit Kritis

October 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved