• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Astronom Ungkap Misteri Terbesar Saturnus dan Asal Usul Titan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 25, 2026
in Teknologi
0
Astronom Ungkap Misteri Terbesar Saturnus dan Asal Usul Titan

JAKARTA, Cobisnis.com – Para astronom menyatakan telah memecahkan salah satu misteri terbesar planet Saturnus, termasuk asal usul bulan terbesarnya, Titan. Temuan ini juga diyakini dapat menjelaskan bagaimana cincin indah Saturnus terbentuk. Titan, bulan terbesar Saturnus, dikenal sebagai salah satu objek paling unik di tata surya. Ukurannya sekitar setengah Bumi dan bahkan lebih besar dari Merkurius. Gravitasi Titan begitu besar hingga membuat Saturnus bergoyang dan miring. Selain itu, Titan diketahui menjauh dari Saturnus sekitar 11 sentimeter per tahun jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Jika terus berlanjut, Titan berpotensi terlepas dari orbitnya.

Sejumlah pertanyaan tentang sistem Saturnus, yang memiliki 274 bulan, muncul dari data yang dikumpulkan wahana antariksa Cassini yang menjelajahi sistem Saturnus pada 2004–2017. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di ArXiv dan diterima di The Planetary Science Journal menggabungkan teori lama, data Cassini, serta simulasi komputer untuk mengusulkan skenario baru pembentukan Titan.

Penulis utama studi, Matija Ćuk dari SETI Institute, menyebut sekitar setengah miliar tahun lalu terdapat satu bulan tambahan yang kemudian bertabrakan dengan Titan dan menyatu dengannya. Tabrakan tersebut diduga juga menghasilkan Hyperion, bulan Saturnus yang bentuknya tidak beraturan dan jauh lebih kecil dari Titan. Menurut teori ini, Hyperion bisa merupakan pecahan dari tabrakan tersebut atau terbentuk dari puing-puing yang mengumpul di orbit Titan.

Peristiwa tersebut juga diyakini memicu pembentukan cincin Saturnus. Gangguan gravitasi akibat merger Titan dengan bulan yang hilang itu dapat menyebabkan bulan-bulan bagian dalam saling bertabrakan, menghasilkan puing yang akhirnya membentuk cincin sekitar 100 juta tahun lalu.

Bulan Tambahan Jelaskan Kemiringan Saturnus

Kemiringan Saturnus sebesar 26,7 derajat sebelumnya diyakini akibat gangguan gravitasi dari Neptunus. Namun data Cassini menunjukkan ketidaksesuaian antara keduanya. Pada 2022, ilmuwan mengusulkan adanya bulan hilang bernama Chrysalis yang berperan menjaga resonansi Saturnus dengan Neptunus sebelum akhirnya hancur dan membentuk cincin.

Ćuk dan timnya menyempurnakan teori tersebut. Mereka menduga bukan sekadar bulan yang hancur karena terlalu dekat dengan Saturnus, melainkan terjadi tabrakan antara “proto-Hyperion” bulan besar yang kini hilang dengan Titan purba. Kehadiran bulan tambahan itu sebelumnya menjaga sinkronisasi Saturnus dan Neptunus. Setelah hilang akibat tabrakan, keseimbangan tersebut terganggu, menjelaskan kondisi Saturnus saat ini. Jika benar, skenario ini juga menjelaskan mengapa orbit Hyperion terkunci dengan Titan serta mengapa orbit Titan kini terus melebar.

Misi Dragonfly Akan Uji Teori

Untuk menguji teori ini, ilmuwan menantikan misi Dragonfly milik NASA. Wahana berbentuk seperti drone bertenaga nuklir itu dijadwalkan meluncur pada 2028 dan tiba di Titan pada 2034. Dragonfly akan mendarat di berbagai lokasi dan menganalisis sampel langsung dari permukaan Titan. Ilmuwan senior dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Linda Spilker, menyebut penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa Hyperion dan cincin Saturnus kemungkinan terbentuk jauh setelah Saturnus sendiri terbentuk.

Profesor emeritus William B. Hubbard dari University of Arizona juga menilai teori baru ini lebih masuk akal dibanding hipotesis sebelumnya. Sementara itu, Carl Murray dari Queen Mary University of London menggambarkan penelitian ini seperti “CSI: Saturnus” upaya forensik kosmik untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu berdasarkan petunjuk gravitasi dan orbit bulan-bulannya. Para astronom telah lama menduga sistem Saturnus terus berevolusi sejak terbentuk. Namun kini, berkat data Cassini dan analisis terbaru, peran Titan dianggap kunci dalam memahami dinamika kompleks sistem Saturnus selama ratusan juta tahun terakhir.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download xiomi firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: Astronomicobisnis.comNASASaturnusTitan

Related Posts

Kabar Baru 5 Jurnalis Hilang, Jasad Awak Kapal Ditemukan?

Kabar Baru 5 Jurnalis Hilang, Jasad Awak Kapal Ditemukan?

by Hidayat Taufik
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Informasi mengenai penemuan jasad awak kapal yang ditumpangi lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda beredar pada...

ASABRI Gencarkan Sosialisasi Program Manfaat di Maluku

ASABRI Gencarkan Sosialisasi Program Manfaat di Maluku

by Rizki Meirino
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT ASABRI (Persero) melalui ASABRI Kantor Cabang Ambon menggencarkan sosialisasi program manfaat asuransi sosial bagi peserta aktif...

Liverpool Incar Talenta Muda Benfica

Ji Chang Wook Jadi Playboy di The Scandal

by Desti Dwi Natasya
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktor Korea Selatan Ji Chang Wook membahas perannya sebagai Cho Won, playboy terbesar di era Joseon, dalam...

Judi Online Diusulkan Jadi Sasaran Perampasan Aset

Judi Online Diusulkan Jadi Sasaran Perampasan Aset

by Hidayat Taufik
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Judi online diusulkan masuk dalam kategori tindak pidana yang dapat menjadi sasaran perampasan aset melalui Rancangan Undang-Undang...

Liverpool Incar Talenta Muda Benfica

OpenAI Rilis GPT-6 Sol dan Luna

by Desti Dwi Natasya
September 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – OpenAI memperluas keluarga GPT-6 dengan meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna sebagai model yang membawa peningkatan kemampuan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

Jantung Sehat hingga Tingkat Seluler, Mengapa Mitokondria Penting?

September 22, 2026
Gibran Dorong Pandji Pragiwaksono Tetap Berkarya dan Menyampaikan Kritik Konstruktif

Waduh, Syarat Pendidikan Gibran Dipersoalkan, Status Wapres Dipertanyakan

September 22, 2026
Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

Kasihan, Manajer Kopdes Masih Nganggur Kena PHP

September 22, 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.

Produk Lokal Kurasi Kemendag Hadir di Platform Digital

September 22, 2026
Jensen Huang Yakin AI Tak Akan Musnahkan Manusia pada 2030

Jensen Huang Yakin AI Tak Akan Musnahkan Manusia pada 2030

September 23, 2026
Kabar Baru 5 Jurnalis Hilang, Jasad Awak Kapal Ditemukan?

Kabar Baru 5 Jurnalis Hilang, Jasad Awak Kapal Ditemukan?

September 23, 2026
ASABRI Gencarkan Sosialisasi Program Manfaat di Maluku

ASABRI Gencarkan Sosialisasi Program Manfaat di Maluku

September 23, 2026
Surakman, Kru Kapal yang Bawa 5 Wartawan Ditemukan

Surakman, Kru Kapal yang Bawa 5 Wartawan Ditemukan

September 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved